Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Counterpoint: Huawei Geser Samsung, Kuasai Pangsa Pasar Smartphone Global Q2 2020

1 3.136

Meski masih di suasana pandemi, tetapi kompetisi di industri smartphone tak pernah berhenti. Bahkan, berdasarkan laporan terbaru dari Counterpoint Research, muncul jawara baru yang menduduki puncak tangga yakni Huawei.

Di tataran global, menurut layanan monitor pasar Counterpoint, akibat serangan Covid-19, pasar ponsel pintar global turun pada tingkat tercepat (-24% YoY) pada Q2 2020, menjadi 271,4 juta unit. Dan untuk pertama kalinya bagi Huawei, bahkan setelah berjuang dengan AS sanksi, melampaui Samsung untuk menjadi pemain top di pasar ponsel pintar global pada Q2 2020.

Mengomentari kepemimpinan Huawei, Tarun Pathak, Associate Director di Counterpoint Research mencatat bahwa Huawei dapat mencapai prestasi ini karena skenario pasar unik yang diciptakan sebagai dampak dari COVID-19.

Baca juga: Mengarahkan Industri Smartphone Melalui Next Normal

Dampak COVID-19

China, pasar terbesar Huawei, sekarang pulih dari pandemi dibandingkan dengan pasar lain seperti Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Utara. Pengiriman (shipment) smartphone di Tiongkok memang turun 17% YoY, namun penurunan ini masih lebih baik dibanding penurunan tingkat global yang menurun 28% YoY.

Dengan cepat Huawei mendorong kinerja penjualan ponsel di China, mendapat manfaat dari pemulihan. Huawei sekarang memegang hampir setengah (47%) pasar di Cina, dan ini saja menyumbang 71% dari pengiriman Huawei dibandingkan dengan 62% tahun lalu. Namun, di pasar di luar China, pengirimannya turun 29% YoY.

“Huawei melakukannya dengan baik di beberapa pasar Eropa Timur seperti Rusia dan Ukraina. Tetapi ketika pasar di luar China pulih, akan sulit bagi Huawei untuk mempertahankan keunggulan ini di kuartal mendatang,” ujar Tarun, dilansir dari blog Counterpoint (31/7).

Mengomentari dinamika pasar, Varun Mishra, Analis Penelitian di Counterpoint Research mencatat, bahwa dampak COVID-19 pada pasar ponsel cerdas lebih jelas pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal pertama. Pasar ponsel cerdas terbesar di dunia, Cina, bernasib lebih baik dan sebagai akibatnya China menyumbang hampir sepertiga (31%) dari pengiriman ponsel cerdas global; tertinggi sejak Q2 2017.

“Namun, meskipun COVID-19 kasus harian di Tiongkok turun ke level yang sangat rendah, pasar ponsel cerdas hanya berjalan di sekitar 85% dari level pra-COVID-19, yang menunjukkan berlanjutnya kehati-hatian konsumen,” kata Varun.

Berbicara tentang dinamika pasar secara keseluruhan, Varun Mishra menambahkan, bahwa pengiriman meningkat di setiap bulan hingga kuartal dengan pengiriman ponsel pintar global pada Juni naik 34% dari Mei. Pasar seperti India mencapai tingkat pra-COVID pada bulan Juni karena permintaan terpendam. Ini adalah tanda positif saat kita menuju pemulihan.

Pasar Smartphone 5G

Sementara pasar secara keseluruhan menurun, 5G terus tumbuh, didorong oleh China. Abhilash Kumar, Research Analyst at Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone 5G melanjutkan pertumbuhan mereka secara global; tumbuh lebih dari 43% secara berurutan untuk kuartal ini.

Penetrasi pengiriman smartphone 5G meningkat menjadi lebih dari 11% dari semua smartphone pada Q2 2020 dari 7% kuartal terakhir. Hal ini didorong oleh pertumbuhan di Cina di mana 5G didorong oleh rencana 5G yang menarik dari operator dan ketersediaan smartphone 5G kelas menengah dari beberapa merek.

China sekarang menyumbang lebih dari tiga perempat pengiriman smartphone 5G. Harga ponsel 5G juga turun dengan Huawei, OPPO, vivo, Xiaomi semua memiliki smartphone 5G pada titik harga menengah. Ini lebih lanjut akan mendorong pertumbuhan dan memfasilitasi pemulihan pasar di kuartal mendatang.

Baca juga: IDC Q1 2020: Vivo Pimpin Market Share Smartphone di Indonesia

Market Share Smartphone di Indonesia

Sayangnya, belum ada laporan terbaru kuartal kedua untuk pangsa pasar smartphone di Indonesia. Jika menilik pada kuartal 1, maka peta persaingannya sangat berbeda dengan pasar global. Menurut laporan dari firma riset IDC, Vivo berhasil menggeser posisi OPPO yang sebelumnya berada di posisi pertama dengan pangsa pasar 27,4 persen. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu. Kala itu, Vivo meraup pangsa pasar sebesar 15 persen.

Posisi kedua ditempati oleh Oppo dengan pangsa pasar 20-25 persen. Sedangkan Samsung bertahan di posisi ketiga seperti kuartal ketiga (Q3) 2019 dengan pangsa pasar 15-20 persen. Kemudian Xiaomi dan Realme berbagi di rentang persentase pangsa pasar yang sama yakni 10-15 persen. Sebagai catatan, ini adalah pangsa pasar berdasarkan pengiriman, bukan produk yang terjual ke konsumen.

Nah, Huawei sendiri di Indonesia belum pernah masuk ke lima besar pangsa pasar smartphone di Indonesia. Setelah sebelumnya struggling untuk memenuhi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang membuat mereka tidak bisa merilis semua produknya, sekarang berjuang agar masyarakat bisa menerima ketidak hadiran Google Mobile Services.