Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Begini Cara Instagram Berantas Akun Palsu

Bukan hal yang baru melihat sebuah akun di Instagram mempunyai followers banyak yang setelah dicek seperti tidak dikendalikan oleh manusia. Istilah akun palsu Instagram sudah akrab di kalangan netizen nasional. Instagram pun menyadari hal ini. Induk Facebook ini telah membuat mesin pembelajaran sebagai solusi memberantas akun tersebut.

Sebagaimana ditulis melalui laman blog-nya, Instagram memahami belakangan ada akun yang sengaja menjalankan aplikasi pihak ketiga untuk secara artifisial meningkatkan jumlah followers mereka.

“Setiap hari orang mengunjungi Instagram untuk menikmati pengalaman nyata, termasuk interaksi yang asli. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan pengalaman tersebut tidak diganggu oleh aktivitas yang tidak asli,” kata Instagram.

Related Posts
1 daripada 247

Per 19 November 2018, pengidentifikasian akun palsu Instagram telah diberlakukan. Aktivitas palsu, seperti memberi likes, follows hingga menaruh komentar dari akun yang memakai aplikasi pihak ketiga agar akun tersebut populer telah diberangus satu per satu.

Banyak akun yang memanfaatkan banyaknya jumlah followers sebagai cara meraih calon konsumen atau sebagai “branding” produk. Foto oleh theverge.com

“Kegiatan seperti di atas tidak bagus bagi komunitas (di Instagram). Dan aplikasi pihak ketiga yang menghasilkan likes, follows dan komentar yang palsu melanggar Panduan Komunitas dan Syarat dan Penggunaan kami,” tambah Instagram.

Baca juga: Cemas dengan Pergaulan Anak di Instagram? Panduan Orang Tua Bisa Jadi Jawabannya

Penanganan akun palsu Instagram diperinci dalam beberapa langkah. Akun yang teridentifikasi menggunakan jasa pihak ketiga di atas akan menerima pesan yang intinya memberitahukan bahwa Instagram telah menghapus likes, follows dan komentar yang palsu yang diberikan oleh akun ini ke akun lainnya.

Instagram juga meminta si empunya akun untuk mengamankan akun mereka dengan mengubah password. Publik yang menggunakan jenis aplikasi ini membagikan username dan password mereka, dan terkadang akun mereka digunakan oleh aplikasi pihak ketiga untuk membuat likes, follows dan komentar yang tidak sah. Tak hanya tindakan tersebut memperkenalkan perilaku yang buruk di Instagram tetapi juga menyebabkan akun seperti itu kurang aman.

“Kami paham ada beberapa orang yang tanpa sepengetahuan mereka membagikan login credential dengan aplikasi pihak ketiga. Jika anda menerima pesan, cukup ganti password untuk mengambil kembali akses ke akun anda sendiri,” kata Instagram.

Tambahan lainnya, upaya memberangus akun palsu Instagram ini akan berdampak pada akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga agar akun mereka terkenal.

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More