Belakangan ini, ArtCraft, perusahaan pengembang software asal Atlanta, Georgia, AS mencuri perhatian banyak pengguna PC dan Mac dengan meluncurkan sejumlah aplikasi gratis menyerupai fungsi Adobe.
Tak ingin berhenti di Adobe, perusahaan yang dibentuk dirikan oleh Brandon Thomas ini sudah memperluas proyek software gratisnya tersebut dengan memperkenalkan aplikasi alternatif untuk Microsoft Office.
Baca Juga: OPPO Reno X Dirumorkan Usung Layar 16:9, Lebar Bodi Capai 85 mm
Adapun aplikasi tersebut adalah WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft, di mana masing-masing software menawarkan alternatif untuk Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, sebagaimana dikutip dari Tom’s Hardware, Senin (12/10/2026).
Saat ini, ketiga aplikasi tersebut sudah tersedia sebagai proyek open-source melalui GitHub dan dirancang untuk berjalan di Windows, macOS, serta Linux.
ArtCraft menawarkan pengalaman penggunaan familier bagi pengguna Office, meski kemampuan aplikasinya belum sepenuhnya setara dengan software milik Microsoft tersebut.
ArtCraft Juga Buat Alternatif Adobe
ArtCraft menjadi sorotan pengguna PC dan Mac lewat sejumlah aplikasi gratis menyerupai software kreatif Adobe, yang masing-masing adalah PhotoCraft sebagai alternatif Photoshop, VectorCraft untuk Illustrator, dan FilmCraft yang dikembangkan dengan pendekatan serupa Premiere Pro.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengambangkan LightCraft yang berfungsi sebagai software pengolah foto seperti Lightroom, EffectCraft untuk motion graphics, serta DesignCraft untuk pekerjaan tata letak publikasi.
ArtCraft menyebut pendekatan pengembangannya sebagai clean-room reimplementation, yakni membangun kembali fungsi software berdasarkan spesifikasi publik dan pengamatan, tanpa menyalin kode sumber aplikasi aslinya.
Proyek ini juga menggunakan lisensi open-source MIT atau Apache 2.0. Dengan demikian, kode sumbernya dapat diperiksa dan dikembangkan lebih lanjut sesuai ketentuan lisensi.
Masih Tahap Alpha, Belum Siap Gantikan Microsoft Office
ArtCraft sendiri mengakui WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft masih berada dalam tahap alpha. Pengembang terus menambahkan fitur sekaligus memperbaiki stabilitas dan kompatibilitas file.
Berdasarkan dokumentasi proyeknya, WordCraft baru mencapai sekitar 60 persen kesiapan untuk menggantikan seluruh kebutuhan Microsoft Word dalam pekerjaan nyata. Sedangkan GridCraft diperkirakan berada di kisaran 50 persen, sementara DeckCraft sekitar 55 persen.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah kompatibilitas file. Dokumen Word, spreadsheet Excel, dan presentasi PowerPoint tidak selalu berisi teks atau angka sederhana. Ada berbagai elemen seperti grafik, objek tertanam, formula, animasi, dan pengaturan layout yang perlu dipertahankan saat file dibuka atau disimpan melalui aplikasi lain.
Dalam pengujian awal dilaporkan The Register, WordCraft dapat dijalankan pada perangkat Microsoft Surface berbasis Arm dan memberikan kesan awal baik. Namun, media tersebut tetap menyarankan agar aplikasi itu belum digunakan untuk pekerjaan produksi.
Dikembangkan dengan Bantuan AI Claude
Hal menarik dari ArtCraft adalah penggunaan AI dalam proses pengembangan software. Proyek ini memanfaatkan Claude untuk membantu pekerjaan pemrograman, sehingga pengembangan berbagai aplikasi dengan fungsi berbeda dapat dilakukan secara lebih cepat.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana AI coding tools membuka peluang bagi pengembang independen untuk membangun software yang sebelumnya membutuhkan sumber daya lebih besar.
Namun, kecepatan menulis kode tidak otomatis menghasilkan aplikasi matang. Software produktivitas membutuhkan pengujian menyeluruh, termasuk kompatibilitas dokumen, stabilitas, performa, dan penanganan kesalahan saat digunakan.
ArtCraft juga bukan satu-satunya penyedia alternatif Microsoft Office gratis. Sebelumnya, pengguna juga sudah memiliki pilihan seperti LibreOffice dan ONLYOFFICE yang lebih lama dikembangkan.
Saat ini, WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft lebih tepat dilihat sebagai proyek open-source yang menarik untuk diikuti atau dicoba, terutama bagi pengguna yang ingin bereksperimen dengan alternatif software berbayar.
Ketiganya bisa diakses melalui repositori resmi ArtCraft di GitHub. Namun, pengguna sebaiknya tetap membuat salinan cadangan dokumen sebelum mencoba aplikasi tersebut untuk membuka atau mengedit file penting.
Adobe Resmi Integrasikan Photoshop, Express, dan Acrobat ke ChatGPT
Di sisi lain, Adobe mengumumkan bahwa Photoshop, Express, dan Acrobat kini bisa digunakan langsung di dalam ChatGPT. Alih-alih membuka aplikasi terpisah, pengguna cukup memberi instruksi melalui percakapan, lalu ChatGPT akan mengeksekusi tugas tersebut menggunakan alat resmi Adobe. Pendekatan ini membuka peluang baru bagi pengguna kasual maupun profesional yang ingin mempercepat alur kerja kreatif tanpa berpindah aplikasi.
Fitur ini dihadirkan secara native, artinya pengguna bisa langsung meminta ChatGPT mengedit foto, membuat desain visual, atau memodifikasi PDF hanya dengan memberikan perintah bahasa natural. Adobe dan OpenAI mengklaim bahwa integrasi ini tetap mempertahankan kualitas output dari masing-masing produk Adobe, sehingga tidak sekadar menjadi shortcut, tetapi benar-benar menghadirkan kemampuan penuh dalam format percakapan.
Meski menjanjikan efisiensi tinggi, integrasi ini tetap menyisakan beberapa pertanyaan. Salah satunya soal batasan kemampuan dibandingkan aplikasi penuh, khususnya bagi desainer profesional yang selama ini bergantung pada kontrol granular. Selain itu, isu privasi dan keamanan dokumen juga akan menjadi sorotan mengingat file diproses dalam lingkungan AI yang terhubung ke cloud.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

