Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Alibaba Gaet UKM Indonesia Belajar E-commerce Ala China

Di Cina, e-commerce bukan eksklusif dinikmati oleh masyarakat kota. Masyarakat desa juga telah terlibat dalam jual beli online ini. Sejak tahun 2012, raksasa teknologi Alibaba Group memanfaatkan platform e-commerce Taobao yang masuk ke desa-desa dengan melatih para UKM. Konsep seperti ini pula yang dibawa ke Indonesia dan sejumlah negara melalui program Alibaba Global Course.

Di Indonesia, program ini dimulai dengan seminar yang dihadiri sekitar 1.000 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berlangsung di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta (5/12/2017). Acara Alibaba Global Course ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UKM dalam memahami industri e-commerce yang menghadirkan pembicara yang merupakan bagian dari grup Alibaba seperti Taobao University, Tokopedia, Lazada Indonesia, UCWeb, dan Alibaba.com.

Briang Wong, Vice President Alibaba Group mengatakan seminar Alibaba Global Course sejalan dengan misi untuk membantu pengusaha Indonesia dalam ekonomi digital. “Kami berharap seminar ini mampu membantu mereka untuk sukses di dunia e-commerce, baik dalam bidang analisis konsumen, best industry practice maupun kemampuan pemasaran. Pada akhirnya, kami berharap mereka dapat berkontribusi pada kesuksesan Indonesia dalam ekonomi digital dan menciptakan peluang karir yang inovatif,” ujar Briang Wong.

Briang Wong, Vice President Alibaba Group saat jumpa pers Alibaba Global Course.

Ia menjelaskan, penyelenggara kursus Alibaba Global Course adalah Taobao University, platform pendidikan dan pelatihan Alibaba Group yang menawarkan kesempatan belajar kepada praktisi e-commerce. Selama beberapa tahun terakhir, Taobao University telah menyelenggarakan lebih dari 30 kursus pelatihan di enam negara termasuk wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya, yang dihadiri lebih dari 2.600 peserta – termasuk lebih dari 2.500 UKM dan pengusaha.

Aktivitas ekonomi pedesaan yang tadinya bergantung kepada peran distributor dan terbatas dalam hal pemasaran menjadi lebih mudah dan cepat melalui fitur Taobao Marketplace. Di platform ini, petani dan pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa langsung mendirikan toko online dan menjual produk mereka baik itu hasil pertanian, kerajinan tangan, aksesoris ke masyarakat kota. Untuk ambisi ini, Alibaba tak main-main. “Alibaba telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 10 miliar yuan untuk mengembangkan  e-commerce di 1000 kota kecil dan 100.000 pedesaan,” jelas Brian Wong, Vice President Alibaba Group kepada Tirto, Rabu (6/10).

Related Posts
1 daripada 17

Di China sendiri, Alibaba melalui Taobao mengandalkan dua strategi untuk memperluas adaptasi teknologi perdagangan digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat desa. Strategi pertama adalah Rural Taobao yang fokus dalam mendirikan pusat layanan (termasuk infrastruktur internet) dan mengidentifikasi pengusaha muda kota yang dapat kembali ke desa untuk memulai bisnis e-commerce.

Sedangkan strategi kedua adalah Taobao Village yang merupakan inisiatif mandiri masyarakat desa untuk menggunakan platform e-commerce Taobao dalam menjual atau membeli berbagai produk. Aktivitas ekonomi pedesaan yang tadinya bergantung pada peran distributor dengan pemasaran yang terbatas bertransformasi menjadi lebih mudah dan cepat melalui fitur Taobao Marketplace. Di platform ini, petani dan pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa langsung mendirikan toko online dan menjual produk mereka baik itu hasil pertanian, kerajinan tangan, aksesoris ke masyarakat kota.

Sedangkan di Indonesia yang wilayahnya merupakan negara kepulauan, menurutnya menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, pada proggram Alibaba Global Course ini, Alibaba bekerjasama dengan pemain e-commerce lokal – yang juga sudah menjadi bagian dari Alibaba- seperti Tokopedia dan Bukalapak yang lebih mengerti kultur di Indonesia.

Di ajang Alibaba Global Course ini, Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison, yang berbagi wawasan mengenai bagaimana UKM dapat meningkatkan pengalaman belanja konsumen melalui teknologi digital dan mengembangkan bisnis mereka. Sedangkan Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri menyampaikan rahasia kesuksesan penjual yang telah mampu memanfaatkan platform Lazada untuk meningkatkan bisnis mereka.

Sementara itu, pembicara lain dari UCWeb, Alibaba.com, dan Taobao University mempresentasikan beragam topik, mulai dari tren terbaru untuk memperkenalkan merek dan konten pemasaran, menciptakan lini produk dan strategi penetapan harga, hingga tips membangun kepercayaan dengan pembeli Business to Business (B2B) dari seluruh dunia.

 

This post is also available in: enEnglish (English)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More