Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Facebook Garap Asisten Suara untuk Perangkat Oculus dan Portal

Facebook mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menggarap asisten suara digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Konfirmasi terkait asisten suara Facebook tersebut menanggapi kabar dari CNBC yang menunjukkan raksasa media sosial ini masih terus mengerjakan proyek yang sudah ditetapkan lama.

Inisiatif asisten suara Facebook ini dikerjakan sejak awal 2018 dari divisi augmented reality dan virtual reality yang mengerjakan perangkat keras, termasuk headset Oculus. Tepat sebelum Facebook mengumumkan mematikan layanan asisten pribadi M untuk messenger mereka.

Dahulu Facebook memang mencoba membuat jaringan bot yang kokoh untuk membuat lapisan AI pada Messenger. Berbagai fitur chatting otomatis dilengkapi pada messenger, seperti peringatan berita, dan bahkan game, kini bot pada Messenger pun masih ada.

Kini Facebook memang mengurangi fokusnya pada aplikasi pengiriman pesan dan lebih pada platform dengan interaksi yang tak menggunakan tangan. Cara berinteraksi yang digunakan lebih pada pengendalian melalui suara dan gesture.
Baca juga: Waduh 540 Juta Data Pengguna Facebook Terekspos di Server Umum

Portal Garapan Facebook
Portal Garapan Facebook

“Kami sedang bekerja mengembangkan teknologi asisten AI dan suara yang dapat berfungsi lintas jajaran produk AR/VR. Produk-produk tersebut mencakup Portal, Oculus dan produk masa depan,” ucap juru bicara Facebook kepada The Verge.

Related Posts
1 daripada 10

Pernyataan tersebut mendakan bahwa Facebook kemungkinan tak ingin bersaing dengan asisten digital lain seperti Alexa, Siri atau platform serupa. Fitur yang dibuat Facebook ini lebih eksklusif untuk peranti hardware yang digarap mereka.

Proyek Asisten Suara Facebook

Berdasarkan informasi dari CNBC, tim Facebook mengerjakan asisten ini di Redmond, Washington di bawah arahan Ira Snyder, GM Facebook Reality Labs dan Direktur AR & VR di Facebook. Laman LinkedIn Snyder juga mengungkap diri Ira sebagai direktur produk Facebook Assistant yang kemungkinan nama internal dari proyek tersebut. Masih belum jelas apakah nama tersebut sudah merupakan nama komersial yang akan dipakai saat diluncurkan nanti.

Facebook memang memiliki tujuan berupa pendekatan baru pada teknologi experimental. Tujuan ini berusaha diwujudkan dengan melibatkan berbagai divisi dan proyek pembuatan asisten suara digital. Sejak mengakuisisi Oculus pada tahun 2013, Facebook telah merombak beberapa struktur organisasi. Langkah terkini yang dilakukan baru-baru ini adalah membentu dua divisi baru.

Oculus Go
Oculus Go

Divisi pertama adalah hardware AR/VR yang bertanggungjawab mengembangkan perangkat chatting video Portal, termasuk sisa-sisa divisi Building 8 yang dibubarkan. Bulding 8 dulu dijalankan oleh mantan direktur DARPA dan pegawai Google, yaitu Regina Dugan yang meninggalkan perusahaan pada akhir 2017. Divisi kedua adalah Facebook Reality Labs yang dijalankan pelopor video game, Michael Abrash. Dia menjadi pegawai Facebook dari Oculus, dan kini menjabat sebagai kepala imluwan di perusahaan VR.

Tampaknya asisten AI Facebook digarap bersama oleh kedua divisi tersebut dengan menjabatnya Snyder pada kedua divisi. Apa pun tujuan akhirnya, jelas Facebook sedang fokus mengembangkan perangkat keras mereka untuk menyalurkan visi bagi masa depan. Salah satunya adalah dengan membekali AI pada platform-platform yang dimiliki Facebook dan tidak terbatas pada satu produk saja.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.