Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Paska Tsunami Selat Sunda: Layanan Seluler Aman, Hoaks Menyebar

Berada di kawasan cincin api, Indonesia menjadi negara yang termasuk rawan terhadap bencana alam. Beberapa bulan lalu, gempa bumi menerjang Lombok dan Palu. Akhir pekan ini, Indonesia kembali menghadapi musibah. Bencana tsunami Selat Sunda terutama di Anyer dan Lampung Selatan pada tanggal 22 Desember 2018 Pukul 21.27 WIB menelan ratusan korban jiwa.

Laporan terbaru, jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami Selat Sunda per 23/12/2018 pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka & 28 orang hilang. Kerusakan fisik: 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal-perahu rusak.

Bagaimana dengan layanan telekomunikasi? Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan bahwa bencana tsunami Selat Sunda di kawasan Anyer, Pandeglang, dan Lampung Selatan tidak mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur telekomunikasi seluler maupun jaringan telekomunikasi tetap.

“Secara umum layanan telekomunikasi seluler telah berjalan normal sampai dengan pagi ini pukul 07.00 WIB. Kendati demikian, berdasarkan pantauan Kemkominfo, ada beberapa BTS yang tidak bisa berfungsi normal karena listrik padam di sejumlah kawasan Banten dan Lampung Selatan,” kata Ferdinandus Setu,  Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo di Jakarta (23/12/2018).

Dijelaskan lebih lanjut, saat ini operator telekomunikasi tengah melakukan pemulihan pasokan catu daya listrik dengan mobile backup power. Tim lapangan tengah standby dan menuju lokasi BTS untuk menyiapkan genset atau melakukan penggantian baterei sebagai catu daya BTS di kawasan yang mengalami pemadaman listrik.

Untuk jaringan telepon tetap (fixed line), koondisi jaringan Telkom di STO Kalianda, STO Ciwandan, STO Pasauran dan STO Labuhan semua dalam kondisi aman dan bisa beroperasi.

Hal senada dinyatakan oleh Indosat Ooredoo yang menyebut kondisi jaringan telekomunikasinya masih aman paska bencana tsunami Selat Sunda pagi ini. “Kondisi jaringan telekomunikasi Indosat Ooredoo dalam kondisi aman dan masih melayani masyarakat dengan baik, hanya beberapa BTS saja yang mengalami gangguan karena ketiadaan pasokan listrik dari PLN,” kata Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Ia mengatakan bahwa tim teknis jaringan kami terus memantau situasi dan berupaya untuk memulihkan kondisi jaringan sesegera mungkin terkait kondisi terakhir di lapangan. Pada saat yang sama Indosat Ooredoo memantau kondisi masyarakat terdampak bencana untuk menyiapkan kegiatan dan bantuan sosial yang dibutuhkan dalam situasi darurat, sehingga dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

Begitupun dengan XL Axiata yang menyatakan bahwa jaringan telekomunikasi XL Axiata dalam kondisi aman pasca tsunami Selat Sunda. “Alhamdulillah jaringan kami di sekitar Pandeglang/Anyer dan Kalianda/Lampung sejauh ini aman dan normal. Tidak terdampak dengan adanya kejadian tersebut,” ujar  Tri Wahyuni, Group Head Corporate Communication XL Axiata, dalam pernyataan tertulisnya.

Sementara itu Telkomsel menyatakan bahwa jaringan BTS Telkomsel tidak terkena air akibat gelombang tinggi tersebut. Namun ada beberapa layanan BTS yang tidak berfungsi akibat padamnya arus listrik dari PLN. Menurut Aldin Hasyim, Manager Corporate Communication Telkomsel Area Jabotabek Jabar, upaya pemasangan genset pada BTS yang padam listriknya sedang dilakukan agar layanan komunikasi kembali pulih.

Waspadai Hoaks Seputar Bencana Tsunami Selat Sunda

Related Posts
1 daripada 198

Ada saja orang yang memanfaatkan bencana alam dengan menyebar hoaks. Bencana tsunami Selat Sunda pun tak lepas dari hoaks. Beredar konten di media sosial yang menampilkan sebuah alat di Desa Selat Duda yang disebut dapat mendeteksi letusan gunung dalam kurun waktu 2 jam sebelum meletus. Konten itu langsung dibantah  oleh Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Sutopo menyatakan alat tersebut merupakan sirine untuk memberi peringatan dini saat ada bahaya dari letusan Gunung Agung dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi letusan gunung. Cara kerja alat itu mirip dengan sirine tsunami, namun alat ini dapat dibawa ke mana saja.

Selain itu, beredar SMS dari nomor +6281803016426 yang menyampaikan agar warga Indonesia berjaga-jaga mulai tanggal 21 sampai akhir bulan Desember 2018 karena akan terjadi bencana. Dalam pesannya, pengirim mengakui pesan itu disampaikan anggota BMKG.

Hal tersebut langsung dibantah BMKG dengan menyatakan pesan tersebut adalah hoaks. Melalui Twitter resmi, BMKG menyebutkan pesan tersebut dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Warga dipersilahkan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sambil tetap mengecek informasi cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru.

Kementerian Kominfo juga mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya berkaitan dengan bencana ini.

Jika ditemukan informasi yang tidak benar dapat segera melaporkan ke aduankonten.id atau lewat akun twitter @aduankonten.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: