Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Kenapa sih Apple Kasih Nama “Bionic” di Chipset A11 yang Digunakan iPhone Terbaru?

Terlepas dari pemilhan nama yang terkesan "ngasal" tersebut, Apple A11 sendiri tercatat di beberapa benchmark berhasil mengalahkan performa chipset Snapdragon 835.

Apple baru aja meluncurkan iPhone terbaru yang menggunakan chipset A11 Bionic yang membuatnya mampu mengalahkan performa MacBook. Ternyata ada alasan kenapa vendor Cupertino itu memberikan embel-embel pada chipstet terbarunya tersebut.

Buat kamu yang pernah nonton “Bionic Woman”, pastinya menganggap bahwa chipset Apple A11 diambil dari judul serial TV tersebut. Seharusnya sih iya, secara karakter cewek jagoan itu digambarkan sebagai sosok android yang kuat, cepat, dan tangguh.

Nah, ternyata Apple A11 tidak ada hubungannya dengan “Bionic Woman”, sekalipun chipset ini diklaim sebagai chipset tercepat sejagat. Berdasarkan informasi yang dikutip dari The Verge, Rabu (20/9/2017), nama tersebut digunakan karena mudah diingat. Sesimpel itu aja.

“Disebut Bionic karena perusahaan menyadari nama seperti A8 dan A9 kurang begitu menarik dibandingkan chipset kompetitor, makanya kami mulai memberikan nama tambahan ‘Fusion’ pada chipset A10 yang dirilis tahun lalu,” begitu pernyataan dari pihak Apple.

Jadi, seperti halnya Bionic, nama Fusion pada chipset A10 juga tidak ada arti apa-apa, cuma hanya permainan kata-kata. Memang sih, kalau dipikir-pikir kedua nama itu lebih keren dibandingkan A10 dan A11 yang terlalu teknikal.

Terlepas dari pemilhan nama yang terkesan “ngasal” tersebut, Apple A11 sendiri tercatat di beberapa benchmark berhasil mengalahkan performa chipset Snapdragon 835 yang digunakan smartphone berbasis Android rilisan terbaru.

Related Posts
1 daripada 334

Misalnya aja, Geekbench memberikan skor 9.983 pada iPhone 8 untuk multicore dan 4.198 untuk single-core. Jika dibandingkan Samsung Galaxy S8 yang skor single-core hanya 6.495 tentunya membuat iPhone 8 bukan lawan seimbang untuk performa.

Bahkan, pada iPhone 7, performa iPhone 8 dinilai 25% lebih baik untuk pengujian single-core dan 80% untuk multicore. Di benchmark yang sama, chipset A11 juga performanya melampaui chipset Intel Core i5 yang digunakan pada MacBook. Sadis nggak sih, Gizmolovers?

chipset Apple A11
iPhone terbaru yang sudah menggunakan chipset Apple A11 Bionic.

 

Soal permainan kata, Apple memang harus diakui sebagai jagonya. Bahkan vendor ini mampu menciptakan Retina Display pada iPhone seolah-olah sebagai layar yang paling hebat dibandingkan smartphone lainnya yang sudah mengusung Quad HD. Belum lagi istilah kamera iSight dan “i” lainnya yang bikin para fanboy merasa tambah keren.

Setelah Fusion dan Bionic, kira-kira Apple bakal punya julukan apa lagi ya buat chipset terbarunya nanti. Main tebak-tebakan dari sekarang yuk, Gizmolovers!

This post is also available in: enEnglish (English)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More