Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Dahsyatnya Drone yang Ledakkan Kilang Minyak Dunia Saudi Aramco

Pusat kilang minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco meledak pada Sabtu, 14 September 2019, saat subuh. Bukan karena nuklir atau senjata pengendali jarak jauh, melainkan drone. Memang cukup dahsyat ledakannya, padahal drone ukurannya cukup kecil.

Dilansir melalui The Guardian, Minggu, 15 September 2019, penyelidik dari PBB telah mengetahui drone yang digunakan oleh para pemberontak untuk memporakporandakan fasilitas minyak milik pemerintah Arab Saudi itu. Drone tersebut adalah UAV-X yang dibuat oleh pemberontak Houthi Yaman.

“Drone itu buatan terbaru milik Houthi, yakni UAV-X yang bisa terbang dengan jarak 1.500 kilometer. Artinya, drone tersebut bisa diterbangkan dari Yaman sampai ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab,” ujar pihak PBB.

Related Posts
1 daripada 5

Ini merupakan kesekian kalinya pemberontak di Yaman mengganggu fasilitas penting milik Arab Saudi dengan menggunakan drone. Sebelumnya, mereka pernah mengirimkan drone untuk mengganggu sistem radar baterai misil Patriot milik Arab Saudi. Di bulan Mei, mereka juga pernah mengirimkan drone untuk menyerang saluran pipa Arab Saudi, atau menyerang kawasan produksi minyak Shaybah di bulan Agustus.Peneliti senior untuk drone dari PAX, Wim Zwijnenburg, mengungkap jika pembuatan satu unit drone UAV-X membutuhkan biaya kurang dari US$15.000 atau sekitar Rp200 jutaan.

Harga sebesar itu ternyata mampu melumpuhkan kilang minyak Saudi Aramco dan membuatnya rugi sampai miliaran dolar karena satu hari, kilang tersebut mampu memproduksi sampai 7 juta barel minyak.

Juru bicara milisi Houthi, Yaman yang bernama Yahya Sarie, mengaku organisasi pemberontak yang dipimpinnya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka mengklaim telah menerbangkan sekitar 10 unit drone untuk menyerang Aramco.

Dilansir melalui AFP, serangan drone telah mampu membakar fasilitas minyak Aramco di dua tempat, yakni Abqaia dan Khurais. Ini bisa dibilang sangat memalukan karena Arab Saudi pernah mengaku mereka menggelontorkan sampai US$295 miliar budget untuk pertahanan. Jumlah sebesar itu ternyata tak bisa menghalau drone dengan harga ribuan dolar.