Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Waduh Ternyata Direct Messages Twitter Masih Tersimpan Walau Sudah Dihapus

Pesan selama bertahun-tahun bisa diunduh dari fitur Your Twitter Data

Twitter masih menyimpan data pesan pribadi di Direct Messages selama bertahun-tahun, bahkan termasuk pesan yang sudah kamu hapus. Malah pesan Direct Message Twitter dari dan ke akun yang sudah dinonaktifkan dan disuspen pun masih disimpan. Hal ini diungkapkan oleh peneliti keamanan Karan Saini.

Saini menemukan pesan yang sudah bertahun-tahun dari akun yang sudah tak ada lagi di Twitter. Pesan tersebut ada dalam file dari arsip data yang diperoleh melalui website Twitter. Dikutip dari TheCrunch, Saini mengatakan bahwa dia khawatir data tersebut dipertahankan Twitter dalam waktu cukup lama.

Peneliti tersebut juga melaporkan bug yang sama, ditemukan setahun sebelumnya, tetapi belum diungkap sampai sekarang. Bug tersebut memungkinkan untuk memakai suatu API untuk menarik pesan direct message. Pesan bahkan stetap dapat ditarik setelah dihapus dari sisi pengirim dan penerima.

Baca juga: Aplikasi Twitter Lite, Solusi bagi Kuota Cekak Tapi Ingin “Berkicau”

Direct Message Twitter Masih Tersimpan

Twitter sempat memperbolehkan pengguna untuk membatalkan pengiriman pesan Direct Message dari inbox orang lain hanya dengan menghapusnya dari akun sendiri. Tetapi Twitter mengubahnya setahun lalu dan hanya memungkinkan pengguna untuk menghapus pesan di akun mereka saja. Pihak lain di percakapan tersebut masih bisa melihat DM atau percakapan yang telah dihapus. Hal ini diungkap Twitter di halaman bantuan mereka.

Related Posts
1 daripada 13

Pada kebijakan privasi Twitter dikatakan siapa pun yang ingin meninggalkan layanan tersebut dapat menonaktifkan lalu menghapusnya. Setelah masa tenggang 30 hari, akun akan menghilang bersama dengan datanya.

Your Twitter Data
Menu Your Twitter Data

Tetapi setelah dilakukan uji coba dengan mengunduh “your twitter data” ternyata masih memungkinkan untuk mengunduh seluruh data yang disimpan Twitter. Tentunya ini merupakan persoalan privasi dan pengingat bahwa “delete” atau hapus bukan berarti menghapus, terutama dengan direct messages.

Juru bicara Twitter mengatakan bahwa perusahaan tersebut sedang menyelidiki hal ini lebih jauh untuk memastikan telah mempertimbangkan seluruh cakupan masalah.

Pelanggaran Undang-undang Perlindungan Privasi Data

Mempertahankan direct messages selama bertahun-tahun bisa menempatkan Twitter pada wilayah abu-abu pada undang-undang perlindungan data yang baru. Undang-undang tersebut memungkinkan pengguna untuk meminta perusahaan menghapus data mereka. Perusahaan dapat didenda sampai 4% dari investasi mereka tahun depan karena melanggar undang-undang General Data Protection Regulation (GDPR).

Tampaknya ini jadi pengingat kita semua agar waspada di internet. Tak ada yang benar-benar hilang, bahkan ketika suatu perusahaan mengatakan sudah dihapus.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.