Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Dropbox Ingin Melantai di Bursa, Incar US$500 Juta

Buat kalian yang suka bagi-bagi file lewat Dropbox, hari ini vendor software tersebut mengumumkan prospektus yang memberi informasi keuangan dan siapa saja investor di balik Dropbox.

Dropbox ingin mengincar hingga US$500 juta dalam penawaran saham umum perdana yang akan mereka lakukan. Walau mematok target tinggi, pihak Dropbox tidak memberi cakupan harga per lembar saham yang akan dijual nantinya.

Tetapi menurut CNBC.com, reksadana baru-baru ini menilai firma ini berharga sekitar antara US$6,6 miliar dan US$8,5 miliar. Pendiri sekaligus CEO Dropbox Drew Houston memegang saham terbesar dengan 25% sebelum penawaran saham perdana ini. Sedangkan Arash Ferdowsi, pendiri yang lain sekaligus mantan kepala bagian teknologi, mengantongi saham 20%.

Baca juga: Telkomsel CloudMAX Permudah Pelanggan Berbagi dan Simpan File di “Awan”

Sequoia Capital memegang 23% saham diikuti oleh Accel dengan 5% serta T. Rowe Price dengan 3,5% saham. Diterjemahkan ke dalam uang maka saham kepunyaan Houston senilai sekitar US$1,9 miliar. Lalu saham milik Sequoia bernilai sekitar US$1,7 miliar. Angka tersebut tentu saja akan berubah tergantung pada harga saham ketika nanti sudah mulai melantai di bursa.

Related Posts
1 daripada 207

DropBox, Inc., didirikan oleh Houston dan Ferdowsi, di San Francisco, AS pada 2007. Perusahaan yang bergerak di cloud storage dan file hosting ini jadi salah satu favorit pengguna untuk menyimpan data dan berbagi dengan orang lain dengan kapasitas file yang bisa sangat besar.

Data per 2016, Dropbox telah memiliki 500 juta pengguna di seluruh dunia dan tersedia dalam 17 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Selain Dropbox, penyedia file storage yang sudah pasti kita kenal di antaranya adalah Google Drive. Salah satu kompetitor DropBox ini dapat dengan mudah kita dapatkan sebab menjadi satu dengan file bikinan Google, yakni Gmail.

Ada pula Box yang menurut Investopedia telah memiliki 41 juta pengguna dan 59 ribu pengguna yang merupakan pebisnis. Perusahaan yang didirikan pada 2005 tersebut mengelola data dari 59 perusahaan yang masuk dalam jajaran Fortune 500 untuk berbagai industri.

E-commerce raksasa Amazon tidak mau ketinggalan. Selain meraup banyak untung dari jual dan beli secara online, Amazon juga mempunyai anak usaha tempat orang bisa berbagi file, foto, vide dan jenis file lainnya. Salah satu ‘jualannya’ tempat orang bisa menampung file, Amazon Drive, juga tidak kalah canggih dari DropBox. Layanan ini pertama kali diperkenalkan pada Maret 2011 lalu kini memberi banyak layanan lintas harga.

Jasa dasar yang ditawarkan oleh Amazon Drive mulai dari bebas menyimpan hingga 5GB lalu diikuti oleh level Utama dengan kuota simpan foto tak terbatas selain bebas simpan video hingga 5GB dan file lain dengan terlebih dahulu menjadi anggota Amazon. Ada pula yang berbayar dengan bisa menyimpan file mencapai 1TB dengan patokan harga tertentu.

This post is also available in: enEnglish (English)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More