Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui Donasi Flash Disk

Akademi Berbagai dan Inibudi.org mengajak masyarakat berpartisipasi di Gerakan 1945 Diska Lepas

Ketika dunia sudah sibuk dengan Artificial Intelegent atau Machine Learning, tak sedikit anak lulusan SMA di pelosok yang bahkan menuliskan email pun tidak bisa. Keresahan mengenai masalah kualitas pendidikan di Indonesia inilah yang memicu Akademi Berbagi dan Inibudi.org mengadakan program Gerakan 1945 Flash Disk.

Dua organisasi non profit tersebut menginisiasi ajakan pengumpulan sebanyak 1945 flash disk (diska lepas) kepada masyarakat luas. Diska lepas tersebut nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Indonesia untuk mempercepat akses pendidikan dan juga peningkatan mutu siswa sekolah.

Program tersebut diadakan bukan tanpa dasar. Akademi Berbagi mengutip data dari Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) tahun 2016, yang menyebutkan sekitar 48.000 sekolah dari total 165.000 sekolah yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI masih minim fasilitas untuk mengakses teknologi. Data lain menunjukkan, bahwa pada tahun 2011, sebanyak 88,8% sekolah di Indonesia mulai SD hingga SMA belum melewati mutu standar pelayanan minimal.

Poster gerakan 1945 flash disk

Ainun Chomsun, Founder Akademi Berbagi, mengatakan ketika dirinya terlibat bergerak di dunia pendidikan, menjadi tahu bahwa masalah di dunia pendidikan sangat besar. Saking besarnya masalah, tidak mungkin dikerjakan satu atau dua organisasi saja. Butuh banyak pihak untuk terlibat aktif dan membutuhkan komitmen besar, karena perubahan butuh waktu panjang, tenaga dan dana yang besar.

Gerakan 1945 Flash Disk yang diinisiasi oleh Akademi Berbagi dan Inibudi.org ini dianggap sebagai salah satu cara untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Ia mengajak masyarakat ikut serta menyumbang diska lepas berkapasitas 32 GB, minimal 16GB.

Targetnya, jumlah diska lepas yang terkumpul sebanyak 1945 buah dengan periode waktu pengumpulan selama tiga bulan mulai 28 Agustus sampai 10 November 2017. “Flash disk yang terkumpul akan diisi konten edukasi materi belajar mengajar yang kemudian akan didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Tentunya, harapan kami lewat inisiasi ini, mutu pendidikan yang berbasis teknologi menjadi lebih terdepan,” kata Ainun Chomsun.

Related Posts
1 daripada 277

Sementara itu Najeela Shihab, Founder Inibudi.org mengatakan di tengah pesatnya kemajuan teknologi, menuntut kita untuk mampu beradaptasi, tak terkecuali anak-anak Indonesia yang sedang menuntut ilmu. Inibudi.org memiliki materi edukasi yang bisa diakses oleh siapapun dari website inibudi.org atau jaringan Youtube.com/inibudiorg yang bisa digunakan oleh siswa dan guru di sekolah formal mulai dari sekolah dasar, menengah, dan atas.

“Sayangnya, masih ada di beberapa wilayah yang masih minim akses pendidikan, sehingga materi edukasi yang kami miliki belum dapat dirasakan oleh siswa-siswi Indonesia lainnya. Semua video Inibudi.org dirancang oleh guru dan orang-orang yang kompeten di bidangnya, disesuaikan dengan tujuan dan materi kurikulum nasional. Sejalan dengan komitmen kami untuk menumbuhkan potensi siswa secara utuh melalui beragam video pengetahuian umum dan pengembangan pribadi,” kata Najeela.

Mereka berharap, Gerakan 1945 Flash Disk dapat menjadi awal untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia. Memberikan sumbangsih bagi perbaikan mutu dan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

Masyarakat yang ingin menyumbang di gerakan 1945 Flash Disk bisa mengirimkan ke kantor Akademi Berbagi di Jl Kaium Jaya No 17 Cilandak, Jakarta Selatan atau ke kantor Inibudi di Jl. Jeruk Puruk No 11, Cilandak, Jakarta Selatan. Serta dapat juga melalui pemberian donasi berupa uang untuk pembelian diska lepas melalui laman Kita Bisa.

Setelah periode pengumpulan dan pengisian materi selesai pada 10 November 2017, diska lepas akan mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah terutama di wilayah Indonesia Timur yang bekerjasa sama dengan Taman Bacaan Pelangi, serta untuk wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa menggunakan jaringan Akademi Berbagi yang tersebar ke berbagai kota di Indonesia.

This post is also available in: enEnglish (English)