Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Bidik Milenial, HappyFresh Tampil Lebih Fresh

Menginjak usianya yang keempat, HappyFresh semakin menggeliat. Platform belanja kebutuhan sehari-hari yang berbasis di Jakarta Selatan ini baru saja melakukan rebranding. Mereka memperkenalkan wajah baru yang lebih “fresh” untuk menargetkan pembeli milenial.

Hal paling terlihat, HappyFresh mengusung slogan ‘Freshly Handpicked’, yang diikuti dengan tampilan logo baru serta wajah baru pada maskot Apple Boy. Mereka berupaya memberikan pengalaman berbelanja kebutuhan harian secara daring yang mengesankan melalui kualitas pemilihan produk pesanan yang semakin ditingkatkan.

Menurut David Lim, VP, Marketing, HappyFresh, di Asia Tenggara, bisnis grocery secara daring saat ini sedang berada pada momentum pertumbuhan tertingginya. Di mana pihaknya berupa memperkuat pasar milenial yang sangat mengedepankan kualitas dan layanan untuk belanja kebutuhannya.

“Dengan mengusung tampilan baru ini, Bagi kami yang terpenting adalah memberikan manfaat lebih besar bagi pelanggan. Selain itu, kami juga telah melakukan berbagai peningkatan dari sisi layanan terutama layanan antar, di mana jangka waktu antar semakin konsisten,” ujar David, saat jumpa pers di kantor HappyFresh di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan (3/7/2019).

Baca juga: Asyik! Kini Bisa Pesan & Kirim Makanan Go-Food di Kota Berbeda

HappyFreshHal Baru di HappyFresh

Ronald Chan, COO, HappyFresh, mengatakan bahwa pada aplikasi HappyFresh telah ada fitur baru yaitu ‘chat’ untuk memudahkan komunikasi antara pelanggan dan shopper, terutama ketika shopper menemukan produk yang dipesan tidak tersedia/stoknya habis.

Fungsi Chat di aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur terjemahan otomatis yang dapat berguna bagi pelanggan yang hanya bisa berbahasa asing untuk dapat berkomunikasi dengan shopper HappyFresh. Mengingatkan fitur serupa yang ada di aplikasi Grab.

Related Posts
1 daripada 10

Untuk memastikan kesegaran dan kualitas bahan makanan yang dipesan, HappyFresh juga telah meningkatkan peralatan antar. Sebagai contoh, startup ini telah mengaplikasikan kantung kemas termal untuk membawa produk beku dan dingin.

“Kami juga menggunakan kotak kardus atau tas biodegradable yang menarik dan ramah lingkungan untuk mengirimkan barang pesanan pelanggan. Saat ini, semua kotak isolasi termal sudah tersedia di seluruh armada kurir HappyFresh untuk menjaga kualitas barang belanjaan dari panas ataupun hujan,” ujar Ronald.

Hal itu sejalan dengan langkah perusahaan untuk mengedepankan aspek keberlanjutan. Mulai dari kantong belanja biodegradable oxiumakan digunakan untuk mengemas produk pada proses pengiriman. Langkah ini akan dimulai terlebih dahulu di Indonesia, kemudian diikuti oleh Malaysia, dan Thailand pada akhir tahun ini. Kantong Oxium tersebut dapat terurai 100% dengan sendirinya.

Dan sehubungan dengan peluncuran tampilan baru ini pula, selama bulan Juli akan ada berbagai kampanye dan promosi untuk para pelanggan HappyFresh.

Pendanaan USD 20 Juta

HappyFresh terbilang sebagai startup yang seksi di kalangan investor. Setidaknya, platform ini pada awal tahun lalu telah menutup pendanaan seri C. Pendanaan USD 20 juta atau sekitar Rp282 miliar ini dipimpin oleh Mirae Asset-Naver Growth Fund, dengan mitra strategis lainnya, seperti LINE Ventures, Singha Ventures, dan Grab Ventures.

Hasil pendanaan akan digunakan untuk ekspansi ke berbagai kota dan negara, serta investasi teknologi, dan untuk mendukung pertumbuhan tim HappyFresh dari sejumlah fungsi seperti big data, dan teknologi omnichannel. Sementara itu pendanaan HappyFresh seri B dipimpin oleh Samena Capital.

HappyFresh saat ini telah beroperasi tidak hanya di kantor pusatnya di Indonesia, tetapi juga telah merambah Malaysia dan Thailand. Untuk Indonesia sendiri, layanan ini telah beroperasi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Malang. Didirikan sejak tahun 2015, saat ini HappyFresh telah bekerjasama dengan setidaknya 92 supermarket dan 278 toko berkategori khusus.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.