Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Instagram Berencana Sembunyikan Jumlah Like Pada Konten

Instagram telah mempertimbangkan untuk menyembunyikan jumlah like pada konten, baik itu foto maupun video. Dengan demikian pengguna tidak bisa melihat seberapa banyak orang yang telah memberi tanda like pada suatu konten yang diposting secara individual. Fitur yang menyembunyikan jumlah hitungan like tersebut belum dirilis, tetapi terpergok oleh pemburu kode program, Jane Wong.

Wong mengatakan bahwa uji fitur tersebut menyatakan bahwa Instagram ingin pengikut akun Instagram untuk fokus pada apa yang dibagi, bukan jumlah like yang diperoleh konten tersebut. Hanya orang yang memposting konten tersebut yang bisa melihat jumlah like yang diterima. Hal ini sebagaimana dinyatakan pada aplikasi, yaitu, “We want your followers to focus on what you share, not how many likes your posts get“.

Ilustrasi Instagram Pertimbangkan Sembunyikan Jumlah Like (sumber: Pixabay)
Ilustrasi Instagram Pertimbangkan Sembunyikan Jumlah Like (sumber: Pixabay)

Pernyataan Instagram

Related Posts
1 daripada 8

Pada suatu pernyataan kepada The Verge, juru bicara Instagram mengatakan bahwa saat ini mereka tidak menguji fitur tersebut. Kendati demikian mereka sedang mengeksplorasi cara untuk mengurangi tekanan pada Instagram. Ini adalah hal yang selalu mereka pikirkan.

Rincian dari uji coba tersebut tiba sehari setelah media Inggris, Independent mengindikasikan bahwa Kantor Komisaris Informasi Inggris menyarankan agar platform sosial seperti Instagram dan Snapchat menawarkan pilihan untuk mematikan fitur like. Kendati demikian mereka tetap mendorong pengguna untuk tetap mengunggah konten. Instansi tersebut ingin memblokir fitur-fitur yang menunjukkan jumlah like demi melindungi keselamatan dan privasi pengguna platform yang lebih muda.

Fitur Like Pada Media Sosial

Tentu ini akan menjadi perubahan yang sangat besar mengenai bagaimana platform tersebut menjalankan fungsinya. Saat ini like memang telah menurunkan moral seseorang. Masyarakat terdorong untuk mengunggah konten demi insentif berupa like dan menunjukkan kinerja dari konten tersebut. Like juga mendorong konten yang kurang asli, atau sudah disunting. Bahkan saat ada peristiwa darurat orang lebih mementingkan untuk memotret dan merekam kejadian untuk diunggah ketimbang memberikan pertolongan.

Kendati demikian, tetap ada konten-konten yang cukup menghibur seperti pemandangan indah yang luar biasa, adegan dalam game, perayaan pesta demokrasi seperti yang baru saja berlangsung di Indonesia. Nah, kamu sendiri termasuk yang mana? Mengunggah konten untuk sekedar mengunggah saja atau mengejar target jumlah like tertentu?

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More