Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Layar Lipat Bermasalah, Begini Cara Samsung Perbaiki Galaxy Fold

Konsep smartphone dengan layar lipat memang sangat inovatif. Namun masalah baru justru muncul. Seperti dialami Samsung Galaxy Fold yang beberapa waktu lalu sempat viral di internet. Perangkat terbaru Samsung tersebut mengalami kerusakaan pada layar setelah beberapa hari digunakan. 

Cacat yang paling terlihat pada device ini adalah terlepasnya lapisan tipis di layar setelah dilipat beberapa kali. Ketika beberapa pengguna mencoba melepasnya, kerusakan malah semakin parah. Hal ini pula yang disinyalir membuat Samsung menunda penjualan secara masif.

Setelah menerima banyaknya keluhan dari pengguna, seperti dilansir dari Bloomberg, (3/7/2019) Samsung menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini. Caranya dengan memperluas lapisan tipis itu ke seluruh bagian layar hingga bezel terluar. Hal ini membuat lapisan tipis ini tidak akan dapat dilepas oleh tangan pengguna.

Tidak hanya itu, pada engselnya kini juga mendapat perbaikan. Samsung memodifikasinya sehingga saat perangkat dibuka, engsel ini dapat membantu lapisan layar untuk meregang lebih jauh.

Ini dapat membuat lapisan layar tersebut menjadi lebih kuat dan tampak lebih natural. Jadinya, lapisan layar ini sangat berguna untuk memproteksi layar dan bukan lapisan seperti anti gores biasa. Perbaikan ini juga diklaim dapat meminimalisir akan adanya bekas lipatan di tengah-tengah perangkat setelah dibuka-lipat selama berkali-kali.

Disebutkan, Samsung sedang berada pada fase akhir untuk memproduksi versi komersialnya dari device layar lipat ini dengan desain baru.

Related Posts
1 daripada 357

Baca juga: Rekomendasi Jajaran TV Samsung LED 32 Inch Terbaik

Terburu-buru Rilis Samsung Galaxy Fold

Terkait masalah ini, DJ Koh, CEO Samsung, akhirnya angkat bicara. Berdasarkan laporan The Independent, ia mengaku terburu-buru saat memperkenalkan Samsung Galaxy Fold.  “Ini memalukan. Saya memperkenalkannya sebelum (Galaxy Fold) siap,” ujarnya.

DJ Koh mengakui ada beberapa hal yang luput dari pengamatan sebelum Galaxy Fold diperkenalkan publik. Ia menyebut Samsung tengah melakukan proses perbaikan dan saat ini ada lebih dari 2.000 perangkat yang sedang diuji coba dari berbagai aspek.

Sebagai informasi, Samsung Galaxy Fold menjadi ponsel lipat pertama yang diluncurkan ke pasar pada bulan April 2019 lalu. Sekitar 50 unit seharga US$ 1.980 (Rp 27,8 juta) telah dikirim untuk ditinjau oleh wartawan, analis dan blogger di Amerika Serikat sebelum rencana peluncuran pada 26 April.

Sayangnya, Samsung belum memberi keterangan waktu yang pasti mengenai jadwal peluncuran perangkat ini. Produsen asal Korea Selatan tersebut akan segera mulai mengirimkan komponen-komponen utama Galaxy Fold seperti layar dan baterai, ke pabrik utama di Vietnam.

Bagaimana dengan pabrik di Indonesia? Masih belum ada kabar. Semoga saja perangkat inovatif tersebut segera masuk Tanah Air.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.