Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Dengan Merek Baru Net1 Indonesia, Sampoerna Telekom Siap Menggelar Layanan 4G LTE di Frekuensi 450MHz

Kalian pernah dengar Ceria? Mungkin sayup-sayup pernah mendengar karena namanya kurang populer. Ini adalah operator CDMA milik PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang lebih banyak beroperasi di pedesaan atau rural area dengan lisensi spektrum 450.0MHz-457.5MHz dan 460.0MHz-467.5MHz. Pada September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450Mhz secara nasional.  Setelah itu, mereka mengganti nama menjadi Net1 Indonesia.

Sebagai satu-satunya pemain telpon nirkabel yang bergerak di jaringan 450 Mhz, ini bisa menjadi bagi Net1 Indonesia. Karena sangat sedikit perangkat yang beredar di pasar yang memakai frekuensi tersebut. Di sisi lain, ini menjadi peluang bagi Net1 Indonesia untuk menjual perangkatnya sekaligus kepada konsumen sehingga bisa mengontrol seluruh layanan. Seperti yang pernah dilakukan oleh Smartfren ketika masih menjadi operator CDMA.

Menurut pihak STI,  frekuensi 450MHz dinilai sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki populasi penduduk tersebar secara geografis. Karena jangkauan sinyal 4G LTE 450Mhz Net1 Indonesia dapat mencapai lebih dari 100 km. Dengan karakteristik ini, mereka akan lebih fokus membawa layanan 4G LTE ke daerah perdesaan dan sub urban.

Di masa depan, STI optimis memiliki kemampuan untuk menyediakan akses jaringan LTE-450 untuk 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 14.000 pulau. Diam-diam, saat ini layanan Net1 Indonesia yang berjalan di jaringan 4G LTE 450Mhz telah beroperasi di Aceh, Banten, Bali, NTB, Sulawesi Barat, dan Maluku. Target penyebaran 4G LTE untuk seluruh Indonesia pada akhir 2018.

Kerjasama dengan PT INTI

 

Ki-ka: Larry Ridwan, CEO Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Darman Mappangara, CEO PT INTI, menunjukkan perangkat-perangkat telekomunikasi yang diproduksi PT INTI untuk mendukung layanan Net1 di Indonesia (Foto: Dok STI)
Related Posts
1 daripada 267

Agar layanan Net1 Indonesia dapat berjalan lebih maksimal, STI berupaya menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak yang telah memiliki pengalaman dalam bidang telekomunikasi. Salah satunya adalah dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau disebut PT INTI. Mereka dipercaya sebagai salah satu mitra untuk memproduksi perangkat telekomunikasi yang dapat mengakomodir frekuensi 450Mhz.

PT INTI dianggap mampu untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menkominfo, sampai dengan Januari 2017, TKDN yang harus dipenuhi oleh para Vendor Pembuat Alat dan Perangkat Telekomunikasi adalah 20% bagi Subscriber Station (SS) dan 30% bagi Base Station (BS).

“Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama dari dua perusahaan teknologi telekomunikasi Indonesia untuk tumbuh bersama dalam memajukan memberikan akses internet yang luas, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Larry Ridwan, Chief Executive Officer STI, saat penandatangan MoU di kantor PT STI, Jakarta (07/08/2017)
Dukungan dari PT INTI ini akan memperlancar distribusi Net1 Indonesia dalam hal penyediaan perangkat 4G LTE dan peranti pendukungnya, khususnya kategori pelanggan Business to Business (B2B). Larry menambahkan, konektivitas berupa jaringan 4G LTE dari Net1 dan perangkat dari PT INTI ini diharapkan akan memberikan dampak positif guna memperlancar serta mendorong pertumbuhan bisnis-bisnis berbasis IoT (Internet of Things) di lingkungan perkotaan maupun perdesaan.
Sementara itu Darman Mappangara, CEO PT INTI, berharap nota kesepahaman yang dilakukan antara kedua perusahaan tidak berhenti sebatas penyediaan perangkat 4G LTE. “Kerja sama ini juga membuka peluang untuk membangun roadmap business model, mengembangkan inovasi serta berkolaborasi untuk kerja sama strategis lainnya di masa mendatang,” kata Darman.

This post is also available in: enEnglish (English)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.