Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Penjualan iPhone Merosot Parah, Ada Apa?

Untuk pertama kalinya, penjualan iPhone tidak terlalu menggembirakan Apple.

Tahun 2018 seperti memang bukan milik Apple. Ya, kinerja penjualan iPhone terbaru yang digawangi iPhone XR, XS, dan XS Max ternyata tidak terlalu menggembirakan.

Hal ini terungkap lewat laporan yang dirilis Counterpoint Reseach, Senin (7/1/2019) yang menyebutkan penjualan iPhone terbaru pada bulan November tahun lalu merosot hingga 20% dibandingkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya. iPhone XR untuk model 64 GB diklaim sebagai ponsel Apple paling laris pada periode tersebut.

Namun jika dibandingkan iPhone 8 pada tahun lalu, angka penjualannya masih di bawah 5%. Hanya saja, untuk iPhone XS penjualannya 3% lebih tinggi dibandingkan iPhone 8 Plus di tahun 2017.

Sementara itu, jika iPhone XS dibandingkan dengan penjualan iPhone X, maka angka perbandingannya merosot jauh, di mana iPhone terbaru ini penjualannya 46% lebih rendah dibandingkan pendahulunya itu.

Memang jika dipikir-pikir, perbandingan tersebut kurang adil mengingat iPhone X dirilis pada bulan November, sedangkan iPhone XS Max pada bulan September. Jika diakumulasikan dalam periode yang sama, penjualan ponsel tersebut melebihi pendahulunya hingga 50%. Namun, porsi penjualan yang besar itu semuanya dimasukkan dalam laporan di kuartal ketiga bukan keempat.

penjualan iphone
Laporan Counterpoint yang membandingkan penjualan iPhone terbaru dengan iPhone sebelumnya. 
Related Posts
1 daripada 349

Mengenai penurunan angka penjualan, Tim Cook mengumumkan kepada investor Apple bahwa perusahaan tersebut hanya mampu mengumpulkan pendapatan sekitar US$ 84 miliar untuk kuartal keempat. Padahal targetnya di periode tersebut senilai US$ 89 miliar.

Kinerja payah Apple tersebut menurut Tim berdasarkan beberapa faktor sepanjang kuartal itu. Misalnya saja perilisan iPhone XS dan XS Max selama kuartal ketiga 2018 yang membuatnya sulit dibandingkan antara kuartal keempat di tahun 2018 dan 2017 ketika iPhone X diluncurkan. Di samping itu itu, faktor yang mempengaruhi adalah makin menguatnya dolar AS sehingga membuat beberapa negara daya belinya terhadap produk Apple terpengaruh, karena jadi lebih mahal.

iphone XR

Wall Street Journal pada akhir tahun lalu juga melaporkan bahwa Apple telah memangkas pesanan produksi untuk iPhone terbaru. Hal ini dikarenakan permintaan pasar ternyata lebih rendah dari yang Apple bayangkan. Selain itu, karena menawarkan lebih banyak model, mereka kesulitan mengantisipasi jumlah komponen yang dibutuhkan untuk memproduksinya.

Bahkan, Apple dikabarkan memangkas produksi iPhone XR hingga sepertiga dari hampir 70 juta unit yang telah diminta beberapa pemasok untuk diproduksi antara bulan September 2018 dan Februari 2019. Efeknya, pemasok komponen layar seperti Japan Display Inc terpaksa memangkas prospek setahun penuh karena permintaan iPhone yang kurang greget.

Dengan adanya rekor buruk tersebut, tentu saat ini Tim sedang merancang strategi baru terkait penjualan. Jika memang iPhone terbaru kurang optimal penjualannya, tentu pihaknya harus memberikan kejutan-kejutan di pasar untuk mendongrak penjualan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.