Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Riset Booking.com: Kesenjangan Gender di Industri Teknologi Makin Sempit

Berdasarkan hasil riset global Booking.com, sekitar 44% perempuan yang bekerja di industri teknologi merasa perusahaannya belum memprioritaskan keragaman gender. Kendati demikian 54% perempuan di industri tersebut merasa industri telah memprioritaskan keragaman gender sebagai agendanya. Riset tersebut juga mengatakan bahwa perusahaan yangg merekrut kembali perempuan yang sudah berhenti kerja dapat berkontribusi pada reputasi perusahaan.

Booking.com melakukan riset secara online dengan 6.898 responden. Asal responden dari Amerika, Brasil, Belanda, China, Inggris, Prancis, Jerman, Australia, India dan Spanyol. Jenjang mereka mencakup siswi SMU dan universitas yang baru memulai karir di industri teknologi, profesional berpengalaman dan pegawai yang kembali ke industri teknologi.

Kini sudah banyak inisiatif untuk mempersempit kesenjangan gender di industri teknologi yang berhasil, perempuan pun lebih banyak masuk ke industri ini. Kendati demikian masih dibutuhkan komitmen lebih besar untuk membina bakat perempuan, baik yang baru memulai karir maupun para pakar yang sudah berpengalaman. Hal ini penting bagi industri untuk mempertahankan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan representatif.
Baca juga: Pojok Pintar Sisternet Dorong Perempuan Indonesia Lebih Melek Digital

Kontribusi Perempuan Pada Reputasi Perusahaan

Tak hanya mempertahankan SDM, perusahaan juga berusaha menarik kembali para perempuan yang telah meninggalkan dunia kerja dan ingin kembali. Pengetahuan dan pengalaman perempuan yang kembali dapat memberi manfaat berupa reputasi, finansial dan budaya kerja kepada perusahaan.

Forum Ekonomi Dunia melaporkan bahwa 88% perempuan merasa kehadirannya di dunia kerja akan berkontribusi bagi perusahaan dan brand. Sebanyak 87% perempuan juga merasa kembalinya mereka berkontribusi pada kepercayaan terhadap perusahaan teknologi secara umum.

Perempuan Bekerja
Perempuan Bekerja

“Tak hanya masalah pencarian bakat baru, dukungan pada keragaman gender juga mendukung perempuan yang telah membangun keterampilan, pengetahuan dan keahlian dalam sektor kami. Pembagian SDM, dengan segala aspek pengetahuan, latar belakang dan jalur karier harus menjadi pemikiran utama,” ucap Gillian Tans, CEO Booking.com.

Keragaman Gender pada Industri Teknologi

Selama sepuluh tahun terakhir, ada perubahan signifikan yang mendukung keragaman gender pada industri teknologi. Ketika perusahaan memprioritaskan inklusivitas di semua level, mengefektifkan SDM yang ada dan menarik SDM baru, maka perusahaan bisa tumbuh dan berkembang.

Sekitar 63% perempuan yang kembali bekerja di industri teknologi atau sempat cuti panjang merasa cuti karier adalah hal yang merugikan. Sebanyak 74% yakin bahwa industri tersebut harus lebih aktif mendukung perempuan kembali ke dunia kerja. Program-program yang fokus pada training, penambahan keterampilan dan mentorship diyakini oleh 70% perempuan berperan penting untuk menghadapi tantangan untuk maju.

Sejumlah 62% perempuan yang kembali bekerja di sektor teknologi menyatakan mendapat dukungan mentor yang penting untuk kesuksesan karier. Bahkan 68% perempuan mengatakan bahwa perusahaan membantu memperbarui keterampilan teknis dan lainnya.

Program yang digelar Booking.com mencakup beasiswa dan Technology Playmaker Awards. Mereka yakin pada investasi di program mentor dan pengakuan yang medukung pengembangan perempuan dalam teknologi. Para pelaku industri teknologi harus bekerja sama lebih erat untuk menyamakan strategi yang mendukung perempuan mengejar karier di industri tersebut.

“Perempuan memberi nilai yang begitu besar dan memberi dampak positif terhadap perusahaan-perusahaan teknologi dan industri global. Mereka harus menjadi bagian dari inisiatif proaktif yang fokus pada inklusivitas, retention dan pengembangan keterampilan,” pungkas Gillian.