Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Peralatan Jaringan 5G Huawei Kena Blokir Eropa, Kenapa?

Menyusul pemblokiran Huawei yang dilakukan Amerika Serikat dan Australia, Eropa pun mempertimbangkan pemblokiran pemakaian peralatan jaringan 5G Huawei. Berdasarkan informasi dari Reuters, Komisi Eropa atau European Commission (EC) mempertimbangkan memblokir penggunaan peralatan Huawei untuk pembangunan jaringan 5G di Eropa.

Amerika serikat memang telah menyebut Huawei sebagai ancaman keamanan nasional dan telah memblokir perusahaan untuk menjual komponen selulernya di negaranya. Demikian juga dengan Australia, kedua negara tersebut takut Huawei memata-matai konsumen dan perusahaan dengan menggunakan back door untuk mengirim informasi ke pemerintah Tiongkok.

Selain mengkhawatirkan kemungkinan back door yang digunakan oleh Huawei, kekhawatiran pejabat Amerika dan Eropa disebabkan pemerintahan Tiongkok yang mengharuskan perusahaan teknologi di bawah rezimnya membantu dalam hal intelijen.

Kendati pendiri perusahaan Ren Zhengfei dan ketua dewan saat ini Ling Hua telah menyangkal, tampaknya Huawei tak dapat berbuat apa-apa untuk membantah rumor mengenai ponsel dan perangkat mereka yang memata-matai konsumen dan perusahaan.
Baca juga: Inilah 4 Skenario Huawei untuk Pemanfaatan Teknologi 5G

Ilustrasi teknologi jaringan 5G Huawei. Foto: Gizchina

Rapat GSMA

Related Posts
1 daripada 73

GSMA, kelompok dagang yang mewakili provider jaringan nirkabel khawatir jika peralatan jaringan 5G Huawei diblokir pada pasar-pasar utama, maka dapat menahan industri telekomunikasi nirkabel selama bertahun-tahun.

Pada akhir bulan ini GSMA akan mengadakan rapat dewan mereka berikutnya. Mats Granryd selaku Director General kelompok tersebut akan mengirim korespondensi ke para anggotanya. Korespondensi tersebut akan mencakup proposal untuk menambahkan diskusi Huawei dalam agenda mereka.

Dengan mempertimbangkan Huawei sebagai pemimpin global dalam menyediakan peralatan jaringan bagi operator telekomunikasi nirkabel. GSMA khawatir beberapa operator tidak memiliki akses ke teknologi terkini jika Huawei tidak dapat menjual peralatan mereka pada pasar tertentu.

Rapat dewan kelompok dagang GSMA ini akan diadakan pada Mobile World Congress (MWC) yang bertempat di Barcelona. Ajang tersebut akan dimulai 25 Februari sampai 28 Februari. GSMA sendiri merupakan organisasi yang menyelenggarakan acara MWC.

Tak jelas apa yang bisa dilakukan GSMA untuk membatalkan keputusan pemblokiran peralatan jaringan Huawei. Apalagi jika ada lebih banyak negara yang memblokir peralatan jaringan Huawei agar tak digunakan oleh operator telekomunikasi di negara mereka,

Nah, mari kita tunggu saja apa hasil rapat di MWC nanti. Sampai saat ini di Indonesia sendiri belum ada larangan mengenai penggunaan peralatan maupun ponsel Huawei.