Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

GSMA: Frekuensi 700 MHz Percepat Ekonomi Digital Indonesia

Penggunaan mobile internet masyarakat Indonesia diperkirakan semakin gurih pada 2025. Potensi tingginya penetrasi tersebut akan sayang jika tidak didukung dengan kinerja mobile broadband yang ngebut, apalagi jika negara ini ingin menjadi kekuatan ekonomi digital Asia Tenggara di masa depan.

Data dari Global System for Mobile Communications Association/GSMA Intelligence menyebut ada potensi meningkatkan pelanggan mobile internet dari 102 juta pada 2017 (39% penetrasi) menjadi 185 juta (65% penetrasi) pada 2025.

Laporan terbaru dari GSMA yang dipublikasikan pekan ini bertajuk “Mempercepat tercapainya perekonomian digital Indonesia: Mengalokasikan pita frekuensi 700 MHz untuk mobile broadband”menekankan pentingnya pita jenis ini bagi ekonomi nasional.

“Pengalokasian pita frekuensi 700 MHz untuk penggunaan mobile broadband akan memberikan manfaat ekonomi US$11 miliar (Rp161 triliun) untuk perekonomian Indonesia selama periode 2020–2030, atau setara dengan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1%,” tulis laporan GSMA.

Pita frekuensi 700 MHz sendiri dapat memberikan jangkauan lebih baik dengan menggunakan infrastruktur lebih sedikit dibandingkan dengan frekuensi tinggi yang biasanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas di area hotspot.

Ekonomi digital internet of things. Foto oleh digitalnewsasia.com
Related Posts
1 daripada 14

Pemakaian pita frekuensi ini untuk mobile broadband dapat bermanfaat, khususnya bagi yang tinggal di kawasan pedesaan. Selain itu penggunaan pita frekuensi 700 MHz bagi mobile broadband juga akan mampu mengakomodir lonjakan lalu lintas data yang diprediksi terjadi selama 10 tahun ke depan. Hal ini tidak akan bisa dilakukan jika operator seluler hanya mengandalkan layanan 3G (di 900 MHz) atau pita frekuensi 1800 MHz untuk menggelar jaringan 4G.

“Dengan mengalokasikan pita frekuensi 700 MHz untuk seluler secara cepat, sembari menetapkan harga yang sesuai dalam jumlah yang cukup, konsumen bisa mendapatkan manfaat lebih besar dari penyelenggaraan jaringan yang lebih cepat dan harga eceran yang lebih rendah,” kata Brett Tarnutzer, Kepala Spektrum, GSMA.

“Spektrum vital ini penting untuk memperluas jangkauan kepada masyarakat Indonesia yang belum terhubung, dan meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah pedesaan,” kata Brett.

Sementara itu, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan pita frekuensi 700 MHz untuk mobile broadband bisa menciptakan peluang bagi semua warga untuk menikmati konektivitas berkecepatan tinggi di daerah paling terpencil, membantu percepatan partisipasi masyarakat dalam upaya mencapai kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Barometer Mobile Internet Indonesia: Melihat Kinerja Operator Seluler dalam Menggelar 4G LTE

Dengan spektrum dan kebijakan investasi yang tepat, Indonesia, seperti halnya India, Malaysia, Myanmar, dan Filipina, memiliki potensi untuk mempercepat migrasi ke pita lebar seluler berkecepatan tinggi. Pada 2025, koneksi yang terjadi dari penggunaan 4G diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 360 juta koneksi – hampir tiga per empat dari total koneksi secara keseluruhan.

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More