Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

BRTI Larang Perdagangan dan Pemakaian SMS Blaster dan Masking SMS

Dalam rangka mencegah dan menanggulangi penyebaran konten negatif, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) melarang perdagangan dan pemakaian alat penyebar konten. Alat yang dimaksud adalah perangkat yang berfungsi sebagai BTS tiruan (fake BTS) dan penyebar SMS dalam jumlah banyak (SMS Blaster).

Perangkat yang dilarang adalah alat yang diperjualbelikan tanpa izin komersial dan dimanfaatkan untuk menyebarkan konten informasi negative melalui SMS. BRTI menengarai bahwa perangkat tersebut sering kali digunakan untuk menyebarluaskan konten negatif, seperti berita palsu, provokasi, dan ujaran kebencian.

“Kami minta semua pihak terkait untuk berhenti menggunakan perangkat yang tanpa Sertifikasi Kominfo semacam itu,” ucap Ismail, ketua BRTI yang merangkap sebagai Direktur Jenderal SDPPI Kominfo.

Ismail juga mengungkapkan bahwa BRTI menemukan tindakan penyebaran SMS yang berisi konten negatif merupakan pelanggaran UU Telekomunikasi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. BRTI juga telah menemukan adanya penggunaan SMS Blaster, atau Mobile Blaster atau Fake BTS untuk penyebaran SMS yang memuat konten negatif.

SMS Blaster
Alat untuk SMS Blaster

Langkah Tegas BRTI Pada Perdagangan dan Layanan SMS Blaster

Para vendor dan toko-toko yang menjual SMS Blaster/Mobile Blaster/Fake BTS pun telah dilarang oleh BRTI untuk terus menjual peralatan tersebut. Demikian juga bagi platform e-commerce dan toko online yang dihimbau untuk menghentikan iklan penawaran perangkat Fake BTS. Ismail menegaskan bahwa kegiatan perdagangan dan penggunaan perangkat tersebut untuk menyebarkan konten negatif dapat dikenai sanksi sesuai hukum yang berlaku. Hal ini karena kegiatan tersebut mendukung pelanggaran UU Telekomunikasi dan UU ITE.

Pemantauan perdagangan SMS Blaster/Mobile Blaster/Fake BTS ke toko-toko online dan offline terus dilakukan oleh Ditjen SDPPI. Hal tersebut dilakukan bersama Balai Monitor Frekuensi Radio dan Korwas PPNS Kominfo berdasarkan informasi dari operator seluler dan penelusuran di internet.

Fake BTS (sumber: Blackhat)
Fake BTS (sumber: Blackhat)

Selain perangkat tersebut, penyebaran SMS bermuatan konten negatif pun didukung oleh penyedia layanan SMS blasting dan masking. SMS Masking adalah mengganti identitas nomor dengan nama yang diinginkan, sehingga bisa juga dipakai untuk menutupi identitas pengirim. Penyedia konten SMS yang bekerja sama dengan operator seluler bisa melakukan hal tersebut.

Dengan demikian peran pengawasan dan pengendalian pun perlu dilakukan oleh operator seluler. BRTI pun menghimbau agar operator seluler bertindak tegas dan mengingatkan mitra mereka untuk tak menyalahgunakan layanan tersebut.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More