Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Siap Komersialisasi 5G, Telkomsel Tunggu Izin Pemerintah

Jangkauan 4G LTE Telkomsel sudah mencapai 93% populasi di Indonesia. Walau jumlah penggunanya belum semua bermigrasi ke teknologi seluler generasi keempat ini. Sehingga masih mengadakan program ganti kartu 4G LTE walau sudah lima tahun digelar. Meski demikian, Telkomsel 1menyatakan kesiapannya untuk komersisalisi 5G.

Operator ini berkomitmen terus melakukan transformasi digital dan berinvestasi dalam mengimplementasikan roadmap teknologi mobile broadband terdepan, salah satunya komersialisasi 5G. Menurut Iskriono Windiarjanto, Direktur Network Telkomsel, sebagai operator seluler terkemuka di Indonesia, Telkomsel memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan dan implementasi teknologi terkini di tanah air, yaitu teknologi 5G.

“Kami sudah mempersiapkan untuk adopsi generasi baru dari koneksi broadband ini. Namun untuk adopsinya di Indonesia masih banyak yang harus dipersiapkan. Di antaranya adalah kesiapan perangkat untuk membangun ekosistem 5G, termasuk alokasi spektrum yang saat ini sedang dikaji lebih lanjut oleh pemerintah. Untuk IoT (Internet of Things) dengan 5G di Indonesia juga masih banyak yang harus dipersiapkan,” ujar Iskriono.

Baca juga: Telkomsel Terus Bergerak Maju Bangun Ekosistem Digital Indonesia

Syarat Komersialisasi 5G di Indonesia

Telkomsel 5G Experience Center
Telkomsel 5G Experience Center
Related Posts
1 daripada 32

Teknologi 5G membutuhkan alokasi spektrum yang cukup signifikan. Pemerintah harus menyediakan sejumlah 80-100 MHz spektrum secara kontinyu bagi setiap operator di band utama (seperti 3,5 GHz). Kemudian sekitar 1 GHz bagi setiap operator di band millimeter wave (seperti spectrum diatas 24 GHz). 3GPP sebagai organisasi standarisasi industri telekomunikasi Internasional juga sedang mempersiapkan proposal terhadap standarisasi dari 5G NR (New Radio).

“Selanjutnya untuk tahapan komersialisasi 5G, tentunya Telkomsel menunggu izin dari pemerintah untuk membuka spektrumnya. Sedangkan kesiapan dalam hal kerjasama, kami belum menunjuk mitra jaringan untuk penggelaran 5G nasional,” lanjut Iskriono.

Sebagai catatan, Telkomsel merupakan operator pertama yang menghadirkan pengalaman 5G di Indonesia di kompleks Gelora Bung Karno selama perhelatan Asian Games 2018. Melalui aktivasi Telkomsel 5G Experience Center, masyarakat Indonesia dapat merasakan langsung implementasi teknologi revolusioner yang nantinya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara nyata. Berbagai perangkat yang diperkenalkan Telkomsel di antaranya adalah Live Streaming, Football 2020, Future Driving, Cycling Everywhere dan Autonomous Bus.

Ericsson ikut andil pada NFVI & Cloud

Untuk melakukan upgrade berskala besar terhadap core network sebagai penerapan 5G, Telkomsel menggandeng Ericsson. Vendor jaringan asal Swedia ini memiliki teknologi jaringan inti (core network) NFV infrastructure (NFVI) dan Cloud Packet Core.

Solusi NFVI Ericsson tersebut diklaim memungkinkan Telkomsel untuk mempersiapkan 5G dan use cases IoT bagi bisnis. Telkomsel disebut diuntungkan dengan scalable software architecture. Seperti memangkas waktu untuk memasarkan layanan baru, menurunkan total biaya kepemilikan, serta memungkinkan respon yang lebih cepat terhadap tuntutan konsumen dan perusahaan.

Ivan C Permana, Vice President, Network Cloud Management, Telkomsel mengatakan solusi cloud akan membantu memenuhi permintaan yang terus meningkat, untuk layanan jaringan baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. “Manfaat dari 5G dapat berupa percepatan proses transfer data, penggunaan network slicing terdedikasi, hingga optimalisasi pendistribusian kemampuan inti dari jaringan,” pungkasnya.