Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Ini Empat Tren Teknologi yang Diprediksi Picu Transformasi Digital

Cloud, Edge Computing dan Platform Container menjadi pondasi ekonomi digital

Pertumbuhan data yang begitu cepat mendukung banyak inovasi dan menciptakan tren teknologi baru. Demi mengimbangi cepatnya perubahan, maka organisasi dan perusahaan harus bisa beradaptasi dengan cepat agar dapat bersaing.

Organisasi dan perusahaan tersebut merupakan Data Thriver yang mengumpulkan dan memanfaatkan data untuk mengolahnya menjadi hal yang berguna. Dengan demikian mereka bisa memiliki wawasan untuk membuka peluang bisnis baru.

Empat Tren Teknologi NetApp

Nah, berikut ini adalah empat tren teknologi utama yang bisa memicu pertumbuhan transformasi digital bagi perusahaan berdasarkan perspektif NetApp.

Cloud mendorong perkembangan AI

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang. Bank di luar negeri pun kini sudah memakai AI untuk melakukan profiling nasabah. Hanya dengan memindai data wajah, maka segala data pun keluar, termasuk tipe nasabah dan jenis transaksi terakhir. Demikian juga dengan kamera di smartphone yang mampu mempercantik hasil foto dengan AI.

AI sendiri mengandalkan kecepatan, agar AI cepat tentunya harus didukung infrastruktur yang cepat dan scalable. Demi mencapai hal tersebut, pengembangan AI pun dilakukan di cloud, karena cloud memang sangat cepat dan fleksibel. Seiring dengan perkembangan AI, maka penerapan cloud sebagai infrastrukturnya pun akan berkembang.

Organisasi yang sudah menerapkan AI di Indonesia pun sangat tinggi, yaitu mencapai 65%. Padahal rata-rata di Asia Pasifik sendiri hanya 55%. Tingginya persentase tersebut karena ada beberapa unicorn di Indonesia, seperti Go-Jek dan Tokopedia. Unicorn tersebut berukuran besar karena memang jumlah penduduk Indonesia besar jumlahnya, sehingga captive marketnya pun besar.NetApp Identifikasi Empat Tren Teknologi

Perangkat Edge computing semakin pintar

Organisasi dan perusahaan harus mampu memproses data dari ujung atau edge untuk cepat mendapatkan wawasan dan membuat keputusan secara real-time. Maka perangkat dan aplikasi Internet of Things (IoT) harus sudah memiliki layanan yang dapat melakukan analisa data dan penyaringan data.

Related Posts
1 daripada 3

Banyak perusahaan berlomba-lomba mengembangkan micro-services, nah demi menyediakan layanan yang baik maka harus didukung infrastruktur yang bagus. Dalam hal ini NetApp berperan memberikan layanan end-to-end agar perusahaan tersebut bisa memberikan layanan yang cepat.

Hybrid multi-cloud menjadi standar arsitektur TI perusahaan besar

NetApp percaya bahwa masa depan TI ada di cloud, tetapi tak akan 100% public cloud melainkan memanfaatkan hybrid multi-cloud. Suatu organisasi bisa memindahkan beban kerja dengan mudah dan fleksibel dengan memanfaatkan berbagai teknologi seperti platform container dan data-fabric. Kendali penuh tetap dapat dipegang oleh organisasi tersebut walah dilakukan pemindahan beban kerja tersebut.

Dengan memanfaatkan platform container untuk uji coba dan pengembangan aplikasi, para pengembang dan pegawai infrastruktur perusahaan bisa fokus pada pekerjaannya. Mereka tak perlu repot mengelola sistem yang tak menghasilkan pendapatan perusahaan.

NetApp dapat berperan dalam mengelola perpindahan data atau pengolahan data dari banyak site tersebut.

Layanan data menjadi tak terlihat, aplikasi tak perlu lagi dipindah-pindah

Di smartphone ada begitu banyak aplikasi, semua adalah micro-service yang dapat diinstal di smartphone. Sudut pandang NetApp berada di sisi pihak yang memberikan micro-services tersebut.

Para penyedia layanan harus didukung teknologi container, sehingga mereka hanya perlu fokus membuat micro-services. Demi bisa melakukan proses dan pengujian dengan cepat, maka mereka melakukannya langsung di cloud.

Dahulu dalam mengembangkan sesuatu membutuhkan hardware sendiri, maka kini dengan adanya teknologi virtualisasi, satu server bisa mendukung pembuatan banyak aplikasi. Nah, demi bisa membuat banyak aplikasi tersebut, maka perusahaan membutuhkan infrastruktur dan vendor yang bisa mendukung memberikan layanan lebih banyak.

“Organisasi dan perusahaan memiliki kepentingan untuk dapat mengubah data menjadi aset strategis dan merespon perubahan pasar dengan fleksibel. Agar dapat mendorong pertumbuhan bisnis dalam ekonomi digital, maka mereka perlu menerapkan hybrid cloud, platform container, dan edge computing. Hal ini sesuai dengan tren yang diprediksi Net App tahun 2019,” tutup Ana Sopia, Country Manager NetApp Indonesia.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More