Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Menyerah di Asia Tenggara, Uber Akhirnya Ikut Nge-Grab!

Uber boleh jadi berjaya di Amerika dan Eropa, kendati kinerja bisnisnya menurun. Namun di Asia Tenggara, pelopor aplikasi transportasi online ini justru bertekuk lutut dengan pemain lokal. Daripada berdarah-darah tanpa ujung, Uber memilih untuk merger dengan kompetitornya: Grab. Akhirnya Uber bergabung ke Grab atau bahasa populernya “nge-Grab” untuk melawan kompetitor seperti Go-Jek yang sangat kuat di Indonesia.

Isu yang telah beredar selama beberapa bulan sebelumnya ini akhirnya resmi terjawab juga. Dara Khosrowshahi, CEO Uber, dalam e-mail yang dikirim ke staff dan di-share di blog Uber, mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menggabungkan bisnis di Asia Tenggara dengan Grab.

“Sebagai gantinya, Uber akan mendapatkan 27,5% saham di perusahaan gabungan. Sekitar 500 rekan di seluruh wilayah akan bertransisi ke Grab, dan selama beberapa minggu ke depan kami akan membantu pelanggan kami pindah ke aplikasi Grab,” ujar Dara.

Ia menceritakan bahwa perjalanan Uber di Asia Tenggara dimulai di Singapura hampir lima tahun lalu. Kini, layanan ride sharing tersebut telah tersedia juga di kawasan ASEAN lainnya yakni Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.

Setelah menginvestasikan $ 700 juta di wilayah ini, Uber akan memegang saham senilai beberapa miliar dolar, dan kepemilikan strategis dalam apa yang diyakini akan menjadi pemenang di kawasan global yang penting.

Baca juga: 

Alasan Uber Bergabung ke Grab

Related Posts
1 daripada 260
Ilustrasi mitra driver Uber

CEO baru yang menggantikan sang pendiri, Travis Kalanick, ini  mengungkapkan bahwa upaya Uber bergabung ke Grab bukan keputusan yang mudah. Akan tetapi ia percaya bahwa menggabungkan kekuatan dengan Grab adalah hal yang tepat untuk dilakukan untuk Uber untuk jangka panjang.

Ia bahwa alasan Uber bergabung ke Grab bukan lanjutan dari strategi seperti yang dilakukan sebelumnya di China (menjual ke Didi Chuxing) dan Rusia (bergabung dengan taxi Yandex).  Menurutnya, salah satu potensi bahaya dari strategi global Uber adalah bahwa mereka mengambil terlalu banyak pertempuran di banyak front dengan terlalu banyak pesaing.

Dara menyebut transaksi merger ini bakal menempatkan Uber dalam posisi untuk bersaing lebih fokus di pasar inti di mana mereka beroperasi dan kuat di situ. Sementara di pasar yang posisi mereka lemah, lebih memilih untuk mendapatkan saham ekuitas yang berharga dan berkembang di sejumlah pasar besar dan penting. Alasan yang masuk akal dan realistis. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Dara Khosrowshahi yang menjabat sebagai CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

Sementara itu pihak Grab menyatakan bahwa akuisisi Uber ini merupakan kesepakatan yang terbesar dilakukan di Asia Tenggara. “Akusisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara. Bersama Uber, kini kami berada di posisi yang semakin tepat untuk memenuhi komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen,” kata Anthony Tan, Group CEO and Co-founder, Grab (26/3).

Grab akan mengintegrasikan bisnis layanan pemesanan kendaraan dan pesan-antar makanan milik Uber (Uber Eats) di kawasan Asia Tenggara ke platform transportasi multi-moda dan fintech yang telah dimiliki Grab. Melalui penggabungan bisnis ini, Grab diklaim akan menjadi mobile platform online-to-offline (O2O) nomor 1 di Asia Tenggara dan menjadi pemain utama dalam bisnis layanan pesan-antar makanan.

Untuk meminimalisir disrupsi, Grab dan Uber akan bekerja sama untuk segera melakukan migrasi mitra pengemudi dan penumpang Uber serta pelanggan, rekanan merchant maupun rekanan pengantaran Uber Eats ke platform Grab. Aplikasi Uber akan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber, dimana mereka dapat bergabung menjadi mitra Grab. Uber Eats akan tetap beroperasi hingga akhir Mei, dimana setelahnya rekanan pengantaran dan restoran Uber akan pindah ke platform GrabFood.

Dengan Uber bergabung ke Grab, praktis hanya ada dua pemain besar di Asia Tenggara, yaitu Grab dan Go-Jek. Hanya saja, Grab sudah beroperasi di kawasan Asia Tenggaran, sedangkan Go-Jek masih terbatas di Indonesia.

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.