Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Membongkar Jurus Baru Xiaomi yang Berambisi Depak OPPO dan Vivo

Meskipun secara global penjualannya dikabarkan menurun, Xiaomi diklaim cukup berkibar di beberapa negara.

Tahun ini bisa dibilang jadi ring seru untuk pertandingan tiga vendor smartphone besar asal China. Xiaomi dikabarkan bakal menggencarkan perlawanan dari tahta OPPO dan Vivo yang saat ini jadi primadona di pasar smartphone.

Jika membalik waktu, penjualan Xiaomi pernah berkali-kali mencatatkan rekor fantastis. Bahkan pada acara ulang tahunnya yang digelar di ajang Mi Fan Festival pada tahun 2015 silam, Guinness World Record menganugerahinya sebagai penjual smartphone tercepat di dunia.

Bayangkan saja, pada masa itu Xiaomi berhasil menjual sebanyak 2,11 juta unit smartphone dalam tempo 24 jam. Bersamaan dengan itu, mereka juga sukses menjual sebanyak 770.000 smart appliance, 208.000 Mi Band, 79.000 unit Mi-Fi, dan 38.000 smart TV.

Waktu itu IDC juga menempatkan vendor tersebut sebagai produsen smartphone terbesar ke-5 di dunia pada kuartal ke-4 dengan pangsa pasar 4,4%, berada di belakang Huawei (6,4%), Motorola/Lenovo (6,5%), Apple 19,7%, dan Samsung (19,9%). Di tahun yang sama, vendor ini juga berada di peringkat ke-2 berada di bawah Apple.

Hanya saja, 2 tahun belakangan ini performa penjualan Xiaomi tidak terlalu menggembirakan. Bahkan, baru-baru ini IDC mencatat bahwa vendor China tersebut terjungkal dari posisi 5 besar di dunia, berdasarkan penjualan kuartal pertama untuk tahun 2017.

OPPO VIVO
OPPO dan Vivo, Pendepak Xiaomi dari Tahtanya (foto: Gagdetmatch.com)

 

Sebagai gantinya, pesaing dari negerinya sendiri yakni OPPO dan Vivo justru berada di posisi ke-4 dan ke-5, dengan pangsa pasar masing-masing 7,4% dan 5,2%, di mana Samsung berada di peringkat teratas (22,8%), disusul oleh Apple (14,9%) dan Huawei (9,8%).

Yang lebih mengejutkan, OPPO dan Vivo diklaim sebagai vendor dengan pertumbuhan penjualan terbesar dengan kenaikan masing-masing 29,8% dan 23,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Agresi kedua vendor tersebut di sektor pemasaran mau tidak mau harus diakui jadi jurus efektif dalam mendongkrak penjualan.

Related Posts
1 daripada 374

Terdepaknya Xiaomi sebagai 5 pemain besar di dunia tentu saja membuat sang CEO, Lei Jun angkat bicara. Dalam wawancaranya dengan Reuters belum lama ini, dia mengatakan pihaknya sedang telah keluar dari krisis yang dihadapinya di tahun lalu.

Meskipun secara global penjualannya dikabarkan menurun, Lei mengklaim Xiaomi cukup berkibar di beberapa negara. Dia mencontohkan India, di mana vendor ini berada di peringkat ke-3 dengan hasil penjualan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.

Berbeda dengan OPPO dan Vivo yang menjalankan marketing secara jor-joran, agar bisa membalikan kondisi penjualannya seperti dulu, Xiaomi berencana membuka sebanyak 200 toko Mi Home, di mana saat ini baru buka sebanyak 45 toko. Ditargetkan, untuk tiga tahun ke depan akan eksis sebanyak 1.000 toko sebagai langkahnya memperkuat penjualan offline di China.

“Yang pasti, hal yang buruk harus dilalui,” tandasnya sambil menyebut tahun 2016 sebagai tahun untuk intropeksi menuju ke arah yang lebih baik.

Dalam mengantisipasi pangsa pasarnya yang terus tergerus, Xiaomi dikabarkan punya strategi baru. Ya, vendor ini akan menambah sub brand-nya menjadi tiga, selain seri Mi dan Redmi.

Dari bocoran yang beredar di Android Authority, Rabu (12/7/2017), smartphone yang disebut-sebut dari sub brand itu memiliki dua kamera belakang dan garis antena di bagian bodi yang berkelir hitam. Sekilas, desainnya sangat mirip dengan OnePlus 5 yang juga mencontek desain dari iPhone 7 Plus.

Xiaomi
Smartphone sub brand Xiaomi yang masih misterius (foto: KKJ.CN)

 

Sayangnya, bocoran tersebut tidak mengungkap lebih detil terkait spesifikasi dan tanggal peluncurannya. Hanya saja, smartphone tersebut diprediksi bakal menampakan diri secara utuh pada bulan ini.

Dengan strategi tersebut, kira-kira apakah Xiaomi bisa merebut kembali tahta yang telah dinikmati OPPO dan Vivo yang lebih royal dari sisi marketing? Kita lihat saja nanti, Gizmolovers!

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.