Jakarta, Gizmologi – Mungkin lini produk Apple yang satu ini tidak begitu dikenal bagi semua orang, mengingat peruntukkannya yang memang lebih spesifik untuk kalangan profesional, ditambah harga jual fantastis. Namun dari kabar terbaru, Mac Pro kini secara resmi di-diskontinyu. Dan penjualannya pun sudah mulai disetop, alias “menyisakan” Mac Ultra sebagai alternatif.
Informasi terkait disetopnya Mac Pro, didapat oleh situs 9to5Mac, yang mengaku telah berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak resmi Apple. Tidak hanya itu, keberadaan Mac Pro juga sudah mulai dihapus dari situs Apple, setidaknya bertahap sejak Kamis (26/3) kemarin. Sementara halaman pembelian dialihkan ke halaman utama produk Mac, alias sudah dihapus.
Mac Pro generasi terbaru sendiri telah debut sejak 2019 lalu, bersama dengan monitor Pro Display XDR yang juga sudah di-diskontinyu dan dilanjutkan oleh lini Studio Display terbaru. Keduanya sama-sama hadir dengan banderol harga fantastis, serta desain yang berhasil menimbulkan perbincangan di media sosial. Saat pertama kali diluncurkan, masih gunakan cip dari Intel, namun sudah sempat di-refresh dengan cip bikinan sendiri beberapa tahun kemudian.
Baca juga: MacBook Neo Jadi Laptop Termurah Apple, Target Penjualan Diprediksi Tembus 5 Juta Unit
Prediksi Sudah Bermunculan Sejak Tahun Lalu
Selain informasi terkait disetopnya penjualan Mac Pro, Apple juga telah mengonfirmasi bila pihaknya tidak berencana untuk merilis Mac Pro generasi berikutnya. Sebelumnya, melalui surel mingguan, Mark Gurman juga sempat sebutkan sejak November kemarin kalau Apple tidak memiliki rencana dalam melakukan penyegaran terhadap Mac Pro.
Namun kabar tersebut juga seharusnya tidak datang mengagetkan. Mengingat seperti yang kita tahu, generasi terakhirnya hadir dengan cip M2 Ultra. Padahal, Apple sudah sempat merilis cip M3 Ultra, dan disematkan ke Mac Studio terbaru—seolah sudah memberikan tanda bila pengembangan komputer Pro saat itu sudah bukan menjadi prioritas. Sejumlah situs pun mulai beralih untuk merekomendasikan Mac Studio yang bisa berikan performa lebih tinggi.
Meski memang, tidak dapat dipungkiri, kehadirannya dengan desain baru pada 2019 silam menuai perbincangan berkat tampilannya yang premium, menggunakan komponen stainless dan dirancang serba modular. Saat itu, harga Mac Pro 2019 varian terendah dibanderol USD5999, atau sekitar Rp100 juta bila dikonversikan dalam kurs sekarang.
Ya, harga yang memang fantastis, namun juga memang diperuntukkan bagi profesional—diluncurkan bersamaan dengan Apple Pro Display XDR yang dibanderol mulai USD4999 (Rp80 jutaan), notabene hanya merupakan sebuah monitor.
Mac Studio Siap Jadi Opsi Pengganti Mac Pro
Dalam beberapa waktu ke depan, Apple disebut siap merilis cip M5 Ultra, dan menyematkannya ke dalam Mac Studio. Bila dibandingkan antara Mac Pro generasi terakhir (dengan M2 Ultra) dan Mac Studio M3 Ultra, jeda di antara keduanya sudah cukup jauh pada sektor performa. Di mana Mac Pro tawarkan CPU 24-inti dengan RAM maksimum 192GB, sementara Mac Studio hingga 32 inti, dengan opsi RAM sampai 256GB.
Chipset yang lebih kencang juga memungkinkan Mac Studio M3 Ultra mampu mendukung hingga 8 layar 4K/6K atau 4 layar 8K (vs 6 layar 6K dan 3 layar 8K pada Pro M2 Ultra). Semua bisa dihadirkan ke dalam dimensi yang jauh lebih kompak tentunya, lebih mendekati dimensi Mac mini alih-alih Mac Pro—aspek yang satu ini tentu membuat ketersediaan slot pada Mac Studio juga lebih terbatas.
Saat ini, Apple menjual Mac Studio dengan cip M4 Max mulai USD1999 (Rp33 jutaan), sementara versi cip M3 Ultra mulai USD3999 (Rp67 jutaan). Ya, selisih hampir dua kali lipat meski perbedaan sekilas “hanya” pada chipset. Namun tetap jauh lebih terjangkau dibandingkan penawaran yang Apple berikan lewat Mac Pro.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

