Jakarta, Gizmologi – Harga kartu grafis kembali menjadi sorotan setelah GIGABYTE dikabarkan mulai menerapkan kenaikan harga untuk sejumlah GPU buatannya. Berdasarkan informasi dari distributor perangkat keras asal Jepang, CFD-BIZ, kebijakan tersebut telah berlaku sejak 1 Agustus 2026 dengan besaran kenaikan yang bervariasi, mulai dari 20% hingga 40% tergantung model yang dijual.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada rincian resmi mengenai model GPU mana saja yang terdampak oleh penyesuaian harga tersebut. Informasi yang beredar juga masih berasal dari distributor, sehingga belum dapat dipastikan bagaimana implementasinya di tingkat ritel maupun pasar global.
Selain kenaikan harga GPU GIGABYTE, CFD-BIZ mengungkapkan bahwa sejumlah pesanan yang belum dikirim berpotensi dibatalkan. Distributor menyebut akan menghubungi pelanggan secara individual untuk mendiskusikan kemungkinan pembatalan apabila pesanan tidak lagi dapat dipenuhi dengan harga sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa proses distribusi GPU saat ini masih menghadapi tantangan, baik dari sisi stok maupun kebijakan harga baru.
Baca Juga: GIGABYTE Hadirkan Jajaran Motherboard dengan Performa CQDIMM
Pesanan Lama Berpotensi Terdampak
Menurut CFD-BIZ, tidak semua pesanan lama akan otomatis dibatalkan. Beberapa pesanan masih berpeluang dipenuhi menggunakan harga sebelumnya, tergantung kondisi masing-masing transaksi. Namun, seluruh pemesanan baru akan mengikuti struktur harga yang telah diperbarui sejak awal Agustus.
Kondisi tersebut membuat konsumen maupun pelaku industri PC DIY di Asia harus menghadapi ketidakpastian baru. Bagi pengguna yang berencana melakukan upgrade GPU dalam waktu dekat, perubahan harga ini dapat memengaruhi keputusan pembelian, terutama apabila model yang diincar termasuk dalam daftar produk yang mengalami penyesuaian harga.
Pelemahan Yen Disebut Jadi Salah Satu Faktor
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa pelemahan nilai tukar Yen Jepang terhadap dolar AS diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga. Pasokan GPU GIGABYTE yang masuk ke Jepang disebut berasal dari periode ketika kurs USD/JPY berada pada level yang tinggi, sehingga biaya impor ikut meningkat.
Di sisi lain, laporan sebelumnya juga menyebut harga GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series di Korea Selatan telah mengalami kenaikan hingga sekitar 30%, tergantung modelnya. Meski pemerintah Jepang dan Amerika Serikat dikabarkan telah melakukan intervensi untuk memperkuat nilai tukar Yen, belum dapat dipastikan apakah kenaikan harga hingga 40% akan bertahan dalam jangka panjang. Mengingat informasi ini masih berasal dari distributor grosir, perkembangan harga di tingkat ritel masih perlu dipantau dalam beberapa waktu ke depan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
