Lisensi Windows 11 untuk Produsen PC Naik hingga 10%, Harga PC Ikut Terdampak

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Kenaikan biaya di pasar PC belum berhenti pada komponen hardware. Setelah harga chip memori meningkat, Windows 11 kini dinaikkan untuk lisensinya, sehingga produsen PC atau OEM bisa saja terdapmpak dengan kebijakan baru ini. Besaran kenaikannya berada di kisaran 7% hingga 10%, angka yang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan lisensi yang biasanya hanya berada pada persentase satu digit rendah setiap tahunnya.

Besaran kenaikan tersebut juga tidak sama untuk setiap produsen. Vendor PC besar seperti Dell, ASUS, dan HP yang menjual perangkat dalam volume tinggi diperkirakan menghadapi kenaikan biaya sekitar 7%. Sementara itu, produsen yang lebih kecil kemungkinan harus menghadapi kenaikan hingga dua digit. Perbedaan ini membuat tekanan biaya yang dirasakan masing-masing produsen bisa cukup berbeda.

Kebijakan tersebut datang di tengah kondisi pasar PC yang sedang menghadapi kenaikan biaya dari berbagai sisi. Produsen kini harus mempertimbangkan harga komponen, khususnya memori, sekaligus biaya lisensi sistem operasi. Pada akhirnya, tambahan biaya tersebut berpotensi diteruskan kepada konsumen melalui harga PC yang lebih tinggi, meskipun besar kenaikannya akan bergantung pada strategi masing-masing vendor.

Baca Juga: Sony dan TSMC Bangun Pabrik Sensor Kamera Smartphone di Jepang, Produksi Mulai 2029

Microsoft Disebut Ingin Tingkatkan Windows 11

Salah satu dugaan yang muncul adalah Microsoft ingin meningkatkan pengembangan Windows 11 sekaligus memperbaiki pengalaman pengguna. Dalam beberapa waktu terakhir, sistem operasi tersebut memang mendapat sejumlah kritik terkait pengalaman pengguna. Kenaikan biaya lisensi kemudian dinilai sebagian pihak sebagai cara untuk mengimbangi investasi Microsoft dalam pengembangan Windows 11.

Namun, alasan tersebut masih sebatas spekulasi dan bukan penjelasan resmi mengenai alasan kenaikan harga. Yang lebih jelas, perubahan biaya ini menambah beban bagi OEM, terutama produsen kecil yang tidak memiliki skala penjualan sebesar perusahaan seperti Dell, ASUS, atau HP.

Harga Windows 11 untuk Konsumen Tetap

Meski biaya lisensi yang dibayarkan OEM meningkat, harga lisensi Windows 11 yang dibeli langsung oleh konsumen tidak ikut berubah. Windows 11 Home masih dibanderol US$139, sedangkan Windows 11 Pro tetap berada di harga US$199.

Dengan demikian, dampak kenaikan ini kemungkinan lebih terasa pada perangkat PC yang dijual oleh produsen. OEM dapat memilih menyerap sebagian biaya untuk menjaga harga tetap kompetitif, tetapi di tengah kenaikan harga komponen lainnya, pilihan tersebut tentu semakin terbatas.

Bagi konsumen, kondisi ini berarti harga PC baru berpotensi menjadi sedikit lebih mahal. Kenaikan Windows 11 memang bukan satu-satunya faktor, tetapi ketika digabungkan dengan meningkatnya harga memori dan komponen lainnya, tekanan terhadap harga jual PC menjadi semakin besar.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version