alexa

Smartphone “Anti Ngelag” Luna G Ditargetkan Laku 60 Ribu Unit Sebulan

Dengan harga IDR 2,6 jutaan, smartphone Luna G memiliki fitur serta dapur pacu layaknya smartphone kelas premium.

Sukses di Korea Selatan, smartphone Luna mengharapkan peruntungan serupa di Indonesia yang masuk pada 2016 lewat debut Luna V55C. Namun produk ini tidak terlalu sukses di pasar karena harga yang dianggap terlalu mahal dibanding fitur dan spesifikasi yang ditawarkan. Tak mau patah arang, merek smartphone besutan Foxconn ini merilis produk keduanya di bulan ini yaitu Luna G.

Jika Luna V55C menyasar segmen premium dengan harga di atas IDR 5 jutaan, Luna G turun kelas di pasar yang lebih gemuk di rentang harga IDR 2 sampai 3 jutaan. Kendati demikian, ponsel ini telah dilengkapi beragam fitur dan teknologi terkini, bahkan diklaim anti ngelag alias bekerja dengan cepat dan lancar.

Luna G diklaim merupakan smartphone terbaik di kelasnya. Dengan harga terjangkau, smartphone ini memiliki fitur serta dapur pacu layaknya smartphone kelas premium. Smartphone ini dipersenjatai dengan chipset Mediatek Helio P10 dengan procesor Octa Core yang memiliki clock speed 1,8 Ghz. Sementara itu memori RAM-nya pun terbilang besar yakni 4GB, lebih besar dari Luna V55C yang hanya 3GB.

Dibekali dengan prosesor Mediatek Helio P10 64 bit, menjadikan Luna G tanpa kendala mampu menjalankan aplikasi harian serta game kelas berat. Sementara itu dengan RAM sebesar 4 GB menajadikan smartphone ini tanpa kendala ketika membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Selain itu smartphone Luna G sudah menggunakan OS Android Marshmallow.

Untuk membuktikan klaimnya tersebut, pihak Luna Indonesia menggandeng Monica Carolina, gamer perempuan profesional pertama di Indonesia. Gamer cantik yang lebih dikenal dengan nickname Nixia ini telah menguji selama seminggu smartphone Luna G yang dipakai untuk menjalankan berbagai aktivitas, terutama game.

“Saya mencoba menggunakannya untuk memainkan beberapa mobile game populer kelas berat termasuk Vainglory selama seharian, kinerja ponsel ini sanggup bekerja dengan powerful. Baterainya pun ternyata cukup awet,” ujar Monica.

Pernyatan Monica tersebut lantas diamini oleh Suryadi Willim, Head Of MarComm ATL Luna Indonesia. Ponsel ini sanggup dipakai untuk beraktivitas seharian dengan lancar. “Jika dipakai untuk main game saja tidak mengalami kendala, seharusnya untuk penggunaan biasa pun tak masalah,” kata Suryadi.

Bagaimana dengan daya tahan baterai? Sektor ini juga menjadi salah satu selling point Luna G.  Dengan kapasitas baterai 4000 mAh, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya ketika menjalankan beragam aplikasi, baik game, kamera, video, music, atau fitur lainnya.

Smartphone yang bisa dijalankan pada jaringan multi operator ini (GSM-CDMA), hadir dengan desain stylish dengan bentang layar 5.5 inchi, IPS FHD(full high definition), 1.920 x 1.080 piksel yang dibalut dengan  hard glass 2.5 D. Keunggulan layar  2.5D adalah tampak dari sisi estetika dan juga ergonomis yang menjadikan tampilan Luna G semakin elegan dan terkesan mewah serta terlihat lebih menarik. Begitupun dengan resolusi layar Full HD, tampilan layar Luna G terlihat lebih jernih dan lebih tajam.

Fitur lainnya adalah ponsel ini memiliki kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP. Kualitas kamera yang dimiliki Luna G sudah termasuk mumpuni. Walaupun masih belum “kekinian” karena tidak menyertakan Dual Camera. Beragam fitur dan mode  kamera sudah tertanam dengan sempurna, seperti mode landscape, night, sport, dan mode lainnya. Kualitas kamera dipandang sudah mumpuni untuk beragam obyek yang ada.

Sistem keamanan pun semakin ditingkatkan dengan mengadopsi tekologi fingerprint scanner yang menawarkan keamanan tingkat tinggi, sekaligus kenyamanan penggunaan. Luna G juga sudah di-support teknologi Gyro sensor dan accelerometer yang dapat memberikan informasi orientasi lebih presisi sampai perputaran 360 derajat.

“Menyasar kelas menengah, Luna G hadir dengan harga terjangkau yaitu Rp.2.699.000. Dengan modal ‘anti ngelag’ tersebut, kami optimis Luna G akan laris di pasaran,” tambah Suryadi.

Untuk tahap awal, Suryadi mengungkapkan, Luna G akan dipasarkan sebanyak 10 ribu unit di online store. Selama tiga hari preorder sejak dibuka pada 17 April yang lalu, ponsel ini sudah dipesan setengahnya atau lima ribu unit. Sedangkan untuk pasar offline di semua jaringan distribusi channel baik modern maupun konvensional, pihaknya menyiapkan 50 ribu unit dalam satu bulan pertama.

Komentar kami:

Anti ngelag pada dasarnya hanyalah bahasa marketing. Perlu untuk dibuktikan dari berbagai pengujian. Biasanya, ponsel baru kinerjanya masih fresh. Menjalankan berbagai aplikasi dan game berlangsung lancar. Namun setelah beberapa bulan pemakaian, dengan diinstall banyak aplikasi dengan penggunaan yang beragam, biasanya akan terjadi penurunan kinerja. Ada yang stabil dan lancar, ada yang mulai bermasalah. Dari sinilah baru bisa disimpulkan, apakah smartphone tersebut layak menyandang anti ngelag atau sebaliknya.

Tinggalkan komen