Apple Akui Bug Face ID iPhone 18 Pro, Siap Hadirkan Perbaikan Segera Lewat Pembaruan Software

By
Prasetyo Herfianto - Editor | Tech Reviewer
4 Min Read

Apple telah menjual salah satu flagship terbarunya, iPhone 18 Pro Series di sejumlah negara tertentu. Dan setidaknya dalam sepekan terakhir, beberapa pengguna di internet mengeluhkan bug Face ID iPhone 18 Pro yang membuat pengalaman penggunaan menjadi sedikit terganggu. Kabar baiknya, Apple sudah mengetahui bug tersebut dan siap memperbaikinya segera lewat software update.

Ya, sistem Face ID iPhone 18 Pro memang dirancang sedikit berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, di mana sejumlah sensor diletakkan di area berbeda, termasuk di bawah layar perangkat. Hal ini memungkinkan Apple untuk mengubah desain Dynamic Island sehingga bisa tampil mengecil. Namun sayangnya, perubahan desain tersebut juga menimbulkan masalah baru.

iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menjadi flagship Apple yang sudah dijual resmi pekan ini di sejumlah negara. Sementara itu, smartphone lipat perdananya, iPhone Duo masih belum tersedia, di mana Apple memberikan jeda sekian pekan lebih terlambat untuk menyiapkan perangkat dalam desain lipat kompak tersebut.

Baca juga: iOS 27.2 Beta Meluncur, Ini 5 Fitur Baru yang Dibawa Apple

Face ID iPhone 18 Pro Bermasalah, Bikin iPhone Restart

Seperti yang kita tahu, sistem Face ID iPhone 18 Pro menjadi satu-satunya opsi autentikasi biometrik yang tersedia, selain opsi perlindungan konvensional seperti penggunaan kode PIN. Sayangnya, bug yang muncul pada sejumlah pengguna terbilang cukup mengganggu. Di mana proses pengenalan wajah tidak selalu sukses, alias harus mengulang beberapa kali.

Tidak sampai di situ, ketika pengguna ingin mencoba kembali proses Face ID lewat opsi “Try Face ID Again”, justru iPhone 18 Pro mereka akan freeze alias tidak bisa digunakan, hinga akhirnya setelah beberapa detik kemudian melakukan proses reboot alias menyala ulang. Tentunya bila ini terjadi setiap saat, menjadi bug Face ID iPhone 18 Pro yang cukup mengganggu.

Kabar baiknya, Apple sudah mengonfirmasi kepada 9to5Mac bila pihaknya siap memperbaiki bug Face ID iPhone 18 Pro tersebut, dan akan menghadirkan software update yang disebut akan tersedia awal pekan depan. Setidaknya pengguna bisa merasa lega bila ini hanyalah isu software saja, alih-alih hardware yang mengharuskan mereka untuk lakukan perbaikan perangkat.

Meski begitu, tidak semua pengguna iPhone 18 Pro merasa mengalamai hal ini. Belum diketahui penyebab utama dari bug Face ID iPhone 18 Pro, apakah perihal kalibrasi sensor, maupun lainnya.

Sensor Inframerah Face ID Kini Disematkan di Bawah Layar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Apple berhasil memindahkan peletakkan sensor tertentu agar dapat merancang. Modul Face ID iPhone 18 Pro tampil di dalam Dynamic Island yang lebih kecil. Tidak hanya membuat konten di layar terlihat semakin utuh, perubahan peletakkan sensor juga memungkinkan Dynamic Island menampilkan tiga aplikasi sekaligus secara berderetan.

Dan dari video teardown yang diunggah olh REWA Technology, terungkap bila Apple telah memindahkan sensor inframerah yang digunakan untuk memindai wajah, ke sebelah kiri atas perangkat. Ya, tepatnya di balik layar, di mana terdapat bagian khusus pada layar yang memiliki pola khusus agar cahaya inframerah dapat menembus panel dan tetap mampu mendeteksi wajah pengguna secara normal.

Lain iPhone 18 Pro, lain pula iPhone Duo. Di mana pada layar utama alias layar lipatnya, Apple memutuskan untuk menggunakan kamera selfie under-display, yang sepenuhnya tidak terlihat saat sedang digunakan. Sebuah keputusan yang menarik, mengingat Samsung memilih untuk meninggalkan teknologi tersebut, dan beralih ke jenis sensor konvensional pada generasi foldable terbarunya.

Author

Prasetyo Herfianto

Tech reviewer & nasi goreng enthusiast. Editor at Gizmologi.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version