Samsung dikabarkan akan mengurangi produksi smartphone secara signifikan pada kuartal IV 2026 akibat kenaikan harga chip memori. Laporan media Korea Selatan, Money Today, menyebut divisi Samsung Mobile Experience (MX) telah menghubungi para pemasok untuk meminta pengurangan volume produksi sebesar 20 hingga 30% selama periode Oktober hingga Desember. Jika laporan ini akurat, langkah tersebut dapat memengaruhi jumlah perangkat Samsung yang diproduksi menjelang akhir tahun.
Laporan yang sama menyebut Samsung diperkirakan menutup 2026 dengan pengiriman sekitar 200 juta unit smartphone, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 270 juta unit. Salah satu faktor yang disebut melatarbelakangi keputusan tersebut adalah kenaikan harga RAM LPDDR5X berkapasitas 12GB yang dilaporkan mencapai 175%. Kenaikan biaya komponen ini dapat menambah tekanan terhadap biaya produksi perangkat, terutama ketika produsen harus menjaga harga jual tetap kompetitif.
Meski begitu, penurunan produksi pada kuartal IV tidak sepenuhnya berarti mereka sedang menghadapi pelemahan permintaan. Perusahaan tersebut secara historis memang cenderung mengurangi produksi smartphone menjelang akhir tahun karena bersiap menyambut peluncuran seri flagship Galaxy S pada Januari hingga Februari. Karena itu, dampak krisis memori perlu dilihat bersama siklus produksi tahunan Samsung.
Baca Juga: IDC: Pengiriman PC Global Turun 20,1% pada Q3 2026, Lenovo Masih Memimpin
Harga RAM Naik, Produksi Smartphone Ikut Tertekan
Kenaikan harga chip memori menjadi tantangan bagi produsen smartphone karena komponen tersebut merupakan bagian penting dalam menentukan biaya perangkat. RAM berkapasitas besar juga semakin umum digunakan pada ponsel kelas menengah atas hingga flagship, sehingga perubahan harga dapat memengaruhi perencanaan produksi dan margin keuntungan.
Jika kenaikan biaya terus berlanjut, produsen memiliki beberapa pilihan, mulai dari menekan volume produksi, menyesuaikan spesifikasi, hingga menaikkan harga jual. Namun, belum ada informasi mengenai langkah spesifik yang akan diambil Samsung terhadap setiap lini produknya. Besarnya pengurangan produksi yang dilaporkan juga masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari perusahaan.
Proyeksi Pengiriman Samsung Berpotensi Berubah
Perkiraan pengiriman 200 juta unit pada 2026 menunjukkan adanya perbedaan besar dibandingkan target sebelumnya. Namun, angka tersebut masih berasal dari laporan media dan belum dapat dianggap sebagai proyeksi final Samsung. Pengiriman perangkat ke pasar juga tidak selalu mencerminkan jumlah smartphone yang benar-benar dibeli konsumen.
Di sisi lain, kuartal IV merupakan periode persiapan penting bagi Samsung menjelang peluncuran Galaxy S generasi berikutnya. Pengurangan produksi bisa menjadi bagian dari penyesuaian stok sekaligus respons terhadap biaya komponen. Perkembangan harga memori dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi salah satu faktor penting untuk melihat apakah tekanan ini berlanjut hingga 2027.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

