Xiaomi resmi memperkenalkan Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max di China, hanya beberapa jam setelah Qualcomm mengumumkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6. Xiaomi 18 Pro menjadi salah satu smartphone pertama yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sementara varian Pro Max hadir dengan Snapdragon 8 Elite Extreme yang merupakan versi lebih tinggi dari lini chipset tersebut.
Selain membawa peningkatan performa, Xiaomi juga mempertahankan layar sekunder di bagian belakang yang menjadi salah satu ciri khas generasi sebelumnya. Kali ini, layar tersebut mendapat fungsi tambahan melalui integrasi AI. Pengguna dapat membuat mini-app sendiri dengan bantuan asisten Xiao AI, mulai dari pengingat minum, timer memasak telur, hingga rekomendasi resep.
Di bagian lain, Xiaomi memberikan sejumlah peningkatan pada sektor kamera, baterai, dan privasi. Kedua smartphone menggunakan konfigurasi tiga kamera belakang yang sama, layar LTPO AMOLED 2K dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz, serta dukungan pengisian cepat 100W. Keduanya juga menjalankan HyperOS 4 dan memiliki sertifikasi IP69.
Baca Juga: Xiaomi Rilis 3 Wearable Baru di Indonesia, Harga Mulai Rp449 Ribu
Kamera 200 MP dan Layar Privasi Berbasis Hardware
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max membawa kamera utama 200MP Light Hunter 960 dengan sensor berukuran 1/1,28 inci dan focal length setara 23mm. Kamera ini ditemani periskop telefoto 200MP dengan sensor 1/1,56 inci, focal length 75mm, serta optical zoom 3,2x. Sementara itu, kamera ultrawide menggunakan sensor 50MP dengan bidang pandang 102 derajat.
Pada bagian depan, kedua perangkat menggunakan panel LTPO AMOLED beresolusi 2K dengan refresh rate 1–120Hz. Xiaomi 18 Pro memiliki ukuran 6,4 inci, sedangkan 18 Pro Max mempertahankan ukuran 6,9 inci. Keduanya diklaim mampu mencapai tingkat kecerahan puncak 4.000 nits dan menggunakan Dragon Crystal Glass 3 sebagai perlindungan layar.
Xiaomi juga menambahkan fitur hardware-level privacy display yang membatasi visibilitas layar dari sudut tertentu. Fitur ini dapat diatur berdasarkan lokasi dan mampu menyembunyikan notifikasi, floating window, serta tampilan split-screen. Pengguna juga dapat mengaktifkannya melalui tombol AI khusus di sisi kiri perangkat.
Baterai Hingga 8.500 mAh dan Layar Belakang Lebih Interaktif
Kapasitas baterai menjadi salah satu perubahan yang cukup besar. Xiaomi 18 Pro menggunakan baterai 7.000 mAh, meningkat sekitar 11 persen dari pendahulunya, sedangkan 18 Pro Max membawa kapasitas 8.500 mAh atau sekitar 13 persen lebih besar. Keduanya mendukung pengisian kabel 100W, wireless charging 50W, serta reverse wireless charging 27W.
Layar belakang kini tidak sekadar berfungsi sebagai panel tambahan. Melalui Xiao AI, pengguna dapat membuat mini-app dan wallpaper berbasis AI, menampilkan widget, serta berinteraksi dengan asisten tersebut. Layar ini juga dapat digunakan sebagai viewfinder ketika mengambil foto menggunakan kamera belakang.
Di China, Xiaomi 18 Pro dibanderol mulai CNY 5.999 atau sekitar US$895 untuk konfigurasi 12GB/256GB. Sementara Xiaomi 18 Pro Max mulai CNY 6.999 atau sekitar US$1.045 untuk kapasitas yang sama. Keduanya tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, pink, dan biru, dengan varian merah khusus yang menggunakan elemen transparan pada bagian belakang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
