Jakarta, Gizmologi – Meski tidak hadir secara resmi di Indonesia, smart ring alias cincin pintar yang satu ini terbilang cukup populer karena debut lebih dulu dan telah mengalami pembaruan rutin. Ya, adalah Oura yang baru saja memperkenalkan Oura Ring 4. Tampil lebih stylish, lebih ramping, namun dengan metriks kesehatan lebih akurat.
Sejak kehadirannya beberapa tahun terakhir, sejumlah vendor mencoba untuk hadirkan solusi serupa dengan merilis wearables yang berukuran sangat mungil satu ini. Salah satunya termasuk Ultrahuman dan Samsung lewat Galaxy Ring—sayangnya tak kunjung tersedia resmi, kabarnya masih menunggu sertifikasi kesehatan tertentu sampai bisa dijual bebas di Indonesia.
Sementara untuk konsumen yang ingin membeli Oura Ring 4, tentu harus memesannya dari luar negeri. Tidak hanya sekali bayar, Oura juga masih mengharuskan pengguna untuk membayar biaya berlangganan agar bisa menikmati fitur komplitnya. Lantas apa yang membuat cincin pintar satu ini diminati oleh para konsumennya?
Baca juga: Samsung Galaxy Ring, Cincin Pintar dengan Pelacakan Kesehatan Komplit
Dirancang Lebih Tipis, Sensor Lebih Akurat
Selayaknya iPhone Pro terbaru, material bodi Oura Ring 4kini terbuat dari titanium luar dalam. Tidak hanya itu, sisi dalamnya juga dibuat lebih seamless dengan permukaan rata. Dua poin tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, dengan bagian sensor di dalam sedikit menonjol yang membuat pengguna merasa kurang nyaman saat beraktivitas dan menggunakannya sepanjang hari.
Pilihan ukurannya pun kini lebih banyak, disebut sebagai cincin pintar dengan diameter paling variatif mulai ukuran 4 – 15, memiliki bobot kisaran 3,3 sampai 5,2 gram, dengan ketebalan 2,88mm saja. Bagian sensor di dalamnya hanya tebal 0,3mm, tak seperti generasi sebelumnya yang mencapai 1,3mm. Dan tetap dirancang tahan air sampai kedalaman 100 meter.
Meski sisi dalamnya kini tidak timbul, Oura tetap bisa meningkatkan akurasi pelacakan tingkat SpO2 hingga 120%, dan aktivitas tidur sampai 30% dibandingkan generasi sebelumnya, termasuk sensor detak jantung lebih akurat sepanjang hari. Ini berkat algoritma baru pada perangkat yang bisa menyebarkan frekuensi lebih lebar, ditujukan agar pembacaan informasi tetap akurat meski posisi cincin sedikit berubah saat digunakan.
Peningkatan menarik lainnya ada pada daya tahan baterai. Lebih lama sehari, baterai Oura Ring 4 diklaim mampu digunakan hingga 8 hari. Wearable satu ini juga hadir dengan charging dock terbaru yang terbuat dari material titanium. Tanpa tutup seperti Galaxy Ring, namun sudah dilengkapi permukaan khusus di bagian bawah agar tidak mudah selip saat terletak di meja dan sejenisnya.
Harga Oura Ring 4 & Biaya Langganan
Disebutkan bila salah satu alasan mengapa Oura membuat opsi ukuran Oura Ring 4 lebih banyak, karena demografi penggunanya yang kini semakin banyak didominasi oleh pengguna perempuan, terutama rentang usia 20 tahun. Selain perangkatnya, aplikasi Oura juga turut diperbarui. Memiliki tampilan lebih mudah, dan sejumlah penilaian kesehatan tambahan termasuk pemantauan tingkat stress.
Dengan fitur yang bertambah, Oura sebutkan bila biaya berlangganan tidak akan naik, alias tetap USD5,99 (Rp92 ribuan) per bulan atau USD69,99 (Rp1 jutaan) per tahun. Sejumlah fitur yang ditambahkan seperti metriks tingkat stress juga bakal diturunkan ke perangkat generasi ketiga sebelumnya.
Bisa melacak 40 jenis aktivitas berbeda secara otomatis, harga Oura Ring 4 dibanderol USD349 atau sekitar Rp5,4 jutaan. Tentu perangkat ini bisa menjadi alternatif Galaxy Ring, karena bisa digunakan tak hanya ke smartphone Android, maupun iOS. Meski memang memerlukan biaya tambahan untuk akses aplikasinya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

