12TB Arsip Steam Bocor, Aset Half-Life 2 Episode 3 Muncul

5 Min Read
Steam Teraleak membuka lebih dari 12TB arsip game dan material pengembangan dari era Steam2.

Arsip internal milik Valve dari infrastruktur lama Steam, Steam2, berukuran lebih dari 12TB (terabyte) bocor di internet dan membuka kembali ribuan depot build, prototipe, hingga material pengembangan game PC dari periode 2003 hingga 2013.

Kumpulan data dijuluki “Steam Teraleak” tersebut tidak bocor di internet karena hasil peretasan. Menurut dataminer Valve, Game Follower, seluruh isi arsip diperoleh lewat endpoint Steam2 yang salah dikonfigurasi.

Akibat hal tersebut, publik pun bisa mengakses beragam informasi dan data game dengan totol 12 TB tersebut secara bebas, bukan lewat celah keamanan yang disusupi.

Baca Juga: CEO Epic Games Kritik Kebijakan AI Steam

Steam2  sendiri merupakan sistem distribusi konten Valve berbasis format GCF dan NCF, yang akhirnya digantikan SteamPipe pada Maret 2013.

Arsip tersebut berisi ribuan depot mencakup versi rilis game, build pengembangan, prototype, hingga playtest sebelumnya tidak tersedia untuk publik, sebagaimana dikutip dari Ars Technica, Senin (31/8/2026).

Game Apa Saja yang Ditemukan di Steam Teraleak?

Berikut sejumlah temuan yang telah dikonfirmasi dataminer dari arsip 12TB tersebut:

  1. Left 4 Dead — build awal dari Juni 2008, lengkap dan dapat dijalankan.
  2. Counter-Strike: Global Offensive — versi purwarupa saat game masih berupa modifikasi dari Counter-Strike: Source.
  3. Portal 2 — build yang dapat dimainkan sejak Juli 2009, jauh sebelum rilis resmi.
  4. F-Stop — proyek eksperimental prekuel Portal yang dibatalkan, memakai mekanik kamera alih-alih portal gun.
  5. Half-Life 2: Episode Three — belum ada build lengkap, tapi ditemukan model senjata “Weaponizer” yang sebelumnya diasosiasikan dengan proyek ini.
  6. Game pihak ketiga — termasuk Spore, Sonic the Hedgehog 4: Episode II, Spec Ops: The Line, Fallout: New Vegas, Dragon Age: Origins, dan Batman: Arkham Asylum.

Hingga berita di-publish, pihak Valve belum memberikan pernyataan resmi terkait kebocoran 12TB ini.

Half-Life 2 Episode Three Ikut Terseret

Salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah aset yang dikaitkan dengan Half-Life 2: Episode Three.

Material tersebut antara lain mencakup Weaponizer, sebuah konsep yang pernah diasosiasikan dengan proyek Episode Three.

Namun, temuan tersebut bukan berarti build lengkap Half-Life 2: Episode Three telah ditemukan.

Arsip ini juga disebut memuat material awal Portal 2, termasuk sejumlah mekanik yang akhirnya dibuang sebelum game dirilis.

Selain game milik Valve, arsip tersebut mencakup konten dari publisher pihak ketiga yang pernah mengunggah game ke Steam selama periode tersebut.

Beberapa nama yang dilaporkan muncul mencakup Call of Duty, Resident Evil, Mirror’s Edge, Batman: Arkham Asylum, dan Dragon Age: Origins.

Bukan Bukti Steam Baru Saja Diretas

Bukan Bukti Toko Digital Milik Valve Itu Baru Saja Diretas

Meski disebut sebagai salah satu kebocoran terbesar dalam sejarah game PC, belum ada bukti platform digital ini baru saja menjadi korban peretasan.

Dataminer dan pemerhati Valve, Gabe Follower, mengatakan data Steam2 tersebut diperoleh melalui endpoint yang pernah dapat diakses publik.

Namun, belum diketahui apakah keseluruhan arsip baru diambil dalam waktu dekat atau merupakan gabungan data yang telah disimpan oleh sejumlah pihak selama bertahun-tahun.

Komunitas dataminer hingga kini masih terus menyisir arsip ini, dan mengingat ukurannya yang mencapai 12TB, proses identifikasi kemungkinan besar akan memakan waktu berminggu-minggu, bukan hanya beberapa hari.

Karena banyak file merupakan materi pengembangan dan konten berhak cipta yang tidak pernah dirilis secara resmi, pengguna sebaiknya tidak sembarangan mengunduh atau menyebarkan arsip tersebut.

Valve Raup Pendapatan Fantastis dari Steam

Steam kembali menunjukkan dominasinya sebagai platform distribusi game PC terbesar di dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset Alinea Analytics, platform milik Valve tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan kotor mencapai US$11,1 miliar atau sekitar Rp180 triliun selama paruh pertama 2026.

Angka tersebut menjadi pencapaian yang cukup signifikan. Sebagai perbandingan, sepanjang 2021 yang menjadi salah satu periode terbaik industri game akibat pandemi COVID-19, Steam diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar US$11,4 miliar dalam satu tahun penuh. Artinya, dalam enam bulan pertama 2026 saja, Steam hampir menyamai pendapatan tahunan pada masa puncak pertumbuhan industri game tersebut.

Meski Valve tidak pernah mengungkapkan laporan keuangan secara publik karena berstatus perusahaan privat, estimasi dari Alinea Analytics memberikan gambaran mengenai besarnya peran Steam dalam ekosistem game PC saat ini. Tren tersebut juga memperlihatkan bahwa pasar distribusi digital masih terus berkembang, meskipun industri game global sempat menghadapi perlambatan dalam beberapa tahun terakhir.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version