Control Resonant Terjual 1 Juta Kopi dalam Tiga Minggu, Jadi Game Tercepat Terlaris Sepanjang Sejarah Remedy

By
3 Min Read

Remedy Entertainment mengumumkan Control Resonant sudah terjual lebih dari 1 juta kopi di seluruh dunia pada 15 Oktober 2026. Pencapaian ini hanya butuh sekitar tiga minggu sejak game dirilis pada 24 September 2026. Dengan rekor ini, Control Resonant menjadi game tercepat terlaris dalam sejarah 31 tahun studio asal Finlandia tersebut, sekaligus melampaui Alan Wake 2 yang dulu memegang rekor serupa dengan waktu sekitar dua bulan.

Pencapaian ini terasa istimewa bagi Remedy karena studio mereka selama ini dikenal lewat game yang cukup inovatif sekaligus diapresiasi oleh kritikus. Sayangnya segala inovasi dan pujian terasa kurang karena tidak optimalnya penjualan. Alan Wake 2 misalnya, dianggap sebagai salah satu rilisan terbaik 2023, tapi butuh waktu lama sebelum benar-benar menguntungkan.

Kali ini ceritanya berbeda. Control Resonant langsung mendapat sambutan kuat sejak awal, dan penjualannya melesat tanpa menunggu lama.Keberhasilan tersebut membuat posisi Remedy semakin kuat. Kini studio memiliki dua franchise yang sudah mapan, yaitu Control dan Alan Wake. Penjualan yang cepat juga memberi ruang bagi Remedy untuk mengembangkan proyek baru dan melanjutkan dukungan untuk kedua seri tersebut.

Control Resonant tersedia di PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC lewat Steam serta Epic Games Store dengan harga US$59,99. Remedy juga sudah memastikan versi Mac akan hadir nanti di 2026.

Baca juga: Film Street Fighter Tayang 14 Oktober, Hadirkan Pertarungan Ryu, Ken, dan Chun-Li

Progres Kreatif dalam Control Resonant

Control Resonant merupakan sekuel dari Control pertama. Banyak perubahan yang dilakukan sebelum game ini rilis di pasaran. Control pertama dirilis pada 2019 dan diterbitkan oleh 505 Games. Game itu sempat masuk nominasi Game of the Year dan dipuji karena dunianya yang unik. Remedy Entertainment kemudian menggarap Control Resonant bersama Annapurna Pictures yang ikut mendanai dan memproduksi bersama.

Control Resonant mengambil pendekatan baru dengan protagonis bernama Dylan, berbeda dari Jesse Faden di game pertama. Sistemnya juga dikembangkan lebih jauh. Pemain harus mempelajari kekuatan supernatural Dylan, lalu memilih cara mengembangkan kemampuan tersebut lewat sistem progresi yang cukup dalam. Musuh pun terus berubah, sehingga pemain perlu memanfaatkan lingkungan dan kekuatan elemental untuk bertahan.

Secara genre, Control Resonant diposisikan sebagai action RPG supernatural. Ini membuatnya terasa lebih kaya dalam urusan pengembangan karakter dibanding pendekatan action-adventure pada game pertama. Bagi penggemar lama, pergeseran ini bisa jadi menarik sekaligus menantang, karena gaya bermainnya ikut berubah meski dunianya tetap terasa familiar.

Author

Ronggo

Verba Volant, Scripta Manen.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version