Dava Wardana, kreator di balik The Morgue Shift, mengembangkan pendekatan horor yang berbeda dari kebanyakan game di Roblox. Alih-alih mengandalkan jumpscare semata, game ini memanfaatkan suasana, desain permainan, dan efek suara untuk membangun ketegangan. Dalam wawancara bersama media, Dava membagikan proses kreatif hingga tantangan mengembangkan game horor di platform tersebut.
Menariknya, Dava memiliki latar belakang di bidang cybersecurity sebelum terjun ke pengembangan game. Inspirasi The Morgue Shift berasal dari pengalamannya di rumah sakit, yang kemudian mendorongnya mengangkat lingkungan kamar mayat sebagai latar cerita horor psikologis.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah karakter 3D dengan tampilan lebih detail, berbeda dari avatar blocky yang identik dengan Roblox. Pilihan ini menjadi bagian dari upayanya membangun atmosfer yang lebih realistis. Meski begitu, visual saja tidak cukup untuk menciptakan pengalaman horor yang kuat, sehingga elemen audio dan desain gameplay turut menjadi perhatian dalam pengembangannya.
Baca Juga: PlayStation 5 Bisa Mainkan Game Steam via Playden, Tapi Ada Syaratnya
Mengandalkan Atmosfer dan Pengalaman Bermain
Menurut Dava, menciptakan game horor membutuhkan lebih dari sekadar kejutan mendadak. Efek suara, desain lingkungan, dan alur permainan berperan dalam membangun rasa tidak nyaman sekaligus membuat pemain penasaran untuk melanjutkan permainan.
The Morgue Shift juga terus mendapatkan pembaruan secara berkala. Dava berencana mengembangkan game tersebut dengan kualitas grafis dan fitur yang lebih baik. Namun, pengembangan berkelanjutan tentu membutuhkan waktu dan konsistensi agar penambahan konten tetap sejalan dengan pengalaman bermain yang ingin dibangun.
Roblox Jadi Ruang Belajar bagi Kreator Baru
Dava kreator The Morgue Shift menilai Roblox menawarkan peluang bagi generasi muda yang ingin membuat game sendiri karena kreator bisa menjangkau basis pemain yang luas. Selain membangun komunitas, mereka juga berpeluang mengembangkan intellectual property (IP) orisinal yang dapat diperluas ke produk lain, seperti merchandise.
Meski demikian, menjadi kreator game bukan proses instan. Dava menjelaskan bahwa mempelajari Roblox Studio dan scripting membutuhkan waktu serta latihan konsisten. Pemula mungkin memerlukan sekitar satu hingga tiga bulan untuk mulai memahami platform tersebut, meskipun waktu belajar setiap orang bisa berbeda. Ia juga menekankan pentingnya memiliki ide yang khas di tengah banyaknya game dengan tema serupa. Bagi Dava, kreator perlu berani bereksperimen dan tidak sekadar mengikuti tren agar karya mereka memiliki identitas sendiri.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
