Jakarta, Gizmologi – Setelah pre-order dibuka Grand Theft Auto VI (GTA 6), perhatian publik tidak hanya tertuju pada harga maupun fitur baru yang ditawarkan Rockstar Games. Informasi terbaru menunjukkan bahwa game yang sangat dinantikan tersebut kemungkinan tidak akan tersedia secara resmi di sejumlah negara saat peluncurannya.
Indikasi tersebut muncul dari halaman produk GTA 6 di PlayStation Store. Pada bagian FAQ terkait layanan GTA+, Sony mencantumkan daftar wilayah yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus langganan tersebut. Daftar tersebut mencakup Bahrain, China, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Rusia, dan Taiwan. Kehadiran daftar tersebut memicu spekulasi bahwa GTA 6 akan menghadapi pembatasan distribusi di negara-negara tersebut.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Rockstar Games maupun Sony yang secara eksplisit menyebut bahwa GTA 6 dilarang beredar di wilayah tersebut. Kemungkinan terbesar adalah distribusi fisik game akan dibatasi atau tidak tersedia secara resmi, sementara akses melalui metode lain masih dimungkinkan.
Baca Juga: GTA 6 Resmi Dibuka untuk Pre-Order, Harga di Indonesia Tembus Rp1 Jutaan
Konten GTA Kerap Jadi Sorotan Regulator
Seri Grand Theft Auto memang bukan nama baru dalam daftar game yang menghadapi pembatasan di berbagai negara. Sejak generasi awal, franchise ini dikenal menghadirkan tema kriminalitas, kekerasan, penggunaan senjata, konsumsi alkohol, hingga konten dewasa yang sering kali bertentangan dengan regulasi di sejumlah wilayah.
Hingga saat ini belum diketahui alasan spesifik di balik potensi larangan GTA 6. Namun, banyak analis memperkirakan bahwa unsur-unsur yang selama ini identik dengan GTA masih menjadi faktor utama. Beberapa negara di Timur Tengah, misalnya, memiliki aturan yang cukup ketat terkait penggambaran kekerasan dan konten seksual dalam media hiburan.
Pemain Masih Bisa Mencari Alternatif
Bagi pemain yang berada di negara-negara terdampak, larangan resmi belum tentu berarti tidak bisa memainkan GTA 6 sama sekali. Seperti yang terjadi pada sejumlah game sebelumnya, pengguna biasanya masih dapat mengimpor salinan fisik dari negara lain atau membeli versi digital melalui akun yang terdaftar di wilayah berbeda.
Namun, solusi tersebut tentu tidak selalu praktis. Selain potensi biaya tambahan, pengguna juga harus memperhatikan kebijakan regional dari platform yang digunakan. Di beberapa kasus, pembatasan wilayah dapat memengaruhi akses terhadap layanan online maupun konten tambahan.
Untuk saat ini, situasinya masih belum sepenuhnya jelas. Rockstar dan Sony diperkirakan akan memberikan informasi lebih lanjut mendekati peluncuran resmi GTA 6a pada November 2026. Sampai ada konfirmasi resmi, kabar mengenai daftar negara yang terdampak sebaiknya disikapi sebagai indikasi awal, bukan keputusan final terkait distribusi game tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.