Memo Internal Xbox Bocor: 4 Strategi Prioritas untuk Selamatkan Bisnis Game di Masa Depan

By Ronggo
5 Min Read

Jakarta, Gizmologi – CEO Xbox Asha Sharma mengirimkan memo internal kepada seluruh staf pada 30 Juli 2026, sehari setelah Microsoft merilis hasil keuangan kuartal keempat FY26 yang menunjukkan divisi gaming mengalami penurunan pendapatan sebesar $1,7 miliar. Penurunan tahunan pertama sejak Microsoft mengakuisisi Activision Blizzard. Dikutip dari beberapa sumber, termasuk bocoran dari The Verge, memo tersebut memaparkan empat pilar strategi yang Sharma sebut sebagai “Four C’s”: Core, Content, Creation, dan Connection.

Kondisi yang dihadapi Sharma dianggap berat dari segala arah. Selain penurunan pendapatan $1,7 miliar di FY26, margin keuntungan Xbox anjlok ke angka 3%, angka terburuk dalam lebih dari satu dekade. Bulan Juli saja diwarnai 1.600 PHK, penutupan beberapa studio, dan divestasi empat studio lainnya. Sharma sendiri mengakui bahwa langkah perbaiki di perusahaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sharma menetapkan tiga tahap untuk mengukur keberhasilan strategi ini. Pertama, Xbox harus kembali ke pertumbuhan positif sebelum akhir FY27 di Juni 2027. Kedua, di FY28 dan FY29, Four C’s harus bergerak menjadi bisnis yang menghasilkan nilai nyata bagi pemain dan akselerasi pendapatan. Ketiga, di FY30, Xbox menargetkan sudah berada di setengah jalan menuju target harian jangka panjang mereka dengan pertumbuhan dua digit yang berkelanjutan. Target jangka panjang itu adalah satu miliar pengguna aktif harian, dan per saat memo ditulis, Xbox sudah menjangkau 100 juta pemain harian, lebih dari 500 juta bulanan, dan hampir satu miliar setiap tahun.

Banyak yang melihat empat prioritas ini sebagai jargon korporat yang tidak fokus, dan kekhawatiran terbesar tertuju pada rencana ekspansi Minecraft yang banyak ditafsirkan sebagai pintu masuk monetisasi yang lebih agresif. Fokus baru pada eksklusivitas konsol mendapat respons yang sedikit lebih positif, meski secara keseluruhan komunitas masih menunggu bukti konkret bukan sekadar memo.

Baca juga: Final Fantasy 14 Segera Rilis di Switch 2, Berapa Kapasitas Memori yang Diperlukan?

Bedah Empat Pilar Memo Xbox dari Asha Sharma

Asha Sharma sudah dua kali merilis memo internal menjadi indikasi perusahaan belum stabil?

Bila kita hendak melihat lebih dalam maksud dari empat pilar utama dari memo internal yang tersebar. Maka sejatinya semua itu merupakan langkah praktis agar perusahaan bisa menapaki jalan lebih baik di masa depan. Terutama dalam bisnis game yang memang makin mengalami ujian dari internal maupun eksternal perusahaan.

Pilar pertama bicara soal Core. Menempatkan konsol Xbox sebagai fondasi utama bisnis karena masih menghasilkan porsi terbesar pendapatan Xbox. Game Pass, Windows, cloud gaming, dan sistem operasi Xbox dimaksudkan sebagai pelengkap, bukan pengganti konsol. Seiring fokus baru ini, Microsoft juga mulai menegaskan kembali eksklusivitas: Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution dikonfirmasi sebagai eksklusif konsol Xbox, dengan keputusan serupa dilaporkan sudah dalam pipeline.

Berlanjut ke Content yang bertujuan mengubah game andalan mereka menjadi franchise global jangka panjang. Struktur studio Xbox yang selama ini terdesentralisasi akan dikonsolidasikan ke sejumlah franchise terbesar. Sharma menyebut tiga franchise Xbox sudah menghasilkan lebih dari $1 miliar per tahun, meski tidak menyebutkan judulnya secara spesifik. Rencana transmedia juga masuk di sini, mencakup film, serial TV, produk konsumen, sponsorship, live experiences, dan kemitraan baru termasuk di pasar China.

Pilar ketiga Creation, dan menjadi perhatian utama, berpusat pada Minecraft. Sharma menyatakan dalam memo bahwa konten buatan pengguna telah mendorong lebih dari 60% pertumbuhan pengeluaran konsumen bersih di luar China sejak 2021. Microsoft berencana investasi ke Minecraft lebih dalam dan kemungkinan memanfaatkan cloud untuk memperluas akses serta pengeluaran pemain, dengan tujuan menjadikan Minecraft platform kreator kelas dunia yang setara Roblox atau Fortnite.

Ditutup dengan pilar keempat, Connection, fokus pada memperpanjang usia franchise Xbox melampaui batas video game konvensional, termasuk ekspansi ke pasar internasional baru. Sebelum memo Four C’s ini, pada April 2026 Sharma juga sudah merilis memo “We Are Xbox” yang mengelompokkan prioritas di sekitar Hardware, Content, Experience, dan Services.

Dua memo dalam satu kuartal dari seorang CEO baru mencerminkan betapa cepatnya Sharma ingin mengubah arah, meski di sisi lain juga menunjukkan bahwa Xbox sedang dalam proses pencarian bentuk yang belum sepenuhnya stabil.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version