Microsoft Kembali Naikkan Harga Xbox, Model 2TB Justru Dihentikan

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Microsoft kembali menaikkan harga konsol Xbox di sejumlah pasar. Ini menjadi kenaikan harga terbaru setelah perusahaan sebelumnya melakukan penyesuaian harga pada Mei dan Oktober tahun lalu.

Kenaikan kali ini tergolong cukup signifikan. Model Xbox Series S 512GB kini dijual seharga US$499 dari sebelumnya US$399. Sementara Xbox Series S 1TB naik dari US$449 menjadi US$599. Di kelas yang lebih tinggi, Xbox Series X Digital 1TB kini dibanderol US$749, sedangkan Xbox Series X 1TB naik menjadi US$799.

Selain menaikkan harga, Microsoft juga memutuskan untuk menghentikan penjualan model Xbox Series X 2TB. Belum ada penjelasan lebih lanjut terkait alasan penghentian model tersebut, namun langkah ini membuat pilihan kapasitas penyimpanan Xbox menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

Retailer Khawatir Stok Konsol Menipis Jelang Peluncuran GTA 6

Microsoft Sebut Harga Memori dan Storage Jadi Penyebab

Dalam penjelasannya, Microsoft menyebut kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen, khususnya memori dan penyimpanan. Beberapa tahun terakhir, industri semikonduktor memang mengalami tekanan akibat tingginya permintaan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perangkat konsumen hingga pusat data.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pasar konsol game. Harga SSD dan beberapa komponen komputer juga sempat mengalami fluktuasi akibat perubahan pasokan dan permintaan global. Bagi Microsoft, kenaikan biaya produksi menjadi alasan utama di balik keputusan untuk menyesuaikan harga jual konsol tersebut.

Namun di sisi lain, kenaikan harga yang terus terjadi juga berpotensi memengaruhi minat konsumen. Dengan harga Xbox Series X yang kini mendekati US$800, sebagian calon pembeli mungkin mulai mempertimbangkan alternatif lain, baik dari kompetitor maupun PC gaming rakitan.

Tantangan di Tengah Persaingan Industri Game

Kenaikan harga ini datang di saat industri game tengah menantikan sejumlah peluncuran besar, termasuk GTA VI yang diprediksi akan mendorong penjualan konsol secara global. Di satu sisi, momentum tersebut bisa membantu Microsoft menjaga permintaan terhadap konsol.

Namun di sisi lain, harga yang semakin tinggi berisiko menjadi hambatan tersendiri. Konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan performa perangkat, tetapi juga nilai yang didapat dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.

Bagi Microsoft, tantangannya bukan sekadar menjaga ketersediaan stok dan rantai pasok, tetapi juga memastikan Xbox tetap kompetitif di tengah kondisi pasar yang semakin sensitif terhadap harga. Apalagi, konsol generasi saat ini sudah memasuki fase pertengahan siklus hidupnya, ketika sebagian konsumen mulai menunggu generasi berikutnya atau mencari alternatif dengan harga yang lebih menarik.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version