Sony Pastikan Stok DRAM PS5 Aman Jelang GTA VI, Harga Konsol Belum Naik

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Krisis pasokan chip memori masih menjadi tantangan bagi industri teknologi sepanjang 2026. Kenaikan harga DRAM berdampak pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari smartphone hingga PC. Namun, di tengah situasi tersebut, Sony memastikan produksi konsol PlayStation 5 tetap berjalan sesuai rencana.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Sony mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengamankan pasokan DRAM yang dibutuhkan untuk memenuhi target produksi PlayStation 5 dan PlayStation 5 Pro hingga tahun fiskal 2026 yang berakhir pada April 2027. Langkah ini dilakukan menjelang peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI), yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan konsol secara signifikan.

Keputusan Sony dinilai cukup penting mengingat perilisan game blockbuster sering kali mendorong lonjakan penjualan perangkat keras. Meski begitu, perusahaan belum memberikan indikasi adanya peningkatan target produksi secara drastis, melainkan fokus memastikan rantai pasok tetap stabil agar tidak terganggu oleh kondisi pasar memori saat ini.

Baca Juga: Double Fine PHK 23 Karyawan Usai Pisah dengan Xbox

Sony Amankan Pasokan DRAM untuk PS5

Sony menyebut telah bekerja sama dengan tiga produsen DRAM terbesar di dunia, yakni Samsung, SK hynix, dan Micron, guna memastikan ketersediaan komponen memori untuk lini PlayStation 5. Dengan strategi tersebut, perusahaan mengklaim kebutuhan produksi konsol hingga akhir tahun fiskal mendatang telah terpenuhi.

Menariknya, Sony juga belum mengumumkan kenaikan harga PlayStation 5 maupun PlayStation 5 Pro meski harga DRAM global masih berfluktuasi. Namun, perusahaan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di masa depan apabila kondisi rantai pasok belum membaik dan biaya komponen terus meningkat.

GTA VI Diprediksi Dorong Penjualan Konsol

Momentum peluncuran GTA VI diperkirakan menjadi salah satu faktor terbesar yang akan mendorong penjualan PlayStation 5 dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan analisis Newzoo, game besutan Rockstar Games tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan global antara US$3,3 miliar hingga US$5,2 miliar pada pekan pertama setelah dirilis.

Lembaga riset tersebut juga memperkirakan GTA VI mampu terjual sekitar 51 juta kopi dalam minggu pertama, dengan pendapatan sekitar US$4,5 miliar. Selain itu, laporan menyebut pre-order game ini telah menghasilkan sekitar US$260 juta pada pekan pertama pembukaannya. Jika prediksi tersebut terealisasi, lonjakan minat terhadap GTA VI diperkirakan ikut meningkatkan penjualan konsol generasi terbaru, termasuk PlayStation 5, sehingga keputusan Sony mengamankan pasokan DRAM sejak dini dinilai sebagai langkah antisipatif yang masuk akal.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version