Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Dicari: Jawara Pengembang Game Indonesia

0 235

Tren game online bukanlah hal yang baru di Indonesia. Tingginya minat masyarakat akan gim online, tepatnya 43,7 juta pemain menjadikan Indonesia sebagai salah satu target pasar bagi perusahaan gim online lokal maupun dunia. Banyak game maupun kompetisi digelar. Salah satu yang terbaru dan tengah berlangsung adalah Jawara Game Indonesia.

Namun berbeda dengan turnamen esport pada umumnya yang mempertandingkan klub esport profesional, Jawara Game Indonesia justru mencari para pengembang game berbakat. Ajang pencarian developer game ini digelar oleh aplikasi game sosial Hago dan penyedia layanan komunikasi internet asal Singapura, Vlight.

Menurut Qiu Bin, General Manager HAGO, kompetisi pengembangan game ini untuk mendorong talenta lokal dalam berpartisipasi serta menjadi wadah untuk menunjukkan keahlian mereka. “Tidak hanya pandai dalam bermain gim, kami berharap setelah diadakannya kompetisi ini, minat muda mudi Indonesia menjadi pengembang gim dan berkontribusi pada ekonomi kreatif akan menjadi lebih besar,” ujar Qiu Bin.

Sementara Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (BAPAREKRAF) mengapresiasi peluang yang diberikan Hago dalam penyelenggaraan kompetisi pengembangan gim. “Game merupakan salah satu subsektor dari ekonomi kreatif. Saya berharap akan lahir produk-produk gim yang kekayaan intelektual dimiliki anak bangsa dan dapat bekerja sama dengan Hago,” kata Hari.

Kompetisi Jawara Game Indonesia

Jawara Game IndonesiaJawara Game Indonesia bertujuan untuk menemukan talenta pengembang gim lokal, menciptakan peluang, serta meningkatkan kualitas perindustrian game dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Untuk menggelar kompetisi ini, Hago bekerja sama dengan pengembang game lokal, distributor, komunitas gaming kreatif, dan didukung oleh Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (BAPAREKRAF), Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Kompetisi ini telah dimulai dari 20 November 2019 hingga 12 Desember 2019 menampilkan permainan kasual atau midcore game. Para pemenang Jawara Game Indonesia akan menerima total uang tunai sebesar Rp. 135.000.000,- dan gim pemenang akan memiliki kesempatan untuk berada di aplikasi bersama dengan 40 gim terfavorit yang ada di HAGO.

Untuk mengikuti kompetisi Jawara Game Indonesia, calon peserta bisa berasal dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, pengembang lokal, atau pecinta game, serta harus berkewarganegaraan Indonesia.

Jenis tipe dan generator permainan yang dapat ikut serta dalam kompetisi Jawara Game Indonesia adalah HTML5, seperti Cocos Creator, Laya, Egret, BabylonJS, Phaser, pixiJS, ThreeJS, PlayCanvas, dan melonJS.

Game yang dikirimkan harus terjamin keasliannya dengan otorisasi yang sah, tidak melanggar hak hukum subjek apapun, dan tidak mengandung konten SARA (suku, agama, ras, antargolongan) juga politik. Penjurian akan dilakukan menggunakan skor berdasarkan permainan gim dan seni desain serta akan ada poin tambahan untuk permainan gim yang kreatif dan menggunakan tema yang unik.

Selain juara pertama, juara kedua akan mendapatkan uang tunai sebesar 40 juta rupiah, juara ketiga akan mendapatkan uang tunai sebesar 20 juta rupiah, juara keempat mendapatkan 10 juta rupiah, dan juara kelima mendapatkan 5 juta rupiah.

Untuk mengikuti kompetisi Jawara Game Indonesia, peserta dapat mengirimkan gim ke email [email protected] dengan judul, yaitu submission – jenis game – nama game – nama pengembang. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 18 Desember 2019.

Sebelum kompetisi Jawara Game Indonesia, tahun ini HAGO telah melakukan beberapa kerja sama dengan perusahaan dan instansi, seperti AXIS untuk event Lipstick Challenge, Miniso untuk event THR Idul Fitri, dan Angkasa Pura II untuk event Airport Week Fest. Untuk tahun 2020, HAGO berencana untuk berkolaborasi dengan perusahaan dan instansi untuk mengembangkan industri kreatif dan Informasi Teknologi di Indonesia dengan meningkatkan pengalaman bermain pengguna.