Gizmologi
The Bilingual Tech Media

Hore! Main Game Kini Bisa Dapat Reward Blockchain dari Mfun

Gamers kini bisa semakin bergembira. Waktu dan uang yang dipakai untuk bermain game bisa diganjar dengan reward blockchain Mfun. Jadi tak ada lagi kata sia-sia menghabiskan waktu di depan gadget bermain game sebab aktivitas ini pun bisa mendatangkan hadiah.

Lebih dari 20 juta gamers di Indonesia mempunyai peluang untuk mendapatkan reward blockchain Mfun dalam bentuk cryptocurrency atau token Mfun. Token tersebut dapat dipakai untuk membeli via aplikasi atau in-app purchase pada berbagai games di platform Mfun.

Reward blockchain Mfun ini juga akan semakin menarik bagi pengguna untuk mencoba game baru dari pengembang game dalam negeri yang ingin mengurangi pengeluaran iklan yang tidak efektif.

Iming-iming reward blockchain Mfun ini diperkenalkan berbarengan dengan kehadiran Mfun, sebuah platform rewards blockchain, baru-baru ini di Indonesia. Mengusung misi ingin membangun sebuah ekosistem terbuka dan terpercaya bagi pengembang game dan aplikasi di Indonesia beserta penggunanya, platform Mfun turut menggandeng beberapa pemain lokal, yakni Agate, pengembang game terkemuka nasional, Duniaku.net selaku media game populer dan Yogrt, aplikasi sosial. Kemitraan eksklusif ini akan menjangkau lebih dari 20 juta gamers menikmati rewards blockchain Mfun nantinya.

Kerjasama ini diharapkan dapat membantu para pengembang game melakukan efisiensi dengan melewati atau memotong rantai perantara, serta makin efektif dalam meningkatkan minat dan jumlah penggunanya.

Berturut-turut dari kiri ke kanan; Ricky Setiawan, Chief Executive Officer Duniaku Network; Arief Widhiyasa, Chief Executive Officer Agate; Tang Boon Ping, Co- Founder Mfun; Brian Fan, Co-Founder Mfun dan Jason Lim, Co-Founder Yogrt

Brian Fan, selaku co-founder Mfun, mengatakan selama ini pengembang game lokal masih sering menghabiskan sebagian besar modalnya untuk beriklan di berbagai platform media sosial tanpa mendapatkan imbal balik yang menguntungkan.

“Akibatnya, mereka kesulitan untuk dapat mengembangkan game baru dan bersaing dengan pengembang dari luar negeri,” kata Brian.

Ia mengatakan meski Indonesia mempunyai pasar terbesar di Asia Tenggara untuk usual gaming dengan nilai bisnis mencapai US$500 juta tetapi pengembang game lokal baru mampu berkontribusi sebesar 1,8% terhadap total nilai bisnis di industri ini dikarenakan ekosistem yang belum optimal dalam mendukung mereka untuk berkembang.

“Mfun hadir menawarkan platform yang memungkinkan pengembang memangkas pengeluaran untuk promosi dan biaya-biaya pihak ketiga yang tidak efektif dan mengalihkannya menjadi reward bagi pemain game,” ujar Brian dalam menyinggung reward blockchain Mfun.

Baca juga: Telkomsel Gelar IGC: Ajang Kompetisi Games dan Gamers Gathering Terbesar di Indonesia

Jan Faris Maid selaku manajer operasional Asosiasi Game Indonesia atau AGI mengakui tingginya biaya memang menjadi tantangan bagi pengembang lokal untuk meraup keuntungan dan mengembangkan game baru. Ia pun berharap hadirnya platform reward blockchain MFun akan menjadikan pengembang game lokal makin mampu memetik manfaat dari booming-nya industri game Indonesia sekaligus menjadikan mereka kian mampu bersaing dengan para pengembang global.

Mfun akan meluncurkan platformnya secara progresif mulai kuartal ke empat 2018 seiring. Diharapkan pula akan makin banyaknya pengembang dan penerbit game di Indonesia yang diharapkan bergabung di ekosistem ini.

 

 

%d blogger menyukai ini: