Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Skelattack Jadi Game Terbaru Konami, Seperti Apa?

0 311

Beberapa hari lalu, Konami memberi kejutan dunia gaming dengan meluncurkan trailer perdana dari game terbaru Skelattack. Sebuah game sederhana dengan pendekatan visual dua dimensi. Sebuah langkah tidak biasa dari studio besar banyak menelurkan game populer dengan visualisasi menawan.

Skelattack memang bukan kreasi murni dari Konami. Perusahaan Jepang tersebut hanya bertanggung jawab sebagai publisher saja. Sementara pengembangan Skellattack dilakukan oleh Uzuka. Sebuah developer game di San Francisco, Amerika Serikat. Konami menggandeng Uzuka dalam upaya memperluas pasar gaming lewat mode permainan berbeda di berbagai belahan dunia.

Kehadiran game Skelattack sempat dikira hanya meluncur untuk Nintendo Switch saja. Meski Konami pada akhirnya membuat game ini tersedia di semua platform lain, seperti Playstation 4, Xbox One, sampai PC. Sehingga peluang gamer untuk memainkan game ini pun terbuka lebar.

Baca Juga: Sega Rilis Ulang Konsol Retro!!

Skelattack Menghadirkan Pahlawan dari Underworld

skelattack

Skelattack berkutat pada kisah orang mati di Underworld. Underworld merupakan tempat tinggal dari orang-orang mati. Linkungan di Underworld sangat beragam dan unik. Kadang ada tempat yang menyenangkan, sementara di bagian dunia lainnya menyeramkan dan diliputi mantra-mantra sihir mematikan.

Underworld melingkupi sebuah tempat bernama Aftervale. Tempat itu semacam penghubung untuk orang mati menghabiskan keabadian sambil mengingat momen ketika mereka hidup. Namun momen peringatan tersebut rusak ketika manusia dari atas menginvasi tempat tersebut dan mencuri Elzedon, kerangka tetua yang memiliki spirit dari Blue Fame. Tanpanya maka Aftervale tidak ada artinya lagi.

Hal tersebut mengusik pahlawan belulang Underworld, bernama Skully. Tugasnya jelas, mengembalikan keberadaan Blue Fame agar para orang mati masih dapat mengingat momen bahagia mereka di Aftervale. Sebuah tema sederhana yang seperti mudah dipahami siapapun.

Dan sesederahana itu pula gameplay dalam Skelattack. Lompat, tebas, meluncur di antara dunia Underworld dan dunia manusia akan dilakukan oleh Skully. Ditemani kelelawar kecil bernama Imber, untuk saling bahu membahu mengalahkan musuh yang ditemui selama petualangan. Sambil berusaha menghentikan invasi dari kalangan manusia ke Underworld.

Tipikal game seperti Skelattack memang ringan dimainkan. Visual dua dimensi membuat arah perjalanan juga tidak rumit-rumit amat. Gamer cukup mengikuti arah musuh berada, dan seketika itu pula arah permainan ditentukan.

Dan sekali lagi. Pilihan Konami untuk mendukung developer semacam Ukuza merupakan langkah strategis dalam melakukan ekspansi permainan ke arah yang lebih luas. Apalagi Konami memang belum memilki game AAA dalam daftar rilis tahun 2020.

Castlevania dan Yu-Gi-Oh menjadi nama lain yang dimiliki Konami untuk meraih pasar game mereka. Selain keberadaan Pro Evolution Soccer yang memang menjadi andalan tiap tahun untuk mengeruk pundi-pundi uang para gamer. Maka merangkul developer baru dan potensial akhirnya dipilih untuk dapat memperkuat strategi mereka di masa mendatang.

Trailer Perdana Skelattack di Playstation 4