Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

WWE 2K Battlegrounds Kembali Kecewakan Fans

1 708

Gamer pecinta gulat profesional kembali disuguhkan seri WWE dari 2K Games, kali ini bertajuk WWE 2K Battlegrounds. Game yang baru saja rilis di pasaran pada 18 September lalu dihadirkan untuk seluruh platform gaming yakni Playstation 4, Xbox One, Nintendo Switch, Windows, dan Google Stadia.

WWE 2K Battlegrounds dikembangkan oleh Saber Interactive, studio yang pernah menggarap NBA Playgrounds. Jadi memang sudah tidak asing mengubah karakter nyata menjadi sajian kartun bergaya karikatur. Dan itulah yang akan didapatkan ketika memainkan WWE 2K Battlegrounds. Rupa pegulat tak lagi tampil sebagaimana skala asli mereka, tapi dibuat lebih mungil dan bantet.

Konsep game ini menyerupai WWE All Stars pada 2011 lalu. Kala itu game tersebut masih digarap oleh THQ dan dianggap cukup berhasil memberi hiburan menarik. Namun kehadiran WWE 2K Battlegrounds kali ini seperti langkah mundur dari 2K Games dalam menghadapi tuntutan fans terhadap game gulat yang bagus. Berhubung seri simulasi terdahulu pada WWE 2K19 dan 2K20 dianggap gagal dan menuai kritik yang keras.

Hadirnya WWE 2K Battlegrounds sendiri menjadi game gulat WWE pamungkas untuk tahun ini. Sebab telah diumumkan pada awal semester lalu bahwa WWE 2K21 tidak akan rilis. Selain faktor pandemi, gagalnya pencapaian pada seri sebelumnya disinyalir menjadi alasan kenapa game tersebut batal rilis. Jadi, harapan menikmati gulat ala WWE hanya didapat lewat seri 2K Battlegrounds ini.

Baca juga: Final Fantasy XVI Dipersiapkan untuk Playstation 5

Gameplay WWE 2K Battlegrounds Lebih Mudah dan Menghibur

wwe 2k battlegrounds

Visualisasi WWE 2K Battlegrounds yang seperti kartun bukan tanpa alasan. Hal itu erat kaitannya dengan gameplay yang diusung pada seri ini. Alih-alih menyajikan efek fisik nyata dalam petarugannya, game ini justru membawa elemen fantasi ke dalam tiap aksi pegulat. Sehingga sebuah gerakan yang terlihat biasa saja, dapat menjadi sebuah aksi akrobatik mencenangkan.

Gamer tidak lagi repot untuk melakukan gerakan dasar gulat ala WWE, seperti cengkraman, kuncian, pukulan sampai tendangan. Cukup dengan menekan tombol sederhana maka semua itu bisa dilakukan secara mudah. Termasuk gerakan finisher dari tiap pegulat, yang tidak terlalu membutuhkan timing tertentu untuk mengeluarkannya.

Maka tidak heran jika kita dapat melihat Undertaker dapat melompat berputar tinggi di atas ring untuk sekadar melakukan gerakan tombstone pilediver miliknya. Belum lagi efek cahaya di sekitar pegulat seolah mereka memiliki chakra seperti Naruto atau Dragonball. Pemandangan yang tidak masuk akal tapi justru terasa mengasyikan.

Baca juga: Ini Cara Bermain Game Among Us yang Viral

Efek fantasi juga terlihat dari arena yang digunakan. WWE 2K Battlegrounds memberikan arena pertarungan yang tidak terpatok pada tempat nyata. Gamer dapat menggunakan kamp militer, pinggiran sungai Amazon, maupun garasi mobil sebagai tempat petarungan. Disediakan pula opsi kostumisasi arena agar petarungan lebih terasa personal.

Hal seperti visual pegulat, kostumisasi arena, serta efek petarungan layaknya film laga fantasi memang menyajikan keseruan tersendiri. Apalagi durasi pertarungan pun tidak terlalu lama dan cepat diselesaikan. Ini menjadi kekuatan bagi WWE 2K Battlegrounds.

Meski di sisi lain, model pertarungan seperti ini cenderung repetitif dan membosankan. Apalagi tanpa alur cerita yang jelas layaknya skenario dalam seri WWE. Yang mana sering diaplikasikan pula pada game. Selalu ada kelebihan dan kekurangan saat sebuah game disajikan dalam formula di luar pakem.

Lalu apakah WWE 2K Battlegrounds kembali mengecewakan buat fans? Sepertinya pendapat itu terbelah pada tingkat subjektif untuk masing-masing gamer. Ada yang melihat game ini adalah penyengaran, hiburan, dan menyenangkan meski tidak bagus-bagus amat. Sementara yang lain menganggapnya tidak lebih baik daripada seri WWE 2K20 yang kacau itu. Kalau kamu?

Ya, paling tidak commercial ads WWE 2K Battelgrounds lumayan menghidur kok. Lihat nih!