Waspada Aplikasi Berbahaya Berkedok VPN, Ketahui Tipsnya!

5 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Penggunaan VPN (Virtual Private Network) semakin diminati oleh pengguna internet untuk meningkatkan keamanan, privasi, dan akses ke konten yang dibatasi secara geografis. Namun, kebutuhan ini dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menyebarkan aplikasi palsu yang berbahaya. Dalam laporan terbaru, Kaspersky mengungkapkan lonjakan aplikasi palsu di Asia Pasifik, meningkat hingga 2,5 kali lipat pada kuartal ketiga tahun 2024 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Aplikasi VPN palsu ini bukan sekadar perangkat lunak tidak berguna; banyak di antaranya dirancang sebagai malware yang mengancam data pengguna. Penjahat siber bahkan menggunakan aplikasi-aplikasi ini untuk membangun jaringan botnet besar yang digunakan dalam kejahatan siber global. Salah satu botnet terbesar yang pernah tercatat, bernama 911 S5, memanfaatkan berbagai layanan VPN gratis untuk menciptakan jaringan perangkat yang dibajak.

Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap aplikasi Virtual Private Network, meskipun diunduh dari toko aplikasi resmi seperti Google Play. Maka dari itu, Kaspersky ingin para pengguna internet tidak sembarang menggunakan VPN yang sudah tersebar diseluruh platform Google Play atau bahkan App Store, mereka juga memberikan beberapa informasi cara untuk memanfaatkan VPN dengan bijak, dan mengetahui ciri-ciri VPN yang mencurigakan.

Baca Juga: Huawei Gandeng PLN Nusantara Kembangkan Sistem Penyimpanan Energi Baterai BESS

Bagaimana Aplikasi VPN Palsu Membahayakan Pengguna?

Aplikasi VPN palsu sering kali tidak memberikan fungsi Virtual Private Network yang sebenarnya. Sebaliknya, mereka mengubah perangkat pengguna menjadi bagian dari botnet. Dalam kasus botnet 911 S5, lebih dari 19 juta perangkat di 190 negara menjadi korban. Botnet ini digunakan untuk kejahatan seperti pencucian uang, serangan siber, dan penipuan massal.

Pengguna yang tidak menyadari bahaya ini sering tergiur oleh janji “VPN gratis” tanpa mempertimbangkan risikonya. Ketika aplikasi tersebut diinstal, perangkat mereka mulai menyalurkan lalu lintas internet pihak ketiga, tanpa sepengetahuan mereka. Akibatnya, perangkat bisa disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau bahkan dijadikan sasaran serangan balik.

Salah satu alasan banyak pengguna terjebak adalah karena aplikasi palsu ini sering kali tersedia di toko aplikasi resmi seperti Google Play. Hal ini membuat pengguna merasa aman, padahal aplikasi tersebut bisa saja lolos dari pemeriksaan keamanan awal. Dalam beberapa kasus, aplikasi-aplikasi ini baru dihapus setelah ada laporan dari pengguna atau otoritas keamanan siber.

Penjahat siber terus mengembangkan cara untuk menyamarkan aplikasi mereka agar terlihat sah. Dari deskripsi menarik hingga ulasan palsu, mereka menciptakan ilusi legitimasi yang sulit dibedakan oleh pengguna awam.

Tips Aman Menggunakan VPN

Menggunakan layanan Virtual Private Network dari penyedia terpercaya adalah langkah pertama untuk melindungi diri. Kaspersky, misalnya, menawarkan Kaspersky VPN Secure Connection yang memiliki versi gratis dan berbayar. Versi gratisnya memiliki batasan lalu lintas sebesar 300 MB per hari, tetapi lalu lintas tetap aman. Sementara itu, versi berbayar menyediakan akses penuh ke server cepat dengan perlindungan tambahan terhadap ancaman phishing.

Hindari mengunduh aplikasi hanya berdasarkan klaim gratis. Selalu lakukan riset terhadap reputasi penyedia layanan, termasuk membaca ulasan independen dan memeriksa situs web resmi mereka. Selain VPN, penting juga untuk menggunakan perangkat lunak keamanan yang komprehensif. Kaspersky Premium, misalnya, dapat memindai perangkat untuk mencegah malware masuk. Solusi keamanan semacam ini memberikan perlindungan berlapis, termasuk deteksi terhadap aplikasi berbahaya yang mencoba menyamar sebagai alat yang bermanfaat.

Dengan menggabungkan VPN tepercaya dan solusi keamanan yang andal, pengguna dapat menjelajah internet dengan rasa aman tanpa khawatir menjadi korban penipuan atau serangan siber. Lonjakan aplikasi palsu menyoroti bahaya di balik penawaran “gratis” yang terlalu menarik untuk dilewatkan. Penjahat siber memanfaatkan kebutuhan pengguna akan privasi dan keamanan untuk menyebarkan malware yang merugikan. Sebagai langkah pencegahan, selalu gunakan layanan VPN dari penyedia terpercaya, hindari aplikasi mencurigakan, dan lengkapi perangkat dengan solusi keamanan yang komprehensif.

Dengan kesadaran dan tindakan preventif yang tepat, kita bisa menjelajah dunia digital dengan aman dan terlindungi. Jangan biarkan keamanan menjadi taruhan hanya demi menghemat sedikit biaya. Pilih solusi yang tepercaya dan lindungi privasi Anda dari ancaman siber.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version