Asian Games 2026 akan menjadi edisi terakhir yang menampilkan ajang esports dalam program resmi pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Sebagai gantinya, Olympic Council of Asia (OCA) tengah menyiapkan ajang tersendiri bernama Asian Esports and Mind Sports Games di 2027.
Langkah tersebut menandai perubahan besar dalam posisi esports di ekosistem olahraga Asia. OCA pun sudah menandatangani dengan Kuwait sebagai tuan rumah edisi perdana kompetisi tersebut tahun depan, sebagaimana dikutip dari DotEsports, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Aksesori vivo Selfie Monitor Bikin Vlogging Pakai vivo X500 Jauh Lebih Mudah
Keputusan ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam Rapat Executive Board ke-90 yang digelar pada November 2024, OCA telah menyetujui proposal dari Esports, Martial Arts and Mind Sports Committee untuk menghapus esports setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Mengapa Asian Games 2026 Jadi Edisi Terakhir Esports?
Berdasarkan keputusan tersebut, esports tidak lagi akan menjadi bagian setelah Asian Games 2026 di Jepang berakhir.
Pada saat sama, OCA juga menyetujui pembentukan Asian Mind Sports Federation serta penyelenggaraan kompetisi khusus untuk esports dan cabang olahraga pikiran (mind sports). Langkah ini menjadi fondasi bagi penyelenggaraan Asian Esports and Mind Sports Games.
Kuwait kini telah dikonfirmasi sebagai tuan rumah pertama. OCA memperkirakan ajang tersebut akan melibatkan sekitar 4.000 atlet, menunjukkan skala kompetisi yang cukup besar untuk edisi perdananya.
Presiden OCA, HE Sheikh Joaan bin Hamad Al-Thani, mengatakan penyelenggaraan Asian Esports and Mind Sports Games sejalan dengan visi organisasi untuk memperluas kesempatan kompetisi bagi atlet di seluruh Asia.
“Kami senang menandatangani kontrak tuan rumah dengan Kuwait untuk menggelar edisi pertama Asian Esports and Mind Sports Games,” ujarnya dalam pengumuman resmi OCA.
Esports Masih Tampil di Asian Games 2026
Meski demikian, esports belum sepenuhnya meninggalkan Asian Games.Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tetap akan menjadi edisi terakhir Asian Games memasukkan esports dalam skema saat ini. Setelah itu, kompetisi esports akan beralih ke ajang baru yang berdiri terpisah dari pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Sebelumnya, esports telah mencatat sejarah sebagai cabang peraih medali resmi di Asian Games Hangzhou 2022. Kehadirannya saat itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam upaya integrasi esports ke dalam kompetisi olahraga multievent.
Karena itu, keputusan OCA untuk memindahkan esports ke kompetisi tersendiri menandai babak baru bagi perkembangan esports tingkat kontinental.
OCA Belum Ungkap Daftar Game yang Dipertandingkan
Meski tuan rumah dan kerangka besar kompetisi sudah diumumkan, banyak aspek penting yang masih belum diketahui.
OCA belum mengungkap daftar game yang akan dipertandingkan, format kompetisi, sistem kualifikasi, maupun mekanisme partisipasi negara-negara anggota.
Belum jelas pula apakah Asian Esports and Mind Sports Games akan menggunakan struktur yang serupa dengan Asian Games, termasuk keterlibatan komite olimpiade nasional (NOC) dan federasi esports masing-masing negara.
Selain itu, OCA juga sedang membahas kemungkinan Filipina menjadi tuan rumah edisi kedua pada 2029. Keputusan terkait hal tersebut diperkirakan akan dibahas dalam General Assembly OCA 2027 di Doha.
Bagi atlet, federasi, dan program esports nasional di Asia, pertanyaan terbesar saat ini bukan lagi soal lokasi penyelenggaraan. Yang lebih penting adalah bagaimana bentuk kompetisi baru tersebut, serta posisi yang akan ditempati esports setelah tidak lagi menjadi bagian dari Asian Games mulai 2027.
Asian Games 2026: Indonesia Gagal Menembus Empat Besar Honor of Kings
Lebih lanjut, perjalanan timnas Honor of Kings (HoK) Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya harus berakhir lebih cepat dari prediksi. Skuad Garuda tersingkir pada babak perempat final setelah kalah dengan skor 0-2 dari tim asal China.
Hasli tersebut sekaligus mengubur harapan Indonesia untuk meraih medali dari cabang Honor of Kings, karena hanya empat tim terbaik saja yang berhak melanjutkan perjuangan ke semifinal dan perebutan podium.
Berhadapan dengan tim asal China bukan tugas mudah bagi Indonesia, kerana Negeri Tirai Bambu merupakan pasar terbesar sekaligus rumah untuk ekosistem kompetitif HoK paling berkembang dan kuat selama bertahun-tahun.
Dalam pertandingan perempat final, timnas yang diperkuat oleh Iqbal Khan Drensen, Emanuel Hendo Paska, Agung Budi Prasetyo, Neville Garrick, dan Muh Naufal Aushaf Mahfuzh menghadapi masalah untuk mengimbangi tempo permainan lawan. Alhasil, China mampu mengamankan dua game langsung dan menutup seri dengan skor 2-0.
Kekalahan tersebut membuat langkah Indonesia di nomor Honor of Kings resmi terhenti di babak delapan besar Asian Games 2026. Sementara itu, China melanjutkan perjalanan ke semifinal untuk menjaga peluang meraih medali.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

