Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

AWS Serukan Pentingnya Kesadaran Terhadap Keamanan Cloud

1 126

Keamanan data memang menjadi salah satu hal paling penting dan perlu diutamakan bagi perusahaan. Terutama yang bersifat rahasia seperti perencanaan perusahaan beberapa tahun ke depan, maupun data karyawan, agar tak mudah dibobol oleh peretas. Dengan maraknya implementasi cloud atau penyimpanan secara digital (virtual), hal ini tak boleh luput dari perhatian.

Sebagai salah satu penyedia layanan cloud terbesar di dunia, Amazon Web Services mencoba paparkan bagaimana tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan, dalam hal tingkatkan keamanan data mereka menggunakan cloud. Melalui sebuah sesi diskusi virtual (29/9), Paul Chen, Head of Solutions Architect untuk ASEAN, AWS mencoba menjabarkan secara runut.

Pada sesi awal diskusi, Paul menyebutkan bila keamanan umumnya dirasa susah karena dua faktor utama. Masing-masing adalah kurangnya visibilitas (dalam hal siapa yang mengakses aplikasi, membuat perubahan tertentu), serta minimnya otomasi, dimana perusahaan masih menggunakan banyak sumber daya tradisional.

Baca juga: Ini Inisiatif AWS Agar Bisnis Tangguh di Masa Pandemi

Solusi Cloud Bisa Percepat Perkembangan dengan Tetap Aman

“Saat ini, kebanyakan perusahaan berpikiran bahwa jika mereka bertransformasi secara cepat, secara otomatis keamanannya tidak bisa diutamakan. Sementara jika mengutamakan keamanan, performa tidak bisa cepat. Menurut kami, dengan solusi berbasis cloud, pelanggan bisa menikmati keduanya secara bersamaan,” jelas Paul. Ia kemudian memberikan contoh beragam pelanggan AWS yang sudah manfaatkan teknologi tersebut, termasuk AirBnb, Slack dan lainnya.

Sementara untuk pelanggan kelas enterprise yang lebih dekat dengan Indonesia, jumlahnya tak kalah banyak. Termasuk beberapa perusahaan lokal seperti Ralali, Trakindo dan Vivere. Dalam penyampaian presentasinya, Paul juga tunjukkan beberapa testimoni dari pelanggan yang sudah implementasi workload menggunakan AWS. Salah satunya adalah badan pemerintah, yaitu Land Transport Autorithy (LTA).

LTA telah bekerja sama dengan AWS, memastikan layanan yang diperlukan sudah memenuhi kriteria kebutuhan keamanan mereka. Memanfaatkan layanan hosting dari AWS, mereka berhasil memotong pengeluaran hingga 60% jika dibandingkan dengan membangun data center sendiri. Paul kemudian memaparkan perbedaan bila pelanggan menggunakan layanan dari AWS untuk solusi cloud mereka.

Permudah Pelanggan Untuk Kelola Data dengan Aman

AWS Wavelength
Ilustrasi AWS (Foto: 123rf/Andrey Yanevich)

Dengan AWS, pelanggan hanya perlu bertanggung jawab untuk keamanan data di dalam cloud, yaitu data customer, manajemen akses dan sebagainya. Sementara AWS akan mengurus bagian lain seperti database, penyimpanan, termasuk aspek jaringan dan patch keamanan. Supaya pelanggan dapat memahami bila data mereka aman, AWS juga berikan petunjuk mengenai syarat dan ketentuan, transparansi serta alat dan aset untuk keperluan audit.

Untuk mencegah poin utama yang Paul jelaskan di awal, yaitu rendahnya visibilitas, AWS bakal berikan visibilitas serta pengendalian tinggi. Seperti di mana data akan tersedia dan siapa yang bisa mengakses, berikan tingkatan akses yang lebih detil supaya pengguna individu maupun grup punya akses ke sumber informasi yang dibutuhkan. Serta mengurangi risiko keamanan dengan otomasi dan monitoring yang bersifat kontinyu.

Sebelumnya, AWS juga sudah membeberkan manfaat machine learning berbasis cloud untuk kelas enterprise. Dari paparan yang disampaikan, pelanggan yang ingin melakukan migrasi atau mulai mengkonsiderasikan layanan cloud, sudah tidak perlu ragu akan tingkat keamanan maupun pemahaman layanan secara keseluruhan, berkat penjabaran dan tools yang memudahkan.