Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, Berawal dari Laptop Pegawai?

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
5 Min Read
Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, Berawal dari Laptop Pegawai?

Binance dibobol hacker, di mana pelaku aksi tersebut diketahui telah mencuri aset kripto sekitar USD 6,3 miliar (Rp 65,27 triliun) dalam insiden peretasan pada 29 Oktober 2026. FBI menyebutkan, pelaku kejahatan ini melibatkan peretas terkait dengan Korea Utara.

Sementara itu, Binance langsung menghentikan sementara penarikan dan berkomitmen menanggung kerugian agar tidak dibebankan kepada pengguna. Menurut penyelidikan awal Binance, serangan bermula dari laptop seorang insinyur perusahaan yang sudah dikuasai penyerang.

Baca Juga: 4 Fitur Grup WhatsApp Terbaru, Apa yang Berubah di Chat?

Dalam pertanyaan resminya pada 31 Oktober 2026, FBI mengidentifikasi aktivitas peretas tersebut sebagai TraderTraitor. Kabar ini juga semakin memperkuat dugaan peneliti keamanan yang lebih dahulu mengaitkan aksi peretasan Binance itu dengan Korea Utara.

Adapun skala insiden Binance dibobol ini melampaui pembobolan Bybit pada Februari 2025. “Peretasan Binance merupakan pencurian kripto terbesar yang pernah ada, dengan perhitungan sekitar USD 6,43 miliar aset kripto dicuri,” tulis perusahaan analisis blockchain Elliptic, Senin (2/11/2026).

Hacker Diduga Bobol Binance Lewat Laptop Pegawai

Menurut Binance, temuan awal mengarah pada laptop seorang engineer DevOps yang diduga telah disusupi. Akses tersebut memungkinkan penyerang menjangkau komponen layanan internal dan mengirim transaksi penarikan tanpa izin.

Co-CEO Richard Teng menyebut serangan ini kompleks. Peretas memakai malware dirancang menghapus jejak aktivitasnya, sehingga penyelidikan awal Binance dibobol lebih sulit.

Tapi laptop itu belum tentu satu-satunya celah. Binance belakangan mengaku menemukan “titik pelanggaran” lain, dan belum menyebut lokasinya. Bagaimana laptop tersebut bisa dikuasai juga belum dijelaskan. Perusahaan belum menemukan bukti kebocoran kunci privat dompet, dan berjanji merilis post-mortem teknis setelah fakta terverifikasi.

Namun, Binance menyatakan telah menemukan titik pembobolan tambahan. Rangkaian serangan secara lengkap masih dalam penyelidikan, sehingga insiden ini belum dapat disimpulkan hanya berasal dari satu laptop.

FBI Telusuri Pergerakan Aset Curian Setelah Binance Dibobol

Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, FBI Tuding Hacker Korea Utara Terlibat

Bersama dengan Secret Service Amerika Serikat dan divisi investigasi kriminal otoritas pajak AS, FBI kabarnya sudah mengamati pelaku pencurian mengonversi aset curian menjadi Ether atau ETH.

Disebutkan, dana dari Binance dibobol yang sudah dikonversi itu akan kembali dipindahkan melalui layanan keuangan terdesentralisasi atau DeFi serta layanan pertukaran instan untuk uangnya dicuci kembali.

FBI juga menerbitkan daftar alamat dompet terkait serangan dan meminta penyedia layanan aset virtual memblokir transaksi berhubungan dengan alamat tersebut. Langkah ini ditujukan untuk menghambat pergerakan dana hasil aksi Binance dibobol.

Binance Ganti Aset Terdampak Penutupan

Binance menyatakan sekitar 95 persen dari nilai aset terdampak telah ditutup melalui penggantian aset. Perusahaan masih membeli token yang tersisa melalui pasar dan transaksi di luar bursa atau over-the-counter.

Binance (Foto: TechCrunch)

Menurut Binance, sisa sekitar 5 persen terdiri dari token dengan likuiditas lebih rendah, sehingga pembelian dalam jumlah yang dibutuhkan memerlukan waktu lebih lama.

Berbeda dari pemulihan dana hasil kejahatan, penggantian menggunakan sumber daya perusahaan untuk menutup kekurangan aset; proses tersebut tidak berarti 95 persen dana yang dicuri sudah berhasil direbut kembali dari pelaku.

Secara terpisah, Binance telah bekerja sama dengan mitra industri untuk membekukan sekitar USD 3 miliar aset di blockchain. Pembekuan membatasi pergerakan aset, tetapi belum sama dengan pengembalian dana kepada Binance.

Penarikan Dibuka Kembali Secara Bertahap

Binance menetapkan pembukaan tahap pertama penarikan pada 1 November 2026, pukul 06.00–09.00 UTC atau 13.00–16.00 WIB. Pengumuman mencakup Bitcoin serta sejumlah aset dan jaringan lain.

(Foto: Unsplash/executium)

Pemulihan dilakukan per pasangan aset dan jaringan, sehingga pengumuman tersebut tidak berarti seluruh penarikan langsung beroperasi normal. 

Perusahaan meminta pengguna memeriksa halaman penarikan atau status jaringan untuk mengetahui ketersediaan layanan, dan mengingatkan kemungkinan waktu pemrosesan lebih lama pada tahap awal. 

Dalam pembaruan yang sama, Binance menyatakan layanan deposit tetap berjalan dan laporan rinci insiden akan diterbitkan setelah investigasi selesai.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Aktifkan JavaScript untuk meninggalkan komentar.

Exit mobile version