Jakarta, Gizmologi – Bisnis gaming kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan Bukalapak. Melalui entitas Multi Realm Games (MRG), perusahaan tidak hanya memperkuat ekosistem gaming di dalam negeri, tetapi juga mempercepat ekspansi ke berbagai pasar internasional yang dinilai memiliki potensi besar.
Momentum tersebut tercermin dari kinerja keuangan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026 (1Q26), segmen Gaming membukukan pendapatan Rp2,1 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,1 triliun. Capaian ini menjadikan Gaming sebagai salah satu pilar pertumbuhan paling signifikan di dalam grup Bukalapak.
Baca juga: AlloFresh, Platform Grocery Bermodal Rp1 Triliun Besutan Bukalapak dan Chairul Tanjung
Dalam pertemuan bersama media pada 22 Juli, Hendi, AVP Gaming Growth & International Business Multi Realm Games (MRG), menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak lepas dari perubahan perilaku konsumen digital, di mana gaming kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Kalau dulu orang hidup tanpa gaming itu biasa. Sekarang, terutama generasi muda, game sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Itu yang membuat konsumsi digital, termasuk transaksi di dalam game, terus bertumbuh,” ujar Hendi.
MRG sendiri merupakan holding yang menaungi seluruh lini bisnis gaming Bukalapak, mulai dari Lapakgaming, Joytify, hingga Itemku, sehingga perusahaan dapat mengelola seluruh rantai transaksi digital gaming dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
MRG Bukan Sekadar Marketplace Gaming
Menurut Hendi, masih banyak yang menganggap bisnis MRG serupa dengan marketplace pada umumnya. Padahal, model bisnis yang dijalankan berbeda. Jika marketplace tradisional hanya mempertemukan penjual dan pembeli, platform gaming yang dikelola MRG mengendalikan pengalaman pengguna secara menyeluruh, mulai dari proses pembayaran hingga distribusi produk digital.
“Kami mengontrol experience secara end-to-end. Karena itu pendekatannya berbeda dengan marketplace biasa,” jelasnya.
Model tersebut juga memungkinkan MRG membangun ekosistem yang lebih luas, termasuk kerja sama langsung dengan publisher game, penyedia pembayaran, hingga berbagai platform digital lainnya.
Berdasarkan company profile perusahaan, MRG menggabungkan platform top-up, marketplace item digital, serta mesin ekspansi global dalam satu ekosistem yang mendukung seluruh siklus transaksi gaming. Perusahaan juga telah terhubung dengan lebih dari 70 metode pembayaran lintas berbagai negara untuk memudahkan transaksi pengguna.
Multi Realm Games Ekspansi ke Lebih dari 15 Negara
Salah satu fokus utama MRG saat ini adalah memperluas jangkauan internasional. Berbeda dengan bisnis fisik, ekspansi layanan digital gaming dinilai jauh lebih cepat karena tidak membutuhkan distribusi logistik. Menurut Hendi, tantangan terbesar justru berada pada aspek pembayaran serta lokalisasi di masing-masing negara.
“Gaming itu borderless. Yang paling penting adalah payment dan bagaimana kita melakukan lokalisasi di setiap negara karena perilaku konsumen berbeda-beda,” katanya.
Saat ini Multi Realm Games telah beroperasi di lebih dari 15 negara, mencakup Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Utara. Perusahaan menyebut kawasan Amerika Latin menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan yang cukup menarik di luar Asia Tenggara.
Menurut Hendi, walaupun jumlah transaksi di beberapa negara mungkin tidak sebesar Indonesia, nilai transaksi per pengguna cenderung lebih tinggi sehingga menawarkan peluang bisnis yang menarik.
Mobile Gaming Masih Mendominasi
Di Indonesia sendiri, transaksi gaming masih didominasi oleh game mobile. Hendi mengatakan ekosistem mobile memiliki volume transaksi jauh lebih besar dibandingkan PC maupun konsol.
Hal tersebut dipengaruhi oleh tingginya frekuensi pembelian item digital dan microtransaction yang menjadi karakteristik game mobile.
“Kalau dilihat dari jumlah transaksi, mobile memang masih sangat dominan karena microtransaction-nya sangat tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, MRG tetap melayani berbagai platform lain seperti Steam, PlayStation Network, Xbox, Nintendo eShop, hingga berbagai layanan gift card digital. Company profile perusahaan juga menunjukkan dukungan terhadap puluhan judul game populer, mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, Roblox, Valorant, Genshin Impact, hingga Call of Duty Mobile.
Dorong Game Lokal Tembus Pasar Dunia
Selain memperluas bisnis komersial, MRG juga mulai aktif mendukung pengembang game lokal melalui berbagai kolaborasi dengan pemerintah maupun komunitas industri.
Meski kontribusi game lokal terhadap total transaksi masih relatif kecil, Hendi melihat antusiasme developer Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kalau saya lihat antusiasme developer Indonesia sudah jauh lebih baik. Memang porsinya masih kecil, tapi perkembangannya cukup positif,” katanya.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Multi Realm Games yang ingin membangun ekosistem gaming terpadu, menghubungkan gamer, publisher, brand, hingga pengembang game dalam satu platform yang dapat berkembang secara global. Company profile perusahaan juga menyebut MRG didukung oleh ekosistem Bukalapak dan Emtek, yang diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sekaligus menciptakan sinergi lintas platform.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang hampir dua kali lipat dalam setahun dan strategi ekspansi yang semakin agresif, MRG tampaknya tidak lagi sekadar menjadi unit bisnis pendukung Bukalapak. Perusahaan mulai memosisikan diri sebagai pemain regional yang ingin membawa ekosistem gaming Indonesia bersaing di pasar global, sekaligus menangkap peluang ekonomi digital yang terus berkembang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

