Kampus Mulai Hadapi Tantangan AI dan Cybersecurity, Telkom Ajak Perguruan Tinggi Perkuat Kolaborasi

6 Min Read
Ilustrasi mahasiswa (Foto: 123rf/ryanking999)

Pemanfaatan artificial intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari aktivitas di lingkungan pendidikan tinggi. Namun, semakin luasnya penggunaan teknologi digital juga membawa kebutuhan lain yang tidak kalah penting: menjaga keamanan jaringan, sistem, dan data kampus.

Tantangan tersebut dibahas Telkom Solution melalui Telkom Industry Connect di Manado pada 11 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan perguruan tinggi untuk membahas transformasi digital, strategic partnership, cybersecurity, hingga pemanfaatan AI di lingkungan kampus.

Kebutuhan digitalisasi pendidikan tinggi juga memiliki skala yang besar. Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang dikutip dalam materi Telkom, jumlah mahasiswa terdaftar di Indonesia telah mencapai lebih dari 10 juta orang pada 2025.

Angka tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi atau pembelajaran berbasis teknologi. Kampus juga membutuhkan kesiapan infrastruktur untuk menangani konektivitas, komputasi, pengelolaan data, dan keamanan sistem.

Pemanfaatan AI Perlu Berjalan Bersama Cybersecurity

Dalam forum tersebut, salah satu isu utama yang dibahas adalah bagaimana perguruan tinggi dapat beradaptasi dengan perkembangan AI tanpa mengabaikan risiko keamanan digital.

Rektor Universitas Parna Raya, Dr. Rosdiana Simbolon, menilai perguruan tinggi tidak dapat mengabaikan perkembangan AI karena teknologi tersebut semakin dibutuhkan dalam berbagai aktivitas akademik. Namun, pemanfaatannya juga perlu diimbangi dengan pemahaman cybersecurity.

“Perguruan tinggi tidak boleh lengah mengikuti perkembangan AI karena teknologi ini semakin dibutuhkan dalam berbagai aktivitas akademik. Namun, pemanfaatan AI juga perlu diiringi dengan pemahaman cybersecurity untuk memastikan keamanan jaringan dan data, sekaligus membekali mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Rosdiana.

Pernyataan tersebut menggambarkan dua kebutuhan yang kini berjalan beriringan di lingkungan pendidikan tinggi. Di satu sisi, kampus perlu memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam kegiatan akademik dan mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan industri. Di sisi lain, semakin besarnya ketergantungan terhadap sistem digital membuat perlindungan jaringan dan data menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur.

Digitalisasi Kampus Tidak Hanya Soal Koneksi Internet

Ilustrasi mahasiswa belajar menggunakan laptop (Foto: Telkom)

EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo mengatakan Telkom Industry Connect mengangkat sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kebutuhan transformasi digital di perguruan tinggi. Mulai dari strategic partnership, transformasi digital, cybersecurity dan perlindungan infrastruktur kampus, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung perkembangan lembaga pendidikan tinggi.

Dalam konteks ini, digitalisasi kampus tidak hanya berarti menyediakan akses internet bagi mahasiswa dan civitas akademika. Infrastruktur yang menopang ekosistem digital juga mencakup kemampuan konektivitas, komputasi, penyimpanan, serta pengelolaan dan perlindungan data.

Telkom Solution menyebut ekosistem solusi digitalnya dapat digunakan untuk menjawab berbagai kebutuhan tersebut, termasuk keamanan digital di tengah meningkatnya volume data dan informasi yang dikelola lembaga pendidikan.

Namun, kebutuhan setiap perguruan tinggi tentu tidak sama. Skala institusi, jumlah pengguna, sistem yang digunakan, hingga tingkat kesiapan digital akan menentukan teknologi dan infrastruktur yang dibutuhkan.

Peserta Diajak Melihat Infrastruktur Data Center

Pembahasan mengenai digitalisasi perguruan tinggi dalam Telkom Industry Connect juga tidak berhenti pada sesi diskusi. Para peserta, yang terdiri dari direktur, rektor, dan guru besar dari sejumlah perguruan tinggi, diajak mengunjungi NeuCentrIX, data center milik Telkom di Manado. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai infrastruktur yang mendukung kebutuhan konektivitas, komputasi, dan pengelolaan data.

Dalam ekosistem pendidikan yang semakin terdigitalisasi, keberadaan infrastruktur semacam ini menjadi salah satu lapisan penting di balik berbagai layanan yang digunakan kampus.

Mulai dari sistem akademik, penyimpanan data, hingga aplikasi digital membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung ketersediaan layanan sekaligus pengelolaan informasi.

Karena itu, pembahasan mengenai AI di lingkungan perguruan tinggi tidak bisa sepenuhnya dipisahkan dari kesiapan infrastruktur digital yang menopangnya.

Kolaborasi Industri dan Kampus Jadi Fokus Telkom Industry Connect

Telkom melalui forum ini ingin mendorong terbentuknya ruang kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi. Menurut Amin, Telkom Solution ingin menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan tinggi di berbagai daerah. Forum seperti Telkom Industry Connect digunakan sebagai ruang untuk mempertemukan kebutuhan perguruan tinggi dengan perkembangan teknologi dan kapabilitas industri.

“Dengan menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia, kami berharap proses pendidikan di Indonesia bisa lebih mudah untuk para civitas akademika, mahasiswa dan juga untuk kemajuan masa depan bangsa Indonesia,” jelas Amin.

Bagi perguruan tinggi, perkembangan AI dan teknologi digital memang membuka peluang baru dalam aktivitas akademik. Namun, teknologi tersebut juga menambah kompleksitas kebutuhan infrastruktur dan keamanan.

Karena itu, tantangan digitalisasi kampus ke depan bukan hanya soal seberapa cepat perguruan tinggi mengadopsi AI. Kampus juga perlu memastikan jaringan, sistem, dan data yang menopang aktivitas digital tersebut memiliki perlindungan yang memadai.

Telkom Industry Connect di Manado menjadi salah satu forum yang mencoba mempertemukan dua kebutuhan tersebut: mempercepat pemanfaatan teknologi sekaligus membangun kesiapan infrastruktur dan keamanan digital di lingkungan pendidikan tinggi.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version