Jakarta, Gizmologi – DBS Foundation bersama Dicoding Indonesia kembali meluluskan peserta Coding Camp 2026, dengan jumlah lebih dari 3.000 mahasiswa dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia. Program tahun ini melibatkan 354 perguruan tinggi dan 144 SMK, dengan acara kelulusan digelar di Jakarta pada 18 Agustus 2026.
Program tersebut berfokus pada keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan industri digital, termasuk Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering. Peserta juga mendapatkan materi bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, serta literasi keuangan. Total pembelajaran intensif yang diberikan dapat mencapai 946 jam.
Menariknya, Coding Camp 2026 tidak hanya menyasar mahasiswa dan siswa. DBS Foundation dan Dicoding juga mulai memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK. Pendekatan ini membuat program tidak sekadar berfokus pada jumlah peserta yang lulus, tetapi juga mencoba memperluas kemampuan pengajar agar materi teknologi dapat diteruskan kepada siswa di sekolah masing-masing.
Baca Juga: Bantu Korban Gempa NTT, Menkomdigi Pulihkan 86% BTS
Fokus pada Keterampilan yang Dibutuhkan Industri
Dari sisi materi, Coding Camp mencoba menggabungkan kemampuan teknis dengan keterampilan pendukung yang dibutuhkan ketika peserta masuk ke dunia kerja. Selain tiga jalur utama di bidang teknologi, peserta memperoleh pembelajaran soft skills, bahasa Inggris, kesiapan karier, dan literasi finansial dari praktisi industri.
Program ini juga menghasilkan 10 capstone project dari peserta dengan performa terbaik. Sembilan penghargaan diberikan kepada peserta, institusi pendidikan, proyek, dan relawan yang terlibat. Menurut data yang tercantum dalam siaran pers, tingkat kelulusan peserta program intensif 2026 mencapai 88,9 persen, sementara 98 persen lulusan melaporkan adanya peningkatan pengetahuan finansial.
Perluasan Akses hingga Kota Kecil dan Menengah
Salah satu catatan yang cukup relevan adalah distribusi peserta. Lebih dari 80 persen peserta Coding Camp 2026 disebut berasal dari kota kecil dan menengah di Indonesia, sementara 35 persen peserta merupakan perempuan. Sejak 2023, program ini diklaim telah menjangkau lebih dari 229.000 penerima manfaat.
Meski demikian, angka peserta dan kelulusan belum secara otomatis menunjukkan seberapa besar dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja atau karier peserta setelah program berakhir. Siaran pers tersebut tidak mencantumkan data lanjutan mengenai jumlah lulusan yang mendapatkan pekerjaan atau masuk ke industri digital. Karena itu, efektivitas jangka panjang program masih membutuhkan indikator lanjutan di luar jumlah peserta dan jam pembelajaran.
Catatan: angka dampak dan statistik di atas merupakan data yang disampaikan dalam siaran pers DBS Foundation, bukan hasil verifikasi independen.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

